jodohku kakak angkatku

jodohku kakak angkatku
part 47


__ADS_3

" el kamu akan membawa damian bekerja?" tanya mami rasti.


Ellina mengangguk. "Iya mi aku akan bawa damian bekerja. Di sana dia tak akan kesepian karena ada caca serta beberapa karyawan yang selalu mengajaknya bermain saat aku bekerja". Ujar ellina.


Mami rasti mengangguk, meski rasa sesuatu itu ada. " kalau bisa kamu bekerjanya jangan sampai malam el. Mami khawatir sama kamu dan damian. Mami juga ingin menghabiskan banyak waktu bersama cucu mami". Nasihat mami rasti.


"Iya el. Kami juga ingin menghabiskan waktu bersama cucu kami". Kata papi dion setuju dengan ucapan isterinya.


Ellina tersenyum simpul. "Aku usahakan mi pi. Tidak akan malam, tetapi entah jika sore". Ucapnya.


Ellina menatap damian yang berada di gendongan opanya. Pria kecil itu sudah tampan dan wangi karena ellina memandikan nya tadi. Mami rasti dan papi dion pun tak henti hentinya menciumi wajah damian.


Arion yang akan berangkat bekerja berhenti di hadapan kedua orang tuanya yang sedang menggendong damian. Dan itu sangat dekat dengan ellina yang sedang memandang putranya.


Ellina menoleh kebelakang dan sontak terkejut dengan kehadiran kakaknya. Gadis itu buru buru menjauh dan berdiri di samping mami rasti.


" arion berangkat mi pi. Leo sudah lebih dulu tadi". Pamit arion yang di angguki orang tuanya.


Dan dengan sengaja arion mendekat pada damian dan menciumi wajah tampan yang mungkin memang putranya itu. Dia tak menghiraukan tatapan tajam yang ellina layangkan padanya seolah melarangnya untuk mendekati damian.


"El kau pergi bersama kak arion saja ya supaya lebih aman". Titah mami rasti yang langsung membuat ellina ketar ketir.


" kamu gak papa kan ar mengantarkan ellina dan damian terlebih dahulu?" tanya mami rasti pada sangat anak sulung.


Arion mengangguk tanpa menoleh. Tentu saja dia tak akan menolak apalagi menyangkut damian.


" nggak perlu mi, aku bareng mang amin aja." tolak ellina.


"Kamu berangkat dengan kak arion saja ya El. Mang amin akan temenin papi mengecek anak perusahaan di luar kota". Ucap papi dion.


Ellina menatap orang tuanya sekejap. Mencoba untuk menolak namun rasanya seperti percuma. Lalu pandangannya beralih pada arion yang seperti cuek acuh saja. Tapi ellina yakin jika arion pasti merencanakan sesuatu.


" ellina naik bus saja mi". Celetuk ellina akhirnya.

__ADS_1


"Nggak bisa el, apalagi kamu bawa damian. Memangnya kenapa kalau pergi bersama kak arion? " sahut maki rasti cepat. Tidak setuju sekali dengan keputusan ellina.


"Bukan begitu. El hanya tak ingin merepotkan apalagi ini sudah siang pasti akan telat ke kantor." ujar ellina mencoba memberi penjelasan tentang penolakan nya.


"Tidak perlu khawatir, kalau pun aku telat aku tidak mungkin di pecat. Dari pada nanti kamu dan damian berdesakan di dalam bus, apalagi damian masih kecil" ujar arion akhirnya ikut membujuk ellina.


"Benar tuh El kata kakakmu. Sebaiknya kamu pergi bersama arion saja. Dia juga tidak papa mengantarkan kamu". Ucap mami rasti.


Mau tak mau ellina menyetujui permintaan mami Rasti. Dia pun berangkat bersama arion serta damian.


" di depan ellina". Titah arion dingin saat melihat ellina duduk di belakang bersama damian.


"Nggak perlu. Aku di belakang saja". Tolak ellina.


" aku bukan supir kamu!" ucap arion menoleh ke belakang.


"Memangnya siapa yang menyebutmu sopir? Kalau emang kamu gak mau nganterin kami yaudah, kami bisa pergi naik taksi". Putus ellina hendak turun kembali.


" tidak. Baiklah kau tetap di sana." akhirnya arion mengalah. Berdebat dengan gadis keras kepala memang sulit.


...


"Bagaimana menurutmu el apa aku cantik?" tanya prisilla menanyakan penampilan nya pada ellina.


Ellina mengangguk menatap penampilan prisilla yang menurutnya sempurna. "Lo udah cantik banget sil. Emang mau kemana? " tanya ellina.


"Gue mau keluar sama kakak lo. Tiba tiba aja dia ngajak gue jalan jalan". Jawab prisilla dengan menganalisis senyumnya.


Memang tadi saat dirinya sedang menemani damian bermain leo tiba tiba mengajak nya keluar untuk jalan jalan. Prisilla yang memang sedang mumet pun akhirnya menyetujuinya.


" kakak? Kak leo maksudnya?"


Jelas prisilla mengangguk. Mana mungkin arion yang mengajaknya keluar orang pria itu manusia komputer.

__ADS_1


Tiba tiba saja ellina menatap misterius prisilla. Menahan senyumnya untuk tak mengembang hingga memperlihatkan giginya. Sepertinya ada yang siap siap bertemu jodoh.


Ting!


"Ah leo udah di depan katanya. Gue pergi dulu ya el, lo mau nitip". Ujar prisilla dengan perasaan yang berbunga bunga.


Ellina terkekeh melihatnya. " yaudah sana have fun. Gue mah apa aja juga di makan". Ucap ellina diiringi candaan.


Prisilla mengangguk dan buru buru keluar menghampiri leo yang sudah tampan degan setelan nya. Keduanya pergi dengan modus jalan jalan.


Saat sore tiba ellina terkejut kalau mobil arion sudah stand by di sana. Niatnya dia akan pulang menggunakan taksi, namun urung kala melihat mobil ayah putranya.


"Kakak ngapain disini?" tanya ellina.


"Aku menjemputmu dan damian. Papi yang nyuruh karena dia masih di luar kota". Ujar arion.


Tanpa menjawab ellina masuk ke dalam mobil. Namun alangkah terkejutnya dia saat melihat kursi belakang yang penuh dengan barang barang hingga dirinya tak mampu untuk duduk. Apalagi dia tengah menggensong damian yang tertidur.


Ini pasti akal akalan arion batin ellina menggebu.


Dirinya terpaksa duduk di samping arion yang mengemudi dengan damian tertidur. Arion tersenyum tipis melihatnya, dia lakukan mobilnya pergi dari kafe.


Ellina melonggarkan gendongannya pada damian. Lalu mengelap keringat yang bercucuran dari dahi sang putra. Lalu di kecilnya beberapa kali kening damian. Dia gak berniat untuk berbicara sedikitpun.


Saat sampai di rumah arion turun terlebih dahulu. Lalu memerintah bibi art untuk membawa barang barangnya. Setelahnya dia membukakan pintu untuk ellina serta putranya keluar.


Ellina menoleh sekilas. Enggan sekali mengucapkan Terima kasih tapi dirinya merasa sangat terbantu oleh arion. Tangannya yang memegang arion kesemutan hingga sulit untuk ia gerakan. Apalagi menahan berat damian yang kini telah besar.


" Terima kasih". Ucap ellina pelan. Sangat pelan bahkan hingga hanya arion yang mendengar.


"Sama sama. Jika boleh biar kau bantu menggendong damian?" tawar arion.


Mata ellina menajam. Menatap arion dengan kesal. Melunjak sekali pria ini.

__ADS_1


"Jangan keterlaluan!" peringat ellina tegas lalu berlalu masuk ke dalam rumah.


Meninggalkan arion yang mematung. Dalam hati dia bertekad keras jika terbukti bahwa damian adalah putranya sungguh, dia bersumpah tidak akan melepaskan ellina dan putranya.


__ADS_2