jodohku kakak angkatku

jodohku kakak angkatku
part 69


__ADS_3

Hari hari berbeda di rasakan oleh pria bernama Arion. Setelah penjelasan dirinya kemarin malam, sikap ellina mulai berubah padanya. Sikap ellina terbilang hangat meski hanya sekedar memberi perhatian kecil. Seperti menyiapkan kebutuhannya untuk ke kantor dan menyiapkan nya kopi.


Meski terbilang sepele namun rasa bahagianya begitu meluap merasakan perhatian sang istri. Walaupun perhatian ranjang masih dingin. Arion tak menuntut banyak, dirinya mencoba membuat istrinya nyaman dengan pernikahan ini dan berharap ellina melupakan kesepakatan awal mereka.


"Kak leo dan prisilla kemana mi? Kenapa tidak turun sarapan?" tanya ellina pada sang mami.


Sarapan pagi di mulai tanpa adanya pengantin yang baru dua bulan menikah. Kursi mereka masih kosong di tengah kursi lain yang terisi.


"Tadi pagi prisilla muntah muntah parah banget. Sampai lemas dan menangis, Katanya pusing. Karena khawatir, leo membawanya ke klinik tadi pagi". Beritahu mami rasti.


Saat baru bangun tidur dirinya mendengar kepanikan leo dari kamar. Karena merasa khawatir mami rasti pun menyusulnya, alangkah terkejutnya dia saat melihat prisilla terduduk lemas di toilet. Bersandar pada dinding sambil bercucuran air mata. Dia juga berkali kali berkata pusing dengan lirih seolah sudah tak ada tenaga lagi.


Karena merasa khawatir dirinya menyarankan leo untuk membawa prisilla ke klinik. Takut kenapa napa apalagi sudah sangat lemas tadi. Akhirnya pagi pagi buta leo berangkat membawa prisilla ke klinik.


" prisilla sakit?" tanya ellina terkejut. Bahkan dia sempat menghentikan makannya.


"Mami rasa sih bukan sakit, sepertinya prisilla sedang hamil deh". Celetuk mami rasti mengutarakan kecurigaan nya.


" benarkah? Syukur deh kalau begitu". Ujar ellina merasa senang mendengarnya.


"Belum tentu el, baru dugaan mami". Ralat mami rasti. Ellina menganggukinya.


" kamu juga dulu waktu hamil damian, sering muntah muntah gitu?" tanya mami rasti. Mengingat putrinya yang hamil tanpa dampingan keluarga membuatnya sedih.


Ellina terdiam sesaat, mencoba mengingat ngingat kembali saat dirinya masih mengandung Damian dia tahun lalu.


"Iya el juga kadang suka muntah muntah kalau pagi atau mencium aroma bau bawang. Tapi gak parah sampe nangis, cuma muntah biasa". Ujar ellina menyetujui.


Dirinya ingat dulu saat masih hamil muda dia suka muntah muntah apalagi saat mencium bau bawang bawangan. Meski tak separah prisilla tapi di kostnya tidak boleh ada bawang. Jika pun ellina masih muntah meski tak ada bawang dia lebih memilih menginap pada tetangga kostnya atau teman. Untungnya mereka sangat baik baik jadi dirinya di izinkan.


Mengingat masa masa kostnya dia jadi rindu dengan teman teman dan rekan kerjanya. Bagaimana sekarang kabar bu rina dan bu warni yah?


" maafin mami yah, mami gak ada di saat kamu membutuhkan". Merasa bersalah mami rasti kembali meminta maaf. Dia benar benar merasa sangat bersalah pada putri bungsu nya.


Melihat reaksi sang mami sontak ellina menggeleng. "Tidak mi, kenapa mami minta maaf. Ini sudah keputusan ellina yang pasti ellina tanggung resikonya". Ujar ellina menenangkan.


Mami rasti mengangguk. Menatap cucunya yang anteng dengan sayuran brokoli di piringnya. Dia tak mendampingi putrinya yang berjuang membawa cucunya ke dunia. Rasa bersalah itu akan selalu dia rasakan.


