jodohku kakak angkatku

jodohku kakak angkatku
part 75


__ADS_3

Kesalahan pahaman yang membuat ellina menghindar dan bersikap dingin pada suaminya sendiri tak kunjung selesai. Semakin hari jarak di antara mereka semakin terasa. Bukan Arion yang menginginkan tetapi sikap istrinya yang membingungkan.


Semakin hari tingkat ketegasan Arion semakin naik level. Kejam dan galak, itu julukan karyawan yang di berikan kepada sang direktur. Meski begitu tak ada dari mereka yang berniat keluar hanya karena kelakuan sang di rektur.


Sikap Arion pun semakin dingin. Dia mencoba meredam hatinya dengan menyibukkan diri dengan pekerjan. Tetapi untuk soal Damian dia utamakan dan prioritaskan.


Hatinya berkobar panas dengan matanya yang sudah memerah menahan emosi. Bukan tanpa sebab tetapi semakin hari ellina semakin menjadi. Dia jadi sering bertemu pria yang dia ketahuilah karyawannya.


Arion tak ingin berpikir yang tidak tidak, tetapi sungguh ini sangat menyakitkan. Dia mencoba berpikir positif dengan tak menuduh ellina selingkuh tetapi hatinya sangat berbohong.


Meskipun mereka menikah dengan kesepakatan tetapi bukan berarti ellina bisa seenaknya bermain dengan pria ataupun dirinya yang bermain dengan wanita. Dan sekarang ellina sering bertemu dengan pria jadi tak salah dirinya berpikir yang tidak tidak.


Suatu hari Arion yang sudah tak tahan pun mencoba mencari tahu kesalahan nya. Dia berbicara dengan sang istri di saat Damian pergi ke rumah leo bersama kedua orang tuanya.


"Ellina aku ingin bicara padamu". Ujar Arion pada ellina yang sedang men scroll ponselnya.


" tinggal bicara". Jawab ellina acuh dan tak peduli. Tetap pokus pada ponselnya yang menampilkan room chat.


"Bisakah kau menyimpan ponselmu? Aku ingin berbicara denganmu". Ujar Arion tak suka dengan sikap ellina yang tak sopan.


" tinggal ngomong apa susah nya sih? Ngatur banget". Kesal ellina di akhiri gumaman.


Arion mencoba menahan emosinya. Dia berusaha untuk tak terpancing oleh tingkah sang istri.


"Bisa kau jelaskan dengan perubahan sikapmu? Apa aku membuat salah hingga membuatmu bersikap seperti ini? Jika benar tolong katakan dengan jelas supaya aku tak bingung" tanya arion.


"Jika ada kesalahan pahaman kita selesaikan sekarang. Aku tak ingin hubungan kita berdampak pada perkembangan Damian. Kita bicarakan secara baik baik apa masalahnya" lanjut pria itu.


Namun tampaknya ellina tak terlalu mendengarkan. Buktinya setelah dia selesai bicara ellina hanya diam saja anteng dengan ponselnya.


"Kau dengar ellina?!" Arion yang kesal dengan tegas bertanya dengan nada tinggi.


Membuat ellina berdecak sebal. "Iya! Aku dengar. Memangnya ada masalah apa di antara kita, Gak ada kan? Gak usah ngada ngada". Jawab ellina ketus.


Kembali pokus dia pada ponselnya yang masih menyala. Padahal dia hanya men scroll roomchatnya.


Arion yang sudah kelewat kesal dengan lancang merebut paksa ponsel istrinya. Membuat ellina terkejut dan sontak menatap tajam pria besar di depannya.


" kembalikan ponsel ku". Ujar ellina berusaha meraih gawainya yang berada di tangan Arion. Pria itu malah semakin menjauhkan benda itu dari jangkauan istrinya.

__ADS_1


Tubuh Arion yang lebih besar dari ellina tentu saja membuat wanita itu kesusahan.


"Aku bilang berikan". Ellina membentak. Masih berusaha mengambil kembali ponselnya dari tangan sang suami.


Arion yang kesal karena bentakan sang istri membuka ponsel istrinya yang masih menyala. Ia begitu penasaran apa isi nya hingga membuat sang istri begitu pokus.


Sialnya karena sentuhan tak sengaja Arion malah membuka chat dari nomor tak di kenal. Penyebab sikap ellina berubah. Tentu saja tubuh Arion mematung. Menatap poto yang dikirim orang tersebut dengan marah. Di sana terlihat banyak poto pria berwajah dirinya yang sedang merangkul memeluk seorang wanita dengan seksi. Bahkan ada salah satu poto berciuman.


Arion menatap istrinya yang terdiam di depannya. Di balas tatapan tajam oleh ellina.


" apa karena ini sikap kamu berubah?" tanya Arion memastikan. Menampilkan ponsel ellina yang berisi kiriman poto dari orang tak di kenal.


Sontak saja ellina mematung. Sekuat tenaga dia mengambil ponsel nga namun kalah cepat dengan tangan Arion yang lebih meninggi nya.


"Kembalikan". Ujar ellina tajam. Percayalah dia ingin menangis saat melihat poto itu lagi.


" jawab aku dulu ellina apa karena ini?" tuntut Arion meminta jawaban.


"Apa sih?" bukannya menjawab ellina malah mengelak. Berusaha baik baik saja nyatanya dia ingin menangis sekarang.


"Apa karena poto yang di kirim orang iseng ini?" tanya Arion sekali lagi.


Ellina tak menjawab. Memilih diam dengan sakitnya. Menatap Arion datar namun matanya memerah menahan tangis.


Masih dengan diamnya ellina tak menyahut. "Ini bukan aku ellina, ini cuma editan. Percaya sama aku ya?" pinta Arion memohon.


