jodohku kakak angkatku

jodohku kakak angkatku
part 66


__ADS_3

"Maksud kamu apa kayak gitu? Kamu ingkar lagi kak. Bukannya kamu udah bilang gak akan ingkar, ini apa?" murka ellina pada arion.


Pertengkaran pagi terjadi kamar pasangan yang sudah beberapa bulan menikah itu. Ellina marah karena menemukan dua tanda merah di leher serta dadanya. Itu sudah pasti bukan karena nyamuk atau serangga lain. Dari tanda nya itu jelas karena bibir, dan dapat di pastikan itu ulah arion. Damian sendiri sudah bersama dengan oma dan opanya tadi karena merengek.


"Maaf el aku gak bermaksud." ucap arion merasa bersalah.


"Kamu udah janji loh kemarin, kenapa sekarang malah ingkar lagi. Ingat kesepakatan kita". Ujar ellina tajam.


"Maaf. Kemarin aku sudah berusaha menahannya tapi kamu malah makin.. Itu". Arion meringis. Bingung harus menjelaskan bagaimana. Kemarin dirinya sudah benar benar menahannya tapi malah ellina menariknya.


Ellina menghela napas kasar. Dirinya juga bersalah jika membahas hal itu, tapi kesepakatan awal mereka memang tak melibatkan urusan ranjang. Hal lain yang membuat ellina semakin merasa bersalah adalah karena arion memberi nafkah meski bukan nafkah batin. Dua kartu kredit pria itu ellina pegang dan pakai karena arion yang memaksanya dengan alasan untuk kebutuhan Damian yang menjadi tanggung jawabnya.


" kalau kayak gini terus mental aku yang kena kak, lebih baik kita cerai saja. Aku gak akan menghalangi kamu ketemu Damian kapanpun." putus ellina tiba tiba.


Sontak arion mendongak, terkejut hingga membola. Panik sudah mendengar kata cerai dari istrinya.


"Kenapa bawa bawa cerai sih? Jika kesalahan aku fatal maafkan aku. Tapi bisa kita tidak membahas perceraian". Bantah arion cepat. Tak setuju dengan keputusan mendadak ellina.


"Lagi pun aku cuma meminta sedikit saja perhatian darimu sebagai seorang istri. Aku tidak akan mempermasalahkan soal kewajiban mu di atas ranjang. Aku hanya meminta sedikit perhatian darimu". Ujar arion. Dadanya ikut bergemuruh akibat menahan rasa emosi nya.

__ADS_1


" ingat kesepakatan kita kak, bukankah kamu yang membuatnya?" tajam ellina.


"Yah aku tahu. Tapi tidak bisa kah kau membuka hatimu dan memberi sedikit lowongan untuk mencoba menerima ku. Aku hanya meminta sedikit saja perhatian darimu". Ucap arion frustasi. Meminta sedikit perhatian istrinya sesulit ini ternyata.


" aku tidak bisa. Jadi Lebih baik kita cerai". Ujar ellina kekeh.


"Kenapa jadi membahas cerai lagi sih?" tanya arion bingung. Tak tahu dengan isi pikiran istrinya.


" supaya kamu bisa kembali mencari perempuan tepat dan bisa memenuhi kebutuhan kamu. Toh baik sekarang maupun nanti kita tetap bercerai bukan? Jadi dari pada membuang waktu dengan menyiksa dirimu dengan mempertahankan pernikahan ini bukankah lebih baik kita bercerai dari sekarang? Supaya kamu lebih cepat mencari wanita yang tepat untuk kamu nikahi dan mampu memberimu perhatian. Aku tidak akan membatasi pertemuan mu dengan Damian". Jelas ellina panjang lebar.


Bukankah begitu kenyataannya? Baik nanti maupun sekarang mereka tetap akan bercerai. Apalagi di antara mereka tidak ada rasa cinta sedikitpun. Ini sisi ellina.


Menggelengkan kepalanya dan berjalan supaya lebih dekat dengan ellina. Sungguh, saat ini kata cerai adalah ketakukan bagi arion.


"Jangan berbicara seperti itu. Maafkan aku karena keterlaluan telah mengingkari kesepakatan kita. Aku janji tidak akan kembali mengulanginya kau bisa pegang ucapanku. Tapi aku mohon jangan bercerai el." arion memohon. Dia sudah panik dan ketakutan jika ellina meminta cerai.


Ini adalah momen yang ditunggu tunggunya. Menikahi ellina dan bertanggung jawab atas putranya, bukan mudah dia berjuang mendapat maaf dari gadis itu. Dan sekarang setelah dia mendapatkan nya mereka berpisah? Tidak mungkin.


"Kenapa kamu kekeh mempertahankan pernikahan ini yang bahkan membuat kamu tersiksa karena harus menahan hasrat. Kamu pria beristri tapi tak mendapat kesenangan batin pasti sangat menyiksa. Apa karena Damian? Sudah ku bilang aku tidak akan menghalangi kamu bertemu dengannya". Tanya ellina lagi.

__ADS_1


Arion terdiam sesaat. Jika dibicarakan dirinya memang tersiksa dengan pernikahan yang di jalani nya kini. Tetapi dia sadar ini adalah bagian dari karna nya atas perilaka yang menyakiti ellina dan Damian.


" yah, aku memang ingin bersama Damian. Aku tidak bisa jika hanya bertemu tanpa bisa menghabiskan waktu bersama. Aku sudah melewatkan dua tahun pertumbuhan nya dan dengan kita bercerai aku akan kembali melewatkan nya. Rasa bersalah ku semakin besar. Meskipun kita nanti bercerai setidaknya aku bisa merasakan lebih lama lagi bersama damian." ucap arion.


"Kalau kamu memang merasa tidak nyaman aku tidak akan menuntutmu apa apa lagi. Kewajiban istri atau apa lah meski hanya menyiapkan ku pakaian aku tidak apa. Aku berjanji tidak ada akan kembali mengingkari kesepakatan kita. Kau boleh menghukum ku apa saja jika aku ingkar lagi Asal kita tak berpisah". Tawar arion.


Memang benar. Rasa bersalahnya terhadap Damian apalagi terhadap ellina membuatnya tak bisa berpisah dari mereka. Tetapi ketakutan nya kehilangan keduanya lebih besar apalagi mendengar kata cerai.


Meski pernikahan mereka di dasari tanpa cinta arion tak mengelak jika sekarang dirinya mencintai ellina. Bahkan sudah di tekad kan dalam beberapa bulan ia akan terus berusaha melulubkan hati ibu anaknya itu.


Mendengar kata cerai adalah ketakutan terbesarnya yang sangat ia hindari.


"Aku memberimu satu kesempatan lagi, jika kamu mengingkari nya berarti kita cerai". Putus ellina. Berlaku dari hadapan suaminya untuk menyusul Damian yang telah lebih dulu keluar.


" terimakasih ". Itu adalah kata terakhir yang di dengarnya sebelum benar benar keluar dari kamar.


Arion mendengus frustasi. Memukul mukul angin kosong. Dia sudah sabar sekali menghadapi sikap ellina. Tapi rasanya kesabarannya telah di uji hingga habis.


Kemarin dirinya sudah membentengi diri dengan pertahanan dan kesabaran. Tetapi ellina malah seolah sengaja menggodanya. Dirinya yang sudah menahannya berkali kali akhirnya tak bisa lagi. Bahkan setelah ini dirinya berniat untuk mengingkari kesepakatan sialan itu. Tetapi baru saja mendengar kata cerai dirinya sudah ketar ketir. Membuatnya harus kembali menumpuk kesabaran.

__ADS_1


__ADS_2