" bunda, ayo kasih makan ikan". Ajak damian pada bunda nya. Menarik narik tangan baju ellina untuk segera pergi.


"Iya, sebentar". Ellina meneguk minumnya terlebih dahulu lalu pergi menemani putranya untuk memberi makan ikan barunya.


Kemarin arsen, sepupu suaminya menghadiahkan sebuah akuarium besar bersama ikan dan printilan nya. Katanya supaya damian bisa memancing. Entah apa maksud sepupu suaminya itu.


" leo dua bulan sudah hasil. Kamu udah setengah tahun lebih kapan hasilnya?" celetuk papi dion mencoba menggoda putranya yang sibuk memperhatikan anak dan istrinya memberi makan ikan.

__ADS_1


Arion menatap sang papi. "Aku mau pokus dulu sama damian. Supaya damian puas sama kasih sayang yang aku berikan". Balas arion.


Bagaimana bisa hasil jika menciumnya saja malah meminta cerai? Batin arion geleng geleng kan kepalanya frustasi.


Papi dion mengangguk. Mengerti dengan keputusan putranya untuk menunda menambah momongan.


" mami pengen dengar cerita kamu yang bisa bikin damian". Celetuk mami rasti yang sontak membuat arion memelotot tajam.


"Maksud mami? Mami mau tahu aku bikin damian kayak gimana?" tanya arion memastikan.


Mami rasti mengangguk, sembari menahan kekehan nya. "Kenapa? Salah?".


Arion menatap sebentar mami nya lalu menggeleng. " aku bikin damian gak beda jauh sama waktu papi bikin aku. Mami tanya aja gimana caranya pasti papi bakal ceritain dengan detail". Jawab arion dengan terkekeh. Melirik papinya yang juga tersenyum.


Mami rasti mencebikkan bibirnya. "Kalau itu gak perlu di tanya". Ujar mami rasti ketus.


" udahlah, ngapain bahas yang begitu. Arion mau temani damian". Arion bangkit meninggalkan orang tuanya dan menyusul anak dan istri tercintanya.


Dari pada meladeni pertanyaan unfaedah orang tuanya lebih baik menemani damian memberi makan ikan. Lumayan bisa pdkt dikit sama istri. Siapa tahu berhadiah<


Drtt...


"Bentar boy, ayah angkat telpon lebih dulu". Ujar arion menurunkan damian dari pangkuannya.


" 𝘩𝘢𝘭𝘭𝘰 𝘬𝘢𝘬".


"Hm. Ada apa?"


"𝘎𝘶𝘦 𝘤𝘶𝘮𝘢 𝘮𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘬𝘢𝘣𝘢𝘳, 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘨𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘶𝘭𝘶. 𝘗𝘳𝘪𝘴𝘪𝘭𝘭𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘥𝘪 𝘳𝘢𝘸𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘮𝘶𝘯𝘵𝘢𝘩 𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘳𝘢𝘩. 𝘒𝘢𝘣𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘮𝘢𝘮𝘪 𝘱𝘢𝘱𝘪, 𝘱𝘳𝘪𝘴𝘪𝘭𝘭𝘢 𝘩𝘢𝘮𝘪𝘭".


𝘛𝘶𝘵!


Dengan laknatnya leo mengakhiri sepihak panggilan nya. Arion mengumpati leo dalam hatinya. Adiknya benar benar sialan sekali.


" siapa ar?" tanya papi dion.


"Oh ini, leo tadi ngabarin katanya prisilla positif. Mereka gak bisa pulang dulu karena prisilla harus di rawat akibat muntah nya yang parah." beritahu pria itu.


Mata mami rasti membulat bahagia mendengar kabar baik dari putra dan menantunya. "Benarkah? Syukurlah. Nanti kita kesana yah, mami udah gak sabar mau lihat menantu mamah yang lagi hamil". Ujar mami rasti heboh.


" iya mi, aku juga ingin jenguk prisilla." setuju ellina.


