jodohku kakak angkatku

jodohku kakak angkatku
part 52


__ADS_3

"Apa yang mau kamu omongin? Bukankah di antara kita sudah tidak ada yang oleh di bicarakan". Ujar ellina.


Mereka kini berada di taman belakang rumah sakit. Bukan tanpa alasan arion membawa ellina ke sana supaya lebih leluasa untuk berbicara. Suasana yang sepi akibat hampir tengah malam membuat begitu pas untuk meluapkan amarah.


" Aku benar bukan, jika Damian adalah putraku?! " tanpa basa basi arion langsung menanyakan intinya. Dirinya sudah geram sejak kemarin.


"Terus jika Damian adalah putramu kau mau apa? Membunuhnya?! Kenapa tidak tolak saja permintaan dokter tadi supaya kau tidak repot repot membunuh nya?! " ujar ellina nyelekit. Dirinya masih sangat sakit hati atas perbuatan arion dahulu.


Arion yang emosi seketika mengendur. Rasa bersalah bersarang di hatinya mengingat ancaman nya kala itu. Sungguh dirinya sangat menyesali ucapannya dulu.


"Untuk apa aku membunuh putraku? Dia putraku darah dagingku ellina. Aku tak mungkin membunuhnya?!" sergah arion cepat.


Sedikit menunduk saat melihat ellina yang lebih pendek darinya. Jelas sekali terpancar rasa sakit dan benci dari sorot matanya.


Ellina terkekeh sinis mendengar arion dengan lantang mengatakan putranya. "Putra? Putra mana yang kau maksud? Tidak kah kau ingat dengan jelas kau sendiri menyuruhku menggugurkan janin itu hingga mengancam akan membunuhku serta kandungan ku?! " tanya ellina tajam.


Matanya menatap nyalang arion di depannya. Sakit, sangat sakit mengingat kembali ucapan arion dahulu yang dengan angkuhnya menyuruh melenyapkan anaknya sendiri.

__ADS_1


"Biar ku ingatkan sekali lagi, bahwa putra yang kau maksud sudah tiada. Bahkan sebelum dia lahir ke dunia ini dirinya sudah lenyap. Damian hanya milikku dan kau tidak berhak atas dirinya. Hanya aku orang tuanya yang berhak atas dirinya!" teriak ellina menggebu. Menunjuk nunjuk arion dengan jari telunjuknya. Wajahnya memerah menahan amarah. Emosinya benar benar kacau saat ini.


Melihat kemarahan ellina arion terdiam. Kenangan kekejaman berkeliaran di pikiran nya. Tidak bisa di pungkiri jika dirinya memang berkata seperti itu.


"Maaf, maafkan aku El plis aku mohon". Ego arion meluluh. Meminta maaf pada ellina dari hatinya yang terdalam.


" maaf?" beo ellina. Sinis sekali dirinya terkekeh hingga berdecih mendengar pria di depannya meminta maaf.


"Maaf? Setelah semua yang kau lakukan padaku hingga menyuruhku melenyapkan anakku sendiri dengan mudah nya kau datang, mengatakan Damian putramu dan meminta maaf? Sekejam itu kah kau?!" cerca ellina.


"Aku memiliki hati arion aku memiliki perasaan? Kau pikir dengan semua ucapanmu dan tindakan mu selama ini tak menyakitiku begitu? Apa salahku padamu hingga kau begitu kejam padaku arion? Jika kau membenciku karena aku melukai istrimu kenapa kau tidak bunuh saja aku hah?!" bentak ellina kencang. Hingga begitu menggelegar di taman belakang itu.


"Sekarang setelah semuanya terjadi kau datang dan dengan mudahnya meminta maaf. Kau pikir apa kau pantas mendapatkan nya iya hah?! " menggelegar suara ellina dengan bentakan bentakan kuat.


Air matanya yang sudah dia tahan nyatanya luruh begitu saja. Sakit sekali hatinya mendengar arion dengan mudahnya mengklaim Damian putra nya. Tidakah pria itu sadar dengan apa yang di lakukan nya setiap hari?


Sungguh ellina menegaskan dalam hati jika damian adalah putranya. Dirinya yang mengandung Damian, yang melahirkan Damian, dan membesarkan nya hingga sekarang. Arion tak berhak mengklaim Damian bahkan dengan hanya menyebutnya putranya.

__ADS_1


Melihat tangisan ellina dengan satu gerakan arion menarik ellina ke pelukan nya. Meskipun ellina memberontak berkali-kali dan kuat arion tak melepaskan nya. Bahkan dirinya semakin mengeratkan pelukannya tak memperdulikan ellina yang terus mencakar punggungnya.


Dadanya sesak mendengar suara tangisan ellina. Rasa bersalah nya kian meninggi saat mendengar curahan iis hati adiknya itu. Memang benar, setelah semua yang di lakukannya apakah pantas dirinya mendapatkan maaf gadis itu?


Dadanya semakin sakit saat mengingat ancamannya dulu yang melenyapkan janin ellina. Dapat di bayangkan jika ellina menuruti perintahnya dia tak dapat melihat Damian berdiri di depannya. Darah dagingnya yang begitu menduplikat dirinya.


Sakit, sungguh sakit. Dadanya sesak dan napasnya tercekat. Menyesal dan menyesal yang bisa arion lakukan saat ini. Dirinya berulang kali membisikan kata maaf pada gadis yang telah melahirkan putranya itu.


"Lepas, lepaskan aku arion! Kau jahat! Kau tak punya hati, brengsek! Kau pria kejam lepaskan aku!" teriak ellina memukul mukul tubuh besar arion dengan brutal.


Hiks hikss...


"Maaf". Bisik arion tak memperdulikan sakit di tubuh nya menerima cakaran dan pukulan wanita yang di dekapnya. Justru dirinya semakin mengeratkan pelukannya.


" maaf ellina pliss maaf kan aku".


"Hiks hikss.. "

__ADS_1


"Jangan menangis ellina maafkan aku. Kau boleh membenciku asal aku mohon maafkan aku". Pinta arion.


__ADS_2