jodohku kakak angkatku

jodohku kakak angkatku
part 71


__ADS_3

"Hati hati di jalan". Pesan arion pada anak dan istrinya. Tak lupa memberikan kecupan pelan pada sang anaknya.


Ellina serta damian keluar dari gedung berlantai 78 itu. Berdiri menunggu mobil yang menjemput mereka.


Saat tengah menunggu entah kebetulan atau apa dirinya bertemu lagi dengan mantan istri suaminya, ya nadia. Wanita itu dengan anggunnya berjalan ke arahnya dengan tas mewah dan kacamata hitam di matanya.


Merasakan aura berbeda ellina memindahkan damian ke sebelah kirinya.


" Hai kita bertemu lagi". Sapa nadia.


Wanita itu melepaskan kacamata dan menatap ellina dengan senyum remeh.


"Sayang ayo kita pulang". Ajak ellina pada damian. Mereka hendaklah beranjak dari sana.


" oh kau sudah memiliki anak?" tanya nadia pura pura terkejut.


Padahal dirinya sudah tahu jika adik dari mantan suaminya itu sudah memiliki anak, sialnya itu adalah anak arion. Dirinya sempat terkejut dan marah saat mendengar fakta itu. Namun niatnya sudah tak bisa di ubah untuk mendapat kan kembali arion.


Setelah perceraian nya dengan arion dia di paksa menikah dengan pria yang sudah beristri oleh orang tuanya. Karena tak ingin membuat keluarganya semakin malu akhirnya dia menikah dan menjadi istri kedua.


Pernikahan itu adalah awal penderitaan nya. Dia sering di kasari dan tak di beri nafkah oleh suaminya. Luka lebam bahkan sudah tak asing baginya akibat tamparan atau pukulan suaminya.


Keponakannya yang ternyata bekerja di kafe prisilla yang di kelola oleh ellina memberitahu nya tentang fakta itu. Dia terkejut mendengar ellina telah memiliki anak meski saya itu ia belum tahu jika anak yang lahir itu anak mantan suaminya.


Dan dengan sengaja dia meminta wita, keponakannya untuk menyebarkan berita miring tentang ellina. Sebenarnya dia tak sebenci itu pada ellina hanya saja dulu dia pernah dendam karena gebetannya lebih menyukai ellina yang usianya terpaut empat tahun lebih muda darinya.


Tetapi kebencian itu semakin menguat satu mendengar jika ellina menikah dengan arion karena damian yang ternyata putra pria itu.


Dia yang masih mencintai arion berniat untuk menghancurkan pernikahan itu dan kembali memiliki arion.


"Maaf kami sibuk". Ujar ellina dan hendak kembali berlalu. Mencoba tak memperdulikan mantan istri suaminya itu.


" jadi kau kabur karena hamil setelah menjadi wanita malam?" tanya nadia dengan sengaja.


Sontak saja ellina yang sedari tadi diam murka mendengar penuturan tak senonoh nadia. Dia pun buru buru menutup kedua telinga damian supaya pria kecil itu tak mendengar kata kata buruk dari wanita di depannya.


"Maaf nyonya nadia yang terhormat. Tolong jangan sembarangan Menuduh, saya bukan wanita seperti anda". Balas ellina cepat membalikan kata kata nadia.


Nadia yang mendengar ucapan ellina sontak memelotot. Tak menyangka wanita di depannya akan membalikkan kata katanya.


" wanita kurang ajar". Gumam nadia pelan. Kesal sekali dengan wanita di hadapan nya.

__ADS_1


Namun secepat kilat dia rubah raut wajahnya. Mencoba untuk tak terpancing oleh omongan sang lawan yang menurut nya tidak apa apa.


Nadia berjongkok berusaha mendekati damian. "Hai ganteng, siapa nama kamu?". Tanya nya berusaha mendekatkan diri.


Sebelum mendekati ayahnya bukankah harus mendekati anaknya dahulu. Soal bunda nya itu bisa di singkirkan dengan mudah. Pikirnya.


" bunda takut. Mau pulang". Tiba tiba damian merengek meminta pulang pada bunda nya. Sepertinya pria kecil itu takut dengan wanita yang berbicara dengan bunda nya.


"Iya sayang kita pulang". Ujar ellina mengeratkan genggamannya.


Namun belum sempat mereka pergi nadia sudah mencekal lengan kecil damian. Menariknya mencoba untuk membuat bocah itu mendekat padanya.


"Tunggu dulu, tante mau kasih sesuatu kamu mau gak?". Ujar nadia berusaha membujuk. Wajahnya sudah dia buat seimut mungkin.


" enggak! Aku nggak mau! Bunda mau pulang". Damian semakin merengek sembari meminta bunda nya membantu melepaskan cekalan nadia.


"Maaf nyonya tolong lepaskan tangan anak saya". Ujar ellina sembari mencoba melepaskan cekalan tangan nadia pada putranya yang ternyata begitu kuat.


" sebentar. Sini sayang sama tante, tante banyak mainan lo buat kamu. Sini sama tante". Nadia masih berusaha membujuk. Bahkan tanpa sadar cekalan nya menguat karena ellina yang berusaha membukanya.


"Aaaaa enggak mau bunda. Mau pulang Tangan Damian sakit bunda, hikss bunda mau pulaaaang!" damian berteriak dengan menangis.


