jodohku kakak angkatku

jodohku kakak angkatku
part 76


__ADS_3

Setelah percekcokan hebat itu, ellina semakin menjauh dari Arion. Bahkan jika tidur pun dia selalu tidur awal bahkan sebelum Arion ada. Dia juga tidur dengan memunggungi suaminya.


Untuk sekarang yang dipikirkannya adalah damian. Dia tidak peduli di katakan egois oleh suaminya, hatinya sudah hancur. Yang dia fokuskan adalah membesarkan putranya dengan baik.


"Kamu kenapa el? Wajah kamu pucat sekali. Apa kamu sakit?" mami rasti bertanya.


Melihat wajah putrinya yang pucat pasi seperti orang sakit. Tentu saja dia khawatir.


"Aku cuma sedikit tidak nafsu makan mami. Tapi aku baik baik aja." jawab ellina sedikit membasahi bibirnya dengan lidah.


"Mami boleh titip Damian? Aku ingin bertemu temanku sebentar". Ujar ellina berusaha mengalihkan pembicaraan.


Dia juga tak berbohong, dia sedang ingin bertemu mbak fitri untuk menenangkan dirinya. Capek sekali setiap malam dia menangis.


Mami rasti menatap putrinya sebentar. Ellina tampak berusaha baik baik saja meski dia terlihat lelah. Pada akhirnya mami rasti mengangguk.


" serahkan saja pada mami. Tapi jangan lama bertemu temanmu". Ujar mami rasti bijak.


Ellina tersenyum sembari mengangguk. Dia meraih tas tangan serta sebuah paper bag berisi makanan untuk mbak fitri. Lalu pamit dan pergi bersama seorang sopir.


Arion berdecak sebal. Tanpa perasaan dia memerintah sang HRD untuk memecat dua karyawan baru yang tidak tahu diri itu.


"Kau pecat mereka sekarang. Berikan gaji mereka selama bekerja dan pastikan mereka aman untuk keluar dari perusahaan". Titah Arion tegas tak terbantah.


Reni sontak mengangguk patuh. " baik sir, akan saya lakukan". Ujarnya. Arion mengangguk.

__ADS_1


"Saya permisi". Reni keluar dari ruangan sang di rektur.


Arion melemparkan berkas dokumen dengan kasar. Dia raup wajahnya tak lembut dan menghembuskan napasnya dengan berat.


Belum selesai masalah rumah tangganya dan kini di tambah masalah perusahaan nya. Dua karyawan yang minggu lalu dia suruh selidiki ternyata memang tidak koefisien dalam bekerja. Membuatnya tak segan memecat dua wanita banyak gaya, banyak omong itu.


" Ronnie kau cari kembali dua karyawan pengganti. Kali ini jangan sampai ada kesalahan lagi, hingga ku dengar ku penggal kepalamu". Perintah sang di rektur bak seorang tiran yang mengerikan.


Ronnie menelan ludah nya kasar. Mengangguk dan mengatakan siap tuan. Dalam hati dia sangat merutuki sikap arogant tuannya yang sedang mode kejam itu.


Memijat pelipisnya Arion bangkit dari duduk. Dia berdiri dan memandang luasnya kota jakarta dengan gedung gedung tinggi.


Memikirkan masalahnya akhir akhir ini membuat pria itu menghembuskan napasnya kasar. Melihat perubahan sikap istri nya yang semakin dingin membuatnya menyadari ucapannya yang keterlaluan. Bahkan dengan tak sengaja membentak sang istri.


Setelah berpikir berkali kali dan menenangkan emosinya pria itu menjadi merasa bersalah pada istrinya. Apalagi sikap dingin mereka begitu di perhatikan oleh orang tuanya. Dan hal yang paling menakutkan kan adalah Damian menjadi korban.


"Sepuluh menit lagi ada meeting bersama cycom group. Siangnya kita ada pertemuan mengenai mega proyek bersama beberapa petinggi di hotel indahindo". Beritahu Ronnie membacakan jadwal tuannya hari ini.