"Mau kamu juga gak papa. Aku gak bakal ngelarang toh kita nikah cuma buat status Damian". Akhirnya ellina menjawab. Meski ketus dan terkesan melirih.


" terus kenapa sikap kamu berubah sama aku? Cuma karena poto tadi. Kamu cemburu?" celetuk Arion.


Sontak ellina menoleh. Mendengar ucapan suaminya yang terkesan tak mengelak.


"Cemburu? Untuk apa aku cemburu sama kamu kak. Kita nikah cuma buat kamu tanggung jawab sama damian dan di antara kita tidak ada yang saling mencintai. Aku kayak gini supaya kamu sadar sama kesepakatan awal kita. Kamu bebas mau sama siapapun cewek manapun toh sebentar lagi kita bakal bercerai". Ujar ellina menggebu.


Dia merebut paksa ponselnya dari tangan sang suami. Dan mengembalikannya ke beranda.


Arion menggebu. Mendengar ucapan cerai dia murka. Apalagi dari mulut istrinya langsung.


" cuma gara gara poto editan palsu itu kamu mempermasalahkan kembali penceraian? Memangnya sedongkol apa pemikiran mu ellina? Apa apa kau sangkut kan dengan cerai? Sebegitu bencinya kah kau padaku? Tidak bisa kah memaafkan aku? Kau dengan mudah nya percaya poto palsu itu iya?!" ujar Arion tak habis pikir. Selama ini dia pikir ellina telah memaafkannya namun nyatanya tidak.

__ADS_1


Mendengar ucapan suaminya yang terdengar menghina ellina pun ikut murka. "Iya! Pikiranku memang dongkol dan aku membencimu. Jika kau pikir aku mudah percaya pada poto palsu memang begitu? Kenapa kau tak suka? Aku memang wanita dongkol percaya omongan orang dengan mudah. Memangnya kenapa jika aku membicarakan soal cerai? Kau tak suka? Bukankah ini yang kau ingin kan supaya kau bisa bersatu dengan wanita wanita mu itu". Teriak ellina.


Menatap nyalang suaminya yang juga menatapnya. Hatinya sudah hancur melihat kembali poto itu dan semakin hancur mendengar ucapan suaminya yang seolah menganggapnya wanita bodoh. Yah, dia memang bodoh. Menaruh harapan pada pernikahan yang dia sendiri tahu jika ini hanya untuk status Damian. Bukan karena cinta dana hati. Bahkan sebentar lagi pernikahan ini akan berakhir. Ellina merutuki dirinya yang bodoh menyimpan harapan pada sesuatu yang tahu tak pasti.


Arion menggerakkan giginya. Menatap istrinya dengan tak percaya, matanya membulat seolah tak menyangka dengan pemikiran dangkal istrinya.


Dalam murka nya Arion meraih ponsel nya menghubungi Ronnie. Dengan suara tegas penuh kilatan amarah pria itu memerintahkan Ronnie mencari poto asli dari poto editan tadi. Untung nya dia telah mengirimkan poto itu pada kontak nya tadi.


Dan dalam sekejap ronnie telah berhasil menemukan poto aslinya. Dan dengan sengaja dia melempar ponselnya yang menampilkan poto asli dari poto editan tadi ke depan ellina.


"Kau lihat? Itu bukan aku. Tidak bisakah kau berpikir panjang sebelum mengambil keputusan? Jangan terlalu egois hanya memikirkan dirimu sendiri ellina. Hanya karena kau benci padaku kau mengorbankan kebahagiaan damian demi kepentingan dirimu. Buka logikamu, otakmu tak serendah itu!" bentak Arion. Nada suaranya memang tak terlalu tinggi tetapi itu terdengar keras di telinga ellina.


Setelahnya Arion keluar dari kamar. Mencoba menenangkan dirinya dan membiarkan ellina berpikir sebentar. Bahaya jika amarahnya tak di redam. Dia bisa kehilangan kendali dan berakibat fatal nantinya.


Sedangkan di kamar ellina langsung terkulai lemas. Bersandar pada pinggir ranjang dengan air matanya yang bercucuran. Dia depannya masih ada ponsel suaminya yang menyala menampilkan poto asli dari poto editan yang dikirim orang asing.


Hatinya hancur mendengar kerasnya suara Arion. Dirinya egois? Bukankah sudah dia bilang dia tak percaya dengan poto itu tetapi butuh waktu untuk melupakan nya. Tetapi dengan mudah nya pria itu menyebutnya egois.


"Hiks hikss.. "


Terduduk lemas ellina menangis dengan lirih. Hatinya benar benar hancur saat ini. Dia merutuki kebodohannya sendiri.


"Harusnya dari awal aku gak usah naruh harapan sama dia. Aku emang bodoh, udah tahu pernikahan ini cuma setahun kenapa hati ku tidak bisa di kendalikan? Kau benar benar bodoh ellina". Racau gadis itu.


Hancur, seperti kaca yang terjatuh dari lantai hotel 59.


...****************...


gak jadi double up deh. pengen coba ngegantung๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ besok aja yah?


oh ya sambil nunggu cerita ini up baca novel ku yang lain yuk.



buat yang belum boleh lah baca sambil nunggu ni cerita up.


maaf kalau kecewa soalnya ini novel paling pertama aku jadi penulis. aku juga cukup kecewa pas baca ulang soalnya banyak typo, alur awal tidak jelas karena aku jarang up.


tapi gak papa lah jadi pelajaran..

__ADS_1


yuk yuk yuk baca->........


bye๐Ÿซถ๐Ÿซถ๐Ÿซถ๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


__ADS_2