
"Nanti kamu sama damian ke kantor yah?" pinta arion pada sang istri yang tengah memasang dasi pada kemejanya.
Ellina mendongak sesaat, sebelum kemudian kembali merapikan dasi di kemeja suaminya.
"Untuk apa?" tanya nya.
"Kita makan siang bersama sama. Sekalian ada yang ingin aku berikan". Jawab arion. Tersenyum bahagia, kalian tahu? Dia sedang menahan diri untuk tidak memeluk istrinya.
Meski sikap ellina tak sedingin dahulu tetapi tetap saja dia tengah menjaga kehangatan pernikahan mereka dengan tak berbuat sesuka hati.
" kenapa tidak nanti saja pulang dari kantor". Ucap ellina heran.
"Sekalian mengajak damian jalan jalan. Sudah lama dia tak di ajak jalan jalan, takutnya dia bosan di rumah". Balas arion mengalibi.
Dirinya tak sepenuhnya berbohong, dia memang ingin mengajak damian keluar bersama apalagi putranya sudah lama tak keluar di tambah dia yang sibuk karena pekerjaan.
Sekalian untuk semakin mengeratkan hubungannya dengan sang istri. Dia tak ingin ellina tertekan dengan pernikahannya akibat dia yang banyak menuntut. Intinya dia mencoba perlahan lahan meluluhkan hati ellina.
"Hm nanti kami ke sana". Ujar ellina akhirnya mengiyakan permintaan arion.
Arion tersenyum mendengar nya. Saat tangan istrinya sudah tak lagi di dasi nya tetapi beralih pada damian yang masih tertidur. Pria kecil itu semalam tiba tiba bergadang hingga jam sepuluh. Akibatnya dia masih tidur di pagi begini.
"Sayang bangun, udah siang". Ellina menepuk nepuk pipi damian. Membuat bocah itu menggeliat lalu membuka matanya secara perlahan.
"Bunda ayah". Panggil damian dengan suara seraknya khas bangun tidur.
"Kenapa boy?" arion mendekat pada sang putra yang memanggilnya.
"Gendong". Pinta damian menyodorkan kedua tangannya.
" ayah sudah wangi. Kamu cuci muka dulu baru di gendong ayah". Titah ellina pada sang bunda.
Hoam!
Damian menguap, menarik tangan ayahnya. "Ayah temani". Ujar damian. Sepertinya bocah itu sedang mode manja.
Tanpa risih sedikitpun arion menemani putranya yang membasuh muka. Lalu menggendongnya sesuai dengan permintaan nya tadi. Mereka turun ke bawah untuk sarapan.
Sudah tampak seluruh anggota keluarganya di meja makan. Terlihat prisilla yang sudah lebih dulu makan dengan porsi banyak.
__ADS_1
Setelah dirawat beberapa saat akhirnya kemarin malam prisilla di perbolehkan pulang. Dengan segala syarat yang dokter berikan padanya. Keduanya pulang dengan kebahagiaan.
"Sini sayang di dekat bunda". Ujar ellina pada damian yang masih nemplok di pangkuan arion.
Damian menggelengkan kepalanya kuat kuat. Menolak tawaran bunda nya. "Nggak mau. Mau disini sama ayah makannya". Tolak pria kecil itu.
" nggak papa el biarin aja. Damain lagi manja sama ayah nya". Nasihat mami rasti.
Ellina pun hanya mampu menghela napas. Membiarkan damian makan sembari di pangkuan oleh arion. Awalnya pria itu terlihat biasa saja. Namun lama kelamaan arion terlihat sangat kesulitan makan karena damian yang aktif. Mau tak mau akhirnya ellina turun tangan menyuapi pria itu karena damian yang masih kekeh tak mau turun.
Sarapan kali ini terasa begitu dramatis. Ellina yang makan sembari menyuapi arion karena damian yang makan di pangkuan pria itu. Mereka yang melihat interaksi manis keluarga kecil itu tersenyum bahagia.
"Jangan lupa nanti siang ya?". Ujar arion mengingatkan.
Ellina mengangguk. Selesai sarapan arion dan papi dion pamit ke kantor. Leo cuti dulu karena tengah menghadapi ngidamnya bumil yang aneh aneh.
Seperti sekarang, Prisilla yang mual mual meminta muntah di kamar yang di tempati ellina. Tak ingin di kamar mandi kamar mereka dengan kekeh hingga akhirnya leo mengalah. Heran dengan ngidam bumil satu ini.
Hoek
Hoek
Prisilla membasuh mulutnya juga wajah. Di tengkuk dan punggungnya ada tangan suaminya yang siaga mendampingi.