" kita berangkat sekarang". Ujar Arion.


Berbalik dan berjalan keluar dari ruangan nya di ikuti sang asisten. Sekertaris nya sudah lebih dulu berada di ruangan meeting di lantai satu.


Namun di tengah perjalanan Arion malah melihat istrinya yang sedang memberikan sebuah kotak bekal pada seorang laki laki yang merupakan karyawan nya. Tak lupa senyum manis yang dari bibir yang seharusnya sudah dia nikmati dua hari lalu jika tak menahannya.


Hatinya panas. Tangannya mengepal dengan pandangan nya yang kian menatap nyalang. Dia hendak menghampiri nya namun ellina lebih dulu keluar dari sana di antar pria itu.

__ADS_1


Tanpa sadar Arion meninju kosong angin di depannya. "Sialan kau! Awas saja jika aku dapatkan dirimu ku buat hamil kau!" ujarnya marah.


Dengan kondisi rumah tangganya yang sedang tak baik baik saja, ellina malah enak enaknya tertawa bersama pria lain. Lebih parahnya lagi dia memberikan kotak makan pada pria itu di banding suaminya sendiri.


"Anda tidak papa sir?"


Pertanyaan Ronnie menyadarkan Arion dari lamunannya. Pria itu harus menahan amarahnya dan menyelesaikan meetingnya. Kedua pergi ke ruangan meeting yang sudah di siapkan.


....


"Jangan seperti itu ellina. Kamu tahu aku juga marah saat tahu kamu membohongi ku dengan nama palsu kamu. Untung saja ada mas reza yang nasihatin". Ujar mbak fitri.


Sesi curhat itu sudah di mulai sejak bayi afriza tidur siang. Sebelum kesini ellina mengantarkan kotak makanan yang di pesan mbak fitri untuk mas reza. Mbak fitri memang meminta tolong padanya dengan menitipkan kotak makan itu. Dia tak bisa memberikan secara langsung karena afriza yang sedang sakit.


" maaf mbak aku gak maksud ". Ujar ellina merasa bersalah kebohongan nya terbongkar akibat mas reza yang membocorkan.


"Kamu jangan seperti itu. Lari dari masalah gak bakal nyelesain masalah el, kamu diam malah semakin membuat keadaan tidak baik baik saja". Mbak fitri mencoba menasehati temannya yang curhat mengenai masalah nya bersama sang suami.


" aku gak diam bak. Aku cuma kasih jarak supaya dia tahu dengan kesalahan dia". Elak ellina.


"Disini yang salah bukan cuma dia, kamu juga salah. Dari awal kamu tahu pesan itu dari yang gak di kenal alias teror. Kenapa nggak tanya langsung sama suami kamu dan cari tahu kebenarannya. Bukan malah mendiamkannya seperti itu".


Ellina menghela napas. Serba salah sekali dirinya. Tak Terima juga dia di salahkan. "Tapi aku juga memang gak percaya sama poto itu mbak. Aku diem cuma buat mikir sebentar soal kebenaran poto itu. Tapi dia malah lebih dulu merebutnya dan menurutku yang tidak tidak. Gimana gak sakit coba?! " kesal ellina dengan mata yang berkaca kaca. Mengingat kembali ucapan suaminya yang begitu menyakitkan.


Fitri menghela napas dengan sifat keras kepala ellina. Heran sekali dengan wanita di depannya.

__ADS_1


"Disini mbak gak mau menyalahkan siapa siapa. Tetapi menurut mbak kamu selesain masalah ini dengan baik baik. Berbicara dengan kepala dingin jangan dengan emosi. Cari solusi terbaik untuk masalah kalian yang nggak berakibat fatal pada Damian. Pikirkan perasaan Damian. Kasihan dia masih kecil harus menjadi korban penceraian. Mbak berharap sebisa mungkin kalian menghindari penceraian". Nasihat bijak mbak fitri membuat ellina melamun hebat.


__ADS_2