Jodoh Tak Terduga (TAMAT)

Jodoh Tak Terduga (TAMAT)
JTT 18 Menyelamatkan Neta


__ADS_3

" Sial "


umpat seseorang wanita yang membanting setir mobilnya dan melihat arah spion mobilnya yang tak lain adalah Bella. setelah itu Bella melajukannya mobilnya dengan kecepatan tinggi karena banyak orang yang membantu korban yaitu Neta dan Nico dan tak ingin di tangkap karena tabrak lari yang di sengajanya itu.


"Harusnya wanita itu mati,biar aku mudah mendapatkan Nico. Dia tidak tau berurusan dengan siapa! sial sial sial aaarggghhh!"


"Tapi Nico sudah bisa berlari,haha bagus jadi aku gak malu nantinya aku mendekatinya lagi ,yah sebenarnya masa bodoh si dia cacat seumur hidup yang penting harta dan tahtanya itu bisa aku kuasai dengan bebas,toh aku bisa cari yang lain lebih baik dari Nico yang cacat itu. Yang aku butuhkan sekarang Nico dan menguasai semua kekayaannya. Lihat saja Nico aku pasti mendapatkanmu"


###


Terlihat banyak orang yang mendekati korban yang sedang terkena tabrak lari yaitu Neta dan Nico dibantulah mereka oleh orang-orang sekitar,ketika mereka sudah terlihat tidak papa mereka memutuskan orang-orang untuk pergi tinggalah mereka berdua yang duduk di pinggir jalan di bawah pohon rindang.


"Nico..." dengan memposisikan tubuh mereka di bawah pohon bersamaan.


"ehmm" Nico menahan sakit di kepalanya akibat benturannya tadi


"itu kepalamu berdarah,sebaiknya kita pulang dan aku mengobatinya" melas wajah Neta kasihan dengan kondisi Nico sekarang,


tersadar baru ingat Nico bisa berlari?


disambungnya lagi


"kamu bisa berlari menyelamatkanku?"


Tersadar apa yang dikatakan Neta,kakinya sudah bisa berjalan pun juga tampak kaget pula pada Nico.


"yaaa.... aku spontan,awalnya aku merasa tidak bisa dan itu refleks aku bisa berlari" jawab Nico apa adanya

__ADS_1


" syukurlah,kakimu sudah sembuh Nico. dan terimakasih sudah menyelamatkanku" balas Neta dengan senyumnya


"akupun senang,berkatmu aku malah yang sangat berterimakasih kepadamu"


"Tidak tidak tidak!"


"yasudah yasudah berterimakasih yang mau menabrak itu" balas Nico


"yeii.. gaklah,gara gara mobil itu membuat luka di kepalamu . ayo sebaiknya pulang aku akan mengobatinya"


"Permisi Tuan,Nona. apa kalian baik baik saja saya mengawatirkan kalian" sapa supir Pak Tejo yang sudah mendekati mereka berdua


"Tidak apa apa" balas Nico


"tapi Tuan,kepalanya berdarah apa tidak sebaiknya saya akan mengantar tuan keRS untuk perawatan lukanya itu"


"iyy...iyaa,hm kalau mau keRS tak apa".


"tidak usah nanti dirumah aja kamu mengobatinya aku mau istirahat saja di rumah"


"baiklah"


.


"Pak Tejo,nanti hubungi Tara untuk berkas berkas yang saya urus untuk meetingnya beberapa hari saya bisa menghadirinya diperusahaan GG ,tapi 1 hari besuk biar saya dirumah dulu"


"baik Tuan"

__ADS_1


"yasudah sebaiknya kita kembali pulang kepalaku sudah mulai pusing"


dibantulah Nico berdiri dengan keadaan Nico mulai lunglai karena oleng pusingnya itu


##


"Nico sebaiknya istirahat sebentar,aku ambilkan alat alat medisku yang aku bawa di ruang tamu" dan tubuh Nico disandaran kasurnya itu dengan posisi duduk.


"ehmm" dengan mata terpejam dan di alasi bantal di tengku Nico


.


"Maaf aku bersihkan darahnya dulu,tahan dikit ya"


"ahh awh sttt" dengan ekpresi menahan nyeri


"Tahan Nico sebentar" mulai lihai tangan Neta membersihkan Lukanya itu


"sudah bersih dan sudah aku kasih obat merahnya dan mulai ku di beri perban untuk menutupnya sebentar lagi selesai"..


"nah selesai" tutup dengan plesternya yang terakhir


Sedari tadi Nico melihat wajah Neta tanpa di sadari,sehingga membuat rasa sakitnya tidak terasa..


degdegdeg


tindakan sudah selesai Neta mulai menyadari Nico melihatnya terus menerus membuat hatinya tidak karuan

__ADS_1


__ADS_2