
Satu bulan setelah kelahiran Damian, ellina mendapat kabar jika Fitri akan berhenti bekerja. Dua Minggu lalu wanita itu baru saja di lamar sang kekasih yang ternyata tengah berjuang mendapat restu dari sang ayah. Dan hasilnya mereka bertunangan dua Minggu lalu. Hari ini Fitri sudah resmi berhenti bekerja karena urusan menikah. Dia juga akan pindah ke Jakarta dan tinggal bersama suaminya nanti.
" Mbak kamu beneran bakal pergi ya?" Tanya ellina sedih. Dirinya sedang duduk di kost an mbak Fitri sembari menyusui putranya yang terlelap.
" Iya rat. Aku bakal tinggal bareng suami aku nanti. Kamu jangan lupa hadir ya di pernikahan ku". Pesan Fitri. Merapikan barang barang yang akan di bawanya.
" Aku nggak bisa bak. Aku doakan aja semoga pernikahan mbak dan mas Reza langgeng terus mbak sampai maut memisahkan." Ucap ellina.
Dia tak bisa menghadiri pernikahan Fitri yang akan di selenggarakan dua Minggu lagi karena usia Damian yang masih kecil. Di tambah dia masih takut jika Arion akan menemukannya dan melenyapkannya bersama sang putra. Meski kecil memang kemungkinan nya.
Fitri menghela napasnya berat. " Aku bahagia rat bisa mewujudkan impian ku untuk menikah bersama orang yang ku cintai. Tapi aku juga sedih harus meninggalkan kamu dan Dami disini. Baru sebentar kita ketemu tapi udah Deket banget". Curhat mbak Fitri.
__ADS_1
Ellina tersenyum haru mendengar curhatan mbak Fitri. Dia pun sama sedihnya seperti Fitri, Fitri adalah orang terdekatnya yang selalu ada di sampingnya. Orang baik yang pertama dia kenal disana. bahkan Fitri adalah orang yang merekomendasikan kostan itu.
"Aku juga mbak. Jangan pernah lupakan aku dan Dami ya mbak" pesan ellina.
Mobil yang menjemput mbak Fitri sudah datang. Dua koper besar serta satu kotak berisi barang penting di masukan ke dalam bagasi. Keluarganya sudah lebih dulu sampai di Jakarta kemarin.
" Aku pamit ya rat. Sampai kan salamku pada Bu warni. Dadah tampannya bibi. Cepat besar ya nanti kita ketemu lagi.." Fitri berpamitan sembari memberikan kecupan perpisahan pada wajah berisi Dami. Bocah itu masih saja terlelap dengan wajah polosnya Tak terganggu dengan suara bising di sana.
"Iya mbak. Hati hati" ellina melambaikan tangannya. Dia sedih karena orang yang paling peduli padanya disana sudah pindah. Tak dapat dia tahan air matanya untuk tidak lolos.
Mata ellina menatapi wajah Damian dengan seksama. Semakin besar wajah bayi itu semakin mirip saja dengan Arion. Tak dapat di pungkiri memang jika wajah Arion yang tampan menurun pada damian. Terkadang ellina bertanya tanya kenapa tidak mirip dirinya. Tetapi mau bagaimana lagi? Sudah terjadi.
__ADS_1
"Kamu jangan tinggalin bunda ya?.. bunda cuma punya kamu". Monolog ellina lirih. Mengelus lembut pipi gembul bayi tampan itu.
"Bunda janji. Walaupun ayah kamu gak menginginkan kamu, bunda akan kasih sayang bunda semuanya buat kamu. Kamu keberuntungan bagi bunda, bunda sangat menyayangi kamu"
"Bunda sayang kamu..." Akhirnya ellina memilih tidur sebentar bersama bayinya. Dia memang mengajukan cuti melahirkan. Dan dia mendapat keringanan dengan cuti hingga tiga bulan setelah kelahirannya serta satu bulan sebelum melahirkan.
Dan selama tiga bulan terakhir ellina terpaksa menggunakan sedikit uang tabungannya untuk kebutuhan sehari hari sebelum kembali masuk kerja. Dia memang benar benar tak punya penghasilan selain dari kafe.
...****...
๐ก๐จ๐ฅ๐ฅ๐ ๐ ๐ฎ๐ฒ๐ฌ! ๐ ๐ข๐ฆ๐๐ง๐ ๐ค๐๐๐๐ซ๐ง๐ฒ๐ ๐ฆ๐๐ฅ๐๐ฆ ๐ข๐ง๐ข?
__ADS_1
๐ฆ๐๐ค๐๐ฌ๐ข๐ก ๐ฎ๐๐๐ก ๐๐๐๐ ๐ฌ๐๐ฆ๐ฉ๐๐ข ๐ฌ๐ข๐ง๐ข. ๐ฃ๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐ ๐ฅ๐ข๐ค๐ ๐๐จ๐ฆ๐ฆ๐๐ง๐ญ ๐ฏ๐จ๐ญ๐ ๐ง๐ฒ๐ ๐ฒ๐...
๐ฌ๐๐ฆ๐๐ง๐ ๐๐ญ ๐๐ข๐ง๐ญ๐๐ก darikuโฅ๏ธโฅ๏ธโฅ๏ธ ๐ฉ๐๐ฉ๐๐ฒ๐ฒ๐ฒ.. ๐๐