Sampai sampai beberapa orang yang melihat mendekat pada mereka. Penasaran dengan apa yang terjadi.


Tiba tiba arion datang dan langsung melepaskan genggam anak tangan nadia pada putranya. Pria itu terlihat untuk dengan kejadian yang menimpa putra dan istrinya.


Tadi ronnie mengabarinya jika dia melihat nadia di bawah. Tak menunggu basa basi arion langsung turun untuk memastikan kondisi istri dan anaknya. Dan benar saja terjadi masalah di sana.


Buru buru arion memangku damian yang masih menangis. "Apa yang kau lakukan nadia? Jangan membuat ulah di kantorku?". Ujar arion tegas. Dia tak suka dengan


kedatangan nadia yang mengusik keluarganya.


" apa? Aku hanya ingin mengenalnya, tapi adikmu malah menghalangi nya". Jawab nadia dengan sengaja menuduh ellina.


"Jangan mengada ngada nadia, ellina tak mungkin berbuat seperti itu. Kamu jangan bikin malu di kantorku". Sergah arion.


Nadia menatap pria yang masih di cintainya dengan sayu. "Aku tidak bermaksud membuat keributan. Maafkan aku, aku hanya mencoba mendekat pada damian". Jawab nadia dengan lirih. Berharap arion akan memaafkannya.


" ayah mau pulang". Pinta damian pelan. Tangisnya belum sepenuhnya reda. Hingga pipi dan hidungnya terlihat memerah.


Arion menepuk pelan punggung damian. Menenangkan putranya yang baru saja menangis. "Iya kita pulang." jawab arion.

__ADS_1


"Ayah? Dia anakmu?" tanya nadia pura pura terkejut. Nadanya tampak meninggi.


"Iya dia anakku. Dan aku minta kamu jangan pernah mengganggunya". Peringat arion tegas.


Nadia tertawa hambar. Seolah tak percaya dengan ucapan pria di depannya. " kamu jangan bercanda ar, tidak mungkin dia anakmu. Dia anak adikmu, kamu om nya bukan ayahnya". Tepis nadia. Sungguh aktingnya sangat sangat bagus hingga memungkinkan nya masuk ke nominasi Grammy.


"Aku tidak bercanda, dia memang anakku. Lebih tepatnya anakku dan ellina. Damian putra Kami, jadi jangan pernah kamu mengganggu atau muncul di hadapanku lagi". Ucap arion lantang.


Tak memperdulikan kesepakatan pria itu merengkuh pinggang istrinya dan mendekat padanya. Lalu meminta asistennya untuk membawa pergi nadia.


" ronnie kau bawa dia pergi. Dan jangan sampai wanita ini masuk lagi ke sini". Titah sangat atasan pada sang bawahan.


"Baik tuan".


Ronnie buru buru menyeret paksa nadia keluar. Meski wanita itu berkali memberontak bahkan berteriak keras seperti orang gila.


" arion maafkan aku. Aku ingin bicara sama kamu. Jangan mengusir ku."


"Aku akan kembali dan aku pastikan kau akan jadi milikku lagi". Teriak nadia dengan keras seperti orang gila.


Arion tak mempedulikan teriakan mantan istrinya itu. Dan memilih mengecek keadaan anak dan istrinya.


" kalian tidak papa? Apa ada yang terluka?". Tanya arion dengan nada khawatir.


"Aku tidak papa. Tapi sepertinya tangan Damian terluka, tadi di cengkram kuat oleh kak nadia". Jawab ellina pelan. Mengecek tangan Damian yang ternyata memerah.


" ayo kita obati dulu. Kalian pulangnya nanti saja". Ucap arion. Ellina hanya menurut saja.


"Kalian semua kembali bekerja!" perintah arion tegas pada karyawan nya yang tadi menonton. Mereka mengangguk dan buru buru kembali ke tempat kerja mereka.


Arion membawa ellina kembali ke ruangannya. Tak lupa meminta es batu untuk tangan damian yang memerah.


Ellina mengompres tangan Damian yang memerah tadi. Pria itu hanya diam saja sembari memeluk erat ayahnya sepertinya masih takut. Ellina merasa kasihan melihat wajah putranya yang masih memerah karena menangis.


"Maafkan aku karena tidak bisa menjaga kalian. Setelah ini aku tidak akan membiarkan nadia kembali melukai kalian" ujar arion penuh sesal.


Ellina menghentikan kompresan nya sebentar, lalu menatap suaminya. Tak lama karena dia kembali memalingkan wajahnya dan mengompres tangan Damian.


"Tidak papa, lupakan saja. Yang penting kami tidak kenapa napa". Jawab ellina.


Arion tersenyum tipis, istrinya sangat baik dan cantik. " maafkan aku juga karena telah sembarangan memegang pinggang mu". Ujar arion kemudian.

__ADS_1


Ellina yang sedang anteng tertegun mendengar ucapan arion. Tak menyangka pria itu akan mengatakan hal seperti itu. Padahal dirinya tak mempermasalahkan hal itu, dia juga tak merasa arion telah mengingkari janjinya.


Entah dia yang memang merasa wajar atau arion yang berusaha menepati janjinya. Atau dirinya yang sudah dapat menerima keberadaan suaminya itu?


__ADS_2