
Bisikan bisikan dua orang bagaikan setan di telinga damian. Arion dan ellina sama sama terkikik saat kompak menjahili damian. Arion mencubit pelan pipi damian hingga bocah itu menggeliat dan tanpa sadar menepis tangan ayahnya dari pipi. Sontak saja ellina dan Arion terkekeh melihat nya.
"Udah ah jangan di gangguin. Nanti bangun ngambek lagi". Cegah ellina saat tangan suaminya hendak kembali mendarat di tubuh putranya yang masih lelap tidur.
" dia lucu banget yang, tingkahnya mirip kamu". Arion menurut pada sang istri menarik kembali tangannya. Lantas memeluk kembali istrinya dan belakang.
"Tapi wajahnya mirip kamu banget tahu. Aku sampai bertanya tanya kenapa gak mirip aku, padahal anak aku?" ujar ellina. Dia menatap ke depan di mana sang putra tidur.
"Anak kita sayang". Ralat Arion. " mungkin gen kamu kalah sama gen aku". Lanjutnya.
Ellina mendengus pelan dan memukul lengan suaminya meski tak kuat. "Dulu kamu gak mau aku hamil sampe nyuruh hilangin damian". Ujar ellina mengingat kembali kisah mereka dulu. Kalau di pikir dramatis sekali kisahnya, kalau di film kan pasti laku. Wkwkwk-bercanda<
Arion mengeratkan pelukannya, mengingat kembali ulahnya dahulu. Rasa bersalah itu kembali hadir, penyesalan karena dulu dirinya terlalu bodoh hingga membuat ellina menderita. Dia terlalu terobsesi pada nadia hingga menutup mata.
" maaf". Arion berucap pelan setelah beberapa lama terdiam.
Ellina langsung berbalik badan. Menatap sang suami yang juga menatapnya. Dia tangkup wajah itu, wajah yang kembali penuh rasa bersalah. Kini dirinya lah yang merasa bersalah karena mengingatkan kembali kisah buruk mereka.
"Hey jangan gini, aku gak papa. Maafin aku, aku gak bermaksud buat ingetin kamu lagi soal itu. Jangan gini kak". Pinta ellina pelan.
Dari awal dia menerima lamaran suaminya beberapa hari lalu dia sudah melupakan masa lalu mereka yang buruk. Dia bersungguh sungguh untuk membangun rumah tangga bahagia dengan Arion dan putra mereka.
Arion mengubah raut wajahnya. Lalu menangkup balik wajah sang istri. " aku gak papa. Emang patut di salahin karena ini kesalahan ku." ujar Arion. Mengecup bibir istrinya singkat.
__ADS_1
"Lebih baik kita bikin adik damian, yang mirip sama kamu sekarang". Ajak Arion. Memang ya, pria ini bermulut manis.
Ellina tertegun. " adik?" beonya. Dan Arion mengangguk.
"Iya sayang, bikin adik untuk damian". Sahut Arion membenarkan.
"Damian masih kecil kak masa udah di kasih adik". Protes ellina. Sekarang umur Damian memasuki dua tahun lebih.
" gak papa sayang, Damian udah cukup buat di kasih adik. Yuk kita buat, mumpung damian masih tidur. Harus rajin biar cepet jadi". Ajak arion mulai bangkit dan menindih membiarkan istrinya. Padahal semalam pria itu sudah habis habisan menggempur istrinya.
"Modus banget kamu". Ujar ellina pelan.
Ucapan berbanding terbalik dengan perilaku. Begitupun ellina yang malah menyambut ciuman sang suami yang sudah kembali bergairah. Baru saja hendak melepas bra istrinya damian bangun dan mengagetkan mereka.
Sontak arion meloncat. Begitupun ellina Yang buru buru membenarkan bajunya yang hampir terbuka.
"Sayang, kamu udah bangun?" tanya ellina. Padahal dia sendiri sudah tahu jika damian sudah bangun.
Damian mengangguk. "Bunda sama ayah lagi ngapain?" tanya nya kembali.
"Ayah dan bunda lagi olahraga sayang". Jawab ellina cepat.
Damian berusaha bangkit. Lalu naik pada tubuh bundanya. " aku juga mau olahlaga sama bunda ayah". Ujarnya bersemangat. Padahal baru bangun tidur.
__ADS_1
Ellina menatap suaminya sekilas. Sebelum akhirnya mengajak damian mengobrol di ikuti arion yang naik dan bergabung. Pria itu tidur di samping ellina dan memeluknya.
"Ayah jangan peluk bunda. Bunda bundanya aku". Bentak damian tak suka saat ayahnya memeluk bundanya.
Tangan kecilnya berusaha menyingkirkan tangan ayahnya dari tubuh sang bunda. Bukannya berhenti arion malah semakin menjadi. Pria itu dengan sengaja mencium pipi ellina di depan putranya.
Tentu saja damian berteriak kencang. Memukul ayahnya dengan tangan mungilnya karena tak berhasil melepaskan tangan ayahnya dari tubuh sang bunda.
" huaa hiks hiks.. Jangan cium bunda dami. Ayah bau pelgi..." tiba tiba damian menangis kencang. Meminta sang ayah menjauh dari bundanya.
Sontak ellina bangkit dan meraih tubuh damian. Kasihan putranya jadi korban jahil hingga menangis tersedu sesuatu. Suaminya itu memang jahil sekali, tidak sedang tidur tidak sedang bangun terus saja menjahili damian hingga bocah itu menangis baru puas. Padahal dulu pria itu terkenal dingin dan kaku.
"Cup cup cup sayang, bunda milik kamu". Ujar ellina menenangkan.
Dia melayangkan tatapan tajam nya pada sang suami yang malah tersenyum puas hingga tergelak.
" sana jangan gangguin damian lagi. Kamu mandi aja udah bau.. " usir ellina cepat cepat. Menyuruh suaminya mandi karena bau keringat yang masih melekat akibat semalam.
Arion melayangkan satu kecupan di pipi istrinya lalu kabur ke kamar mandi sebelum istrinya itu murka. Dan benar saja ellina tampak berteriak saat damian kembali menangis kencang.
"Kak!".
" sayang jangan nangis lagi. Ini bunda cuma buat kamu". Bujuk ellina.
__ADS_1
Masih dengan tangisnya damian menyentuh pipi ellina bekas ciuman Arion. Lalu memegangnya lama. "Bundanya damian". Ujarnya lirih tersedu sedu.