jodohku kakak angkatku

jodohku kakak angkatku
part 50


__ADS_3

Seperti niat leo kemarin malam ini keluarga damarta bersiap siap untuk menuju rumah besar keluarga prisilla. Semua hantaran telah masuk ke dalam bagasi dia mobil hitam itu.


"Bi, kamu sama kak arion saja yah. Mami sama papi mau nemenin kak leo". Titah mami rasti.


Mau tak mau ellina mengangguk. Dengan terpaksa dia satu mobil dengan arion. Dia masuk ke kursi belakang dengan Damian di pangkuannya. Dan arion tak dapat mencegahnya.


Di dalam mobil keduanya sama sama membisu. Hanya terdengar celotehan Damian yang senang melihat bangunan bangunan tinggi serta kendalanya yang dilihatnya.


" 𝘯𝘥𝘢 𝘵𝘶 𝘢𝘱𝘢?" 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘋𝘢𝘮𝘪𝘢𝘯. 𝘛𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘪𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘯𝘫𝘶𝘬 𝘬𝘦𝘯𝘥𝘢𝘳𝘢𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘪 𝘥𝘪 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢.


"Itu namanya bus sayang". Jawab ellina dan damian hanya membulatkan mulutnya.


" 𝘸𝘢𝘢𝘢𝘢𝘢𝘢𝘸 𝘯𝘥𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘤𝘶𝘥𝘢 𝘯𝘥𝘢 𝘵𝘶 𝘤𝘶𝘥𝘢 𝘯𝘥𝘢𝘢!" 𝘥𝘢𝘮𝘪𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘭𝘰𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘭𝘰𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘣𝘶𝘢𝘩 𝘬𝘶𝘥𝘢 𝘥𝘦𝘭𝘮𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘯𝘨𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘱𝘢𝘳𝘬𝘪𝘳 𝘬𝘢𝘯.


"Iya sayang itu kuda". Ellina menjawab seadanya.


"𝘜𝘯𝘥𝘢 𝘤𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘰𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘶𝘭 𝘥𝘪 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯? "


Tiba tiba Damian bertanya dengan lirih saat melihat beberapa pengemis yang duduk mau pun tertidur di pinggiran jalan. Wajah putra kecilnya itu tiba tiba sendu.


Ellina mengerti tatapan Damian. Dia mendudukan Damian kembali di pangkuannya. Lalu mencoba memberi pengertian pada damian.

__ADS_1


"Mereka tidur di jalan karena mereka tidak memiliki rumah untuk pulang tidak seperti Damian yang punya rumah untuk pulang". Jelas ellina pelan.


Wajah Damian seketika muram dengan tubuh yang langsung bersandar pada dada bundanya. " kacihan". Damian melirih.


Tanpa mereka sadari arion sedari tadi memperhatikan mereka lewat central mirror. Dirinya tersenyum tipis melihat kesenangan Damian saya di jalan membuatnya lebih pelan dalam membawa mobil.


Entah kenapa hatinya sangat hangat saat melihat percakapan anak dan ibu itu. Tak bisa dia pungkiri dirinya kagum dengan cara ellina mendidik Damian. Dalam hati jika terbukti Damian putranya dia sangat berterima kasih pada ellina yang tak menuruti perintahnya untuk melenyapkan janinnya kala itu. Bahkan dengan ikhlas dia mengorbankan masa depannya untuk mengurus dan membesar kan putranya.


Sampai di rumah keluarga prisilla mereka turun dan bersiap siap. Mengambil semua hantaran yang akan mereka berikan pada keluarga prisilla.


Tanpa menyia nyiakan waktu papi dion mengatakan niatnya yang datang untuk melamar prisilla untuk putranya. Setelah acara penyematan cincin kedua pasangan keluarga damarta di giring menuju ruang makan.


Setelah makan malam mereka mengobrol sebentar untuk menentukan tanggal pernikahan. Setelahnya keluarga pamit pulang karena takut kemalaman apalagi ada Damian.


"Kamu kenapa el?" tanya arion khawatir.


Ellina menggeleng pelan. "Tidak papa". Ketus ellina. Tatapannya beralih pada Damian.


" sayang bunda mau keluar sebentar, kamu mau ikut?" tanya ellina pada sang putra yang sebenarnya sudah mengantuk itu. Dan Damian mengangguk.


Dengan Damian di gendongan nya ellina keluar dari mobil. Dirinya tiba tiba ingin bab dan sudah tak bisa di tahan.

__ADS_1


Di dalam toilet ellina menyelesaikan hajatnya dengan Damian dalam pangkuannya. Putranya benar benar tak bisa lepas darinya jika sedang mengantuk.


Sebelum keluar ellina menyempatkan diri untuk merapikan pakaian nya di depan wastafel toilet. Dia yang berdiri otomatis Damian tidak bisa dia pangku. Damian hanya berdiri di samping kaki bundanya sembari berpegangan pada pakaian ellina.


Di tengah kesibukan nya ellina tak sadar jika Damian melepaskan pakaiannya. Damian yang melihat seekor anak kucing tertarik dan langsung mengejarnya keluar dari toilet itu.


Ellina yang baru saja selesai terkejut saat tak mendapati Damian di samping nya. Wanita dua puluh tahun itu berteriak dengan memanggil nama Damian berharap bisa menemukan puteranya.


"Damian! Damian!" teriak ellina.


"Mbak lihat anak kecil laki laki tidak? Tingginya sekitar segini sekitar sini?" tanya ellina pada salah satu perempuan yang sedang mengantri.


Perempuan itu menggeleng. Dirinya tidak melihat anak kecil yang di maksud mbak di depannya.


Ellina frustasi. Berlari keluar untuk mencari Damian. Dadanya bergemuruh hebat karena khawatir dan cemas Damian kenapa napa. Dia masih sangat kecil dan ellina pasti mengkhawatirkan nya hingga matanya akan menangis.


Baru saja mata ellina berkaca kaca dirinya menemukan Damian yang tengah mengejar seekor kucing ke tengah jalan. Buru buru ellina berlari kencang apalagi saat melihat sebuah mobil melayani kencang dari arah lawan namun naas belum sempat tangan ellina meraih tubuh Damian sudah terpental pada pinggir jalan.


"Damian!" teriak ellina.


Ellina menangis. Lemas tubuhnya dan berlari buru buru meriah Damian yang sudah tak sadarkan diri berlimbah darah. Air mata terus mengucur dari matanya seiring tubuhnya yang bergetar. Dia merasa salah menjadi seorang ibu.

__ADS_1


Tak lama arion datang dengan wajah panik. Dirinya curiga karena ellina dan damian yang tak kunjung datang di tambah banyak kerumunan orang yang mengerumuni sesuatu.


"Ayo kita bawa ke rumah sakit". Ujar arion tegas.


__ADS_2