Tak bisa menolak leo menyiapkan nya. Membiarkan prisilla menggosok gigi menggunakan pasta gigi milik damian. Heran dengan kemauan istrinya yang sangat aneh aneh. Dia harus bersabar demi istri dan anaknya yang tengah bersemayang.
"Aneh banget ngidam nya prisilla". Celetuk mami rasti yang juga berasal di kamar ellina.
Mereka tengah menemani damian bermain sekaligus menunggu wanita hamil yang tengah ngidam itu.
" masa pengen gosok gigi pake pasta punya damian?" tanya mami rasti heran dengan kemauan menantunya.
Ellina mengangguk membenarkan. "Iya mi. Perasaan waktu ellina hamil gak seribet ini deh. Paling cuma pengen baso yang diolah berkali kali". Ujar ellina.
" oh ya?".
"Iya, waktu itu aku lagi pengen bakso yang di rebus lalu di panggang lalu di goreng terus di cincang dan di pakaikan kuah. Untung ada tukang bakso yang baik dan menuruti ngidamnya el". Ucap ellina mencurahkan kisahnya dahulu.
Saat baru dua bulan di kota x dirinya tiba tuan menginginkan bakso yang diolah berkali kali. Bahkan setelah makan satu piring pun rasanya masih kurang karena belum memakan bakso itu. Untung ada penjual bakso yang baik banget dan menuruti kemauan ngidam bumil satu itu.
__ADS_1
" benarkah? Justru mami dulu waktu hamil suami kamu pengen bihun rasa mie. Papi dion udah cari kemana mana tetap gak ketemu. Mami gak mau tahu dan kekeh pengen itu sampe nangis. Akhirnya papi mutusin buat bikin bihun sendiri pake adonan mie". Timpal mami rasti. Dirinya dulu juga ngidam aneh.
"Terus gimana rasanya?". Tanya si bungsu.
"Rasanya ancur banget, tapi tetap aja mami makan karena lagi pengen banget. Kasihan juga papi kamu waktu mami pengen tolak makanannya". Mami rasti tertawa mengingat wajahnya masam suaminya dulu saat memenuhi ngidamnya.
Ellina ikut tertawa pelan. Cerita keduanya terhenti saat prisilla keluar dari kamar mandi dengan di bopong leo. Setelah lima kali gosok gigi akhirnya wanita hamil itu mengantuk dan minta di gendong.
" di kamar mandi kita pasta giginya ganti ya? Samain kayak punya damian. Sikatnya juga pengen gambar dinosaurus." pinta wanita hamil itu.
Leo hanya mengangguk ngangguk saja mendengar keinginan nyeleneh istrinya. Ellina dan mami rasti tergelak mendengar permintaan prisilla.
.......
Siang harinya seperti permintaan arion ellina datang ke kantor bersama damian untuk makan bersama. Mereka makan di rooftop kantor yang sudah di hias secantik mungkin untuk anak dan istrinya.
Mereka tak memesan dari luar karena ellina membawa banyak bekal. Makan bersama itu di abadikan oleh arion dengan sebuah kamera kecil di sudut rooftop.
Setelah selesai makan ayah dan anak itu bermain sebentar di sana. Berlari saling mengejar bahkan main super duper an. Ellina memilih menonton saja sembari membereskan bekas makan mereka.
Keluarga kecil yang bahagia.
Seperti ucapan nya kala pagi tadi arion memberikan sebuah kotak beludru berwarna navy pada sang istri. Membuat ellina bingung dan terkejut.
"Ini apa?" tanya ellina. Menatap kotak di tangannya dengan seksama.
"Kalung, maaf kalo gak sesuai selera kamu." jawab arion.
Ellina membuka kotak beludru itu. Hingga terlihat sebuah kalung yang begitu cantik dengan liontin kecil berisi sebuah berlian bulat kecil. Sangat cantik dan elegant.
"Dalam rangka apa? Aku gak lagi berulang tahun?". Tanya ellina penasaran.
" sebagai ucapan maaf dan Terima kasihku". Ucap arion mantap.
"Maksudnya?".
"Sebagai ucapan Maaf ku belum bisa menjadi suami yang baik untuk kamu. Dan ucapan Terima kasih karena telah memberiku kesempatan untuk membuktikan ucapanku".
Ellina tak bisa berkata kata. Apalagi saat suaminya meraih kalung itu dan memasangkannya di leher jenjang dan putih miliknya.
__ADS_1
" Terima kasih". Gumam ellina pelan.
Arion melempar senyumnya dan mengangguk. "Ayo kita kembali. Damian pasti tak sabar untuk jalan jalan".