
"Aku gak bercanda pi Damian memang anak aku. Aku bahkan sudah mendonorkan darah untuk Damian. Jika kalian tak percaya aku akan melakukan tes DNA". Sahut arion menggebu. Berusaha membuat orang tuanya percaya akan hal ini.
" benar apa yang di katakan arion ellina?" tanya mami rasti. Semua tatapan kini tertuju pada ellina, menuntut jawaban akan pertanyaan mami rasti.
Ellina menggeleng pelan. "B-bukan. Dami.. " belum selesai ellina menjawab arion memotongnya lebih cepat.
"Jangan mengelak lagi ellina. Jika kamu masih mengelak aku bisa meminta dokter tadi menjadi saksi". Ujar arion tegas.
" bagaimana bisa terjadi?" tanya papi dion.
"Aku yang salah disini pi. Aku telah memperkosa ellina hingga hamil". Terang arion.
Seperti mendapat serangan jantung papi dion terhenyak sebentar. Sebelum akhirnya menyeret putranya keluar dari ruangan itu lalu menghajarnya hingga membabi buta.
Bugh!
Bugh!
" bajingan! Aku tidak pernah mengajarimu seperti itu brengsek." bentak papi dion menggebu. Dadanya bergemuruh hebat. Kecewa dengan kelakuan putranya.
Dirinya selama ini mengajarkan hal hal yang baik pada putranya hingga selalu dia banggakan. Namun lihatlah sekarang arion berbuat hal di luar nalarnya yang membuat dirinya kecewa dan murka.
__ADS_1
"Maafkan arion pi. Arion salah dan arion menyesal". Ucap arion setelah papi nya berhenti menghajarnya.
Pipinya sudah membengkak dan membiru serta darah segar yang keluar dari sudut bibirnya akibat pukulan bertubi tubi yang di berikan papinya.
" bagaimana ini bisa terjadi ar? Kenapa kamu menyembunyikan semua ini dari kami? " kini giliran mami rasti yang bertanya.
Dirinya sudah berlinang air mata mendengar putra sulungnya memperkosa putri tercintanya. Begitupun ellina yang masih terdiam dengan tangisannya.
"Maafkan arion pi. Mungkin awalnya arion hanya ingin menyelamatkan pernikahan arion dan nadia hingga tak memperdulikan perasaan ellina. Arion egois pi, arion salah.. " lirih arion.
Papi dion menghembuskan napasnya kasar dan memburu. Dadanya benar benar sakit mendengar pernyataan putra sulung yang selalu dia banggakan itu.
"Arion ingin bertanggung jawab dengan menikahi ellina. Arion akan berusaha perbaiki diri supaya bisa menjadi ayah yang baik untuk damian". Tekad arion yakin.
"Memangnya ellina mau kamu nikahi?"
Pertanyaan papi dion seolah menjadi tamparan kuat bagi arion. Harapan tiba tiba patah mendengar pertanyaan papi dion.
Menggeleng lemah arion menjawab, "arion gak tahu. Makanya arion pengen papi bantuin arion untuk membujuk ellina mau menikah. Arion ingin menembus semua dosa yang sudah arion lakukan pada El dan damian". Ujar arion.
Lagi lagi papi dion menghela napas kasar. Lalu memijat pelipisnya pelan guna menghilangkan rasa pusing akibat kelakuan anak anaknya.
__ADS_1
" kamu harus nikah dengan kak arion!"
Ucapan mami rasti membuat ellina yang tengah menangis tertunduk mendongak. Menolak keras perintah sang mami.
Dirinya menggeleng cepat dan kuat. "El gak mau mi, El gak mau nikah sama kak arion." tolak ellina.
Mami rasti mendekat lalu meraih tubuh ellina yang bergetar. Dirinya kecewa pada putra sulungnya yang mengakibatkan putri bungsunya menderita.
"Kenapa gak mau sayang? Biarkan kak arion menebus semua dosanya sama kamu dan damian dengan cara dia bertanggung jawab atas kamu dan damian". Bujuk mami rasti.
Mau bagaimana pun arion harus menebus semua kesalahannya pada ellina dan damian.
Ellina tetap menggeleng. Dirinya menolak untuk menikah dengan pria yang merupakan ayah dari anaknya. " ellina gak mau nikah sama kak arion. jangan paksa El ya mi?!" pintanya pelan.
Mami rasti menatap ellina dalam sebelum akhirnya kehilangan kesadarannya di pangkuan ellina.
"Mami!"
"Mami!"
...****************...
__ADS_1