"Bunda aku juga mau ikut". Pinta damian pda bunda nya.


" iya sayang kita jenguk aunty silla". Ucap ellina lembut.

__ADS_1


"Kalau begitu nanti siang kita ke sana". Putus papi dion di angguki arion.


Mereka mulai bersiap siap, ellina menyiapkan damian dan suami begitu pun mami rasti yang menyiapkan barang barang dan makanan untuk prisilla dan leo nanti.


Siangnya mereka berangkat dengan dua mobil. Ellina damian bersama arion dan mami rasti bersama papi dion menggunakan sopir. Barang barang ada di mobil papi dion.


" leo, bagaimana keadaan prisilla sekarang? Apa sudah membaik?" tanya mami rasti.


Leo yang sedang mengusapi perut prisilla mendongak. Menatap mami nya yang baru datang. Tak hanya orang tuanya ellina arion serta damian pun turut ikut. Ini hari minggu jadi mereka semua libur dari kesibukan.


"Sudah lumayan membaik. Dokter bilang prisilla harus di rawat karena muntah nya yang parah. Kalau sudah membaik baru dia bisa pulang". Jelas leo.


Sesuai ucapan dokter yang memeriksa istrinya tadi jika prisilla bisa pulang setelah jualnya berkurang dan pulih.


" terus cucu mami gimana? Apa kata dokter?".


"Kata dokter bayi di kandungan ellina sangat sehat, Perkembangannya juga baik. Usianya baru memasuki empat minggu". Jawab leo dengan lugas.


Dia yang awalnya cemas dengan kondisi istrinya seketika tersenyum cerah mendengar istrinya hamil. Kebahagiaan itu tak dapat dia tutup tutupi dan sangat antusias dengan kehamilan pertama istrinya.


" selamat leo, jaga baik baik istri dan calon anakmu. Jangan di buat repot apalagi setress". Peringat papi dion pada sang putra yang akan menjadi orang tua itu.


Leo mengangguk yakin. Tak mungkin dia sia siakan istri dan anaknya.


"Gimana keadaannya sekarang sil? Udah baikan?" tanya ellina lembut.


Duduk di samping berankar prisilla dengan damian dia pangkuannya.


Prisilla mengangguk sembari mengerucutkan bibirnya. "Kepalaku pusing dan tubuhku lemas karena muntah muntah terus. Sampe gak ada tenaga, makanan juga gak enak banget di makan." curhat prisilla pada sang sahabat.


Sejak bagun tidur hingga di klinik dirinya terus muntah muntah. Kepalanya juga pusing dengan badannya yang lemas. Perutnya lapar ingin makan tetapi rasanya seluruh makanan tak enak di lidahnya.


"Emang lo pas hamil damian juga gini ya?" tanya nya.


Ellina mengangguk menjawab pertanyaan sahabatnya itu. "Iya, gue juga suka muntah kalau pagi hari dan kalau mencium bau bawang. Tetapi gue gak separah lo sampe nangis dan muntah parah. Cuma muntah biasa aja karena mual".


Prisilla tertunduk lesu. " capek banget tahu gak bolak balik ke kamar mandi. Pengen ngeluh tapi ya gimana orang ini ulah bayinya". Ucap prisilla lirih.


"Udah sabar aja. Gue juga dulu gitu, pengen ngeluh aja tiap hari. Tapi dokter bilang kalau bayinya perhatian sama ibunya lagi pengen manja dia". Ellina mengusap pelan tangan prisilla yang terpasang infus.


" semangat aunty". Ucap damian menyemangati aunty nya. Meski byak tahu apa yang di bicarakan dua orang dewasa itu tapi dia melihat wajah lelah prisilla dan kondisinya yang lemah.


"Dua bulan gue udah dapet hasilnya. Lo yang udah setengah tahun kapan panennya?" celetuk leo di samping kakaknya. Keduanya tengah duduk di sofa sembari melihat keluarga mereka yang tengah mengelilingi prisilla.


"Sialan lu!". Umpat arion kesal.

__ADS_1


__ADS_2