
Seperti perintah sang mami leo dan prisilla memindahkan barang barang ellina serta damian ke rumah. Memang tak banyak tetapi cukup menguras tenaga hingga bercucuran keringat.
"Nih minum". Leo menyodorkan satu gelas air yang langsung di raih oleh prisilla yang memang sudah sangat haus.
" makasih kak". Ujarnya sembari menyodorkan kembali gelas yang telah kosong.
Leo mengangguk dan meraih gelas itu. Menyimpan nya di atas meja makan.
"Makasih lo udah bantuin. Maaf juga karena ngerepotin". Ucap leo. Merasa terbantu sekali dengan adanya prisilla.
" sama sama kak. Gak kok gak ngerepotin, segini doang mah". Ujarnya sembari mengipasi tubuhnya.
Cuaca sedang panas sekali hari ini. Memang sedang pada musim panas yang membuat kepala mereka seakan pecah jika berlama lama di bawah matahari.
"Gimana sama karier model kamu? " tanya leo. Mencoba mencari topik.
"Baik sih, meski masih terlalu dini di banding senior senior". Jawab prisilla.
__ADS_1
Setelah lulus SMA prisilla memutuskan untuk berkuliah sembari memulai karier modelnya. Dengan tubuh nya yang tinggi ramping membuatnya mudah sekali di Terima.
" kemarin katanya kamu ada pemotretan benar?" leo bertanya sambil menyugar nyugar rambutnya buah sedikit basah karena keringat.
Sialnya hal itu terlihat keren di mata prisilla. Sekejap gadis itu terpesona oleh pria tampan di depannya.
"Iya kemarin satu minggu aku ada pemotretan. Sekarang sudah selesai dan pokus lagi pada kuliah". Jawab prisilla akhirnya.
" jadi gimana ceritanya kamu bisa ketemu sama ellina hingga ellina yang bekerja di kafe?" tanya leo pada akhirnya.
Prisilla menceritakan kisah yang sama seperti sebelumnya. Sedikit memperjelasnya supaya leo mengerti. Termasuk ellina yang menyamarkan namanya menjadi ratih. Hal yang membuat prisilla tak tahu pada ellina saat ellina memegang kafenya.
"Cantik". Celetuk leo tanpa sadar.
Membuat prisilla yang pokus bercerita sontak menoleh dan menghentikan ucapan nya. Menatap leo dengan tanda tanya.
" maksudnya? " tanya prisilla tak mengerti.
__ADS_1
Sontak saja Leon menjadi salah tingkah. Merutuki bibirnya yang keceplosan.
"Hah? Ah enggak, maksudnya kamu cantik". Ucap leo lantang.
Tentu saja membuat pipi prisilla bersemu. Gadis itu berusaha memalingkan wajahnya supaya tak terlihat oleh leo. Malu sekali jika ketahuan pipinya memerah karena ucapan pria tadi.
Melihat reaksi prisilla leo menjadi tersenyum tipis, gemas sekali dengan sahabat adiknya ini. