
"Aku yakin damian adalah putraku". Celetuk arion menghentikan ellina yang hendak masuk ke dalam rumah.
" maksud kamu apa? Bukannya sudah ku bilang damian tidak ada hubungannya denganmu. Dia bukan anakmu, tidak bisa kah kau menerima itu?"
Ellina tak suka saat arion dengan yakin menyebut damian adalah putranya. Tidak ingatkan pria itu saat dirinya mengatakan ia hamil dan dengan mudahnya arion menyuruhnya untuk melenyapkan darah dagingnya sendiri.
"Aku tidak percaya. Ayo kita tes DNA! "
Ellina memelotot tajam pada arion. "Mau kamu apa sih? Aku sudah turuti semua keinginan kamu termasuk mengugurkan janin ku waktu itu. Dan sekarang kau ingin melakukan tes DNA pada damian. Aku tegaskan damian bukan putramu dan tidak ada hubungannya denganmu!" tegas ellina murka.
Arion menatap ellina sayu. "Kenapa tidak boleh? Kau pikir aku akan percaya dengan karangan ceritamu tentang kau dan damian? Jika memang dia bukan putraku, harusnya kau tidak takut jika ku ajak damian tes DNA". Jelas arion panjang lebar. Nadanya lebih lembut dari pada ellina yang membentaknya.
Ellina mendengus kasar. " setelah kau melakukan tes DNA dan jika benar damian adalah putramu, kau akan melenyapkan ku dan damian begitu? Seperti ancaman mu waktu itu iya hah?!" hardik ellina tajam.
"Tidak!" sergah arion cepat. "Kenapa kau berpikir begitu? Tidak mungkin aku membenci putraku sendiri. Jika pun terbukti bahwa damian adalah anakku aku akan bertanggung jawab pada damian dan kanu. Ujar arion tegas.
Berdecih pelan ellina mencebikan bibirnya. " putra? Putra mana yang kau maksud? Ingat ya kak putramu yang kau bilang itu sudah tidak ada bahkan sebelum dia lahir kedunia. Dan yah, lupakan niatmu itu karena aku bahkan tak sudi menikah denganmu!". Tekan ellina tajam. Berlalu pergi meninggalkan arion masuk ke dalam rumah. Dalam hati dia meminta maaf pada sang putra.
Tangan arion mengepal ringan. Tatapannya seolah mengisyaratkan rasa bersalah nya yang besar. Entah kenapa dia merasakan denyutan hebat di bagian dadanya.
__ADS_1
....
"Leo bagaimana dengan lamaran nya? Apa prisilla menyetujuinya?" tanya mami rasti.
"Iya kak. Bagaimana dengan jawaban prisilla?" ellina ikut bertanya.
Dengan senyum anehnya leo duduk di samping ellina. Seperti orang gila pria itu tersenyum dan terkekeh sendiri sembari menatap langit langit.
"Lamaran ku di Terima mi". Ujarnya senang. Bahkan jika boleh dia akan berguling guling di lantai sekarang.
" syukurlah kalau begitu. Kau bilang kapan orang tuamu akan datang ke rumahnya?" tanya mami rasti lagi.
Mami rasti mengangguk. Di otaknya sudah tersusun seribu rencana untuk lamaran besok. Dia harus melakukan yang terbaik untuk besok malam.
" el damian menangis". Papi dion datang dengan tergopoh gopoh sembari menggendong damian yang menangis.
"Damian kenapa pi?" ellina bertanya sembari meraih Damian yang terus menangis.
"Tadi papi ajak dia tidur. Baru saja terlelap dia tina tiba bangun dan menangis mencari kamu". Ujar papi dion.
__ADS_1
Niatnya dia ingin tidur dengan cucu pertamanya itu. Tetapi baru saja dia berhasil menidurkan damian bocah itu bangun kembali dan menangis sembari menyebut nama ellina.
" damian memang tidak bisa tidur jika tidak menyusu dahulu meski dia sudah minum susu formula." ujar ellina.
Dia menepuk nepuk pelan punggung damian lalu mengusap kepalanya.
"Nda inin tidul nda". Rengek Damian dalam Tangisnya.
Ellina mengusap ngusap punggung Damian lembut. " iya sayang kita tidur."
Mami rasti tampak terkejut mendengar ucapan ellina. " benarkah? Sama seperti arion dahulu waktu kecil. Dia juga tak bisa tidur jika tidak menyusu dulu padahal sudah minum susu formula. Tapi leo tidak seperti itu". Ucap mami rasti.
Ucapan mami rasti membuat ellina tertegun. Benarkah dulu arion juga seperti itu? Dari pada memperdulikan pikirannya yang sudah melayang jauh ellina memilih pamit untuk menidurkan damian.
"Aku mau menidurkan damian dulu". Dia berlalu dari sana.
Tanpa ellina sadari arion mengukir senyuman tipis. Dia memang tak bersuara tapi justru dia lah yang paling bahagia saat ini.
" aneh sekali, damian banyak sekali kesamaan nya denganmu kak". Ujar mami rasti menoleh pada aron yang sedari tadi hanya diam menyimak.
__ADS_1
Pria itu melempar senyum tipisnya yang begitu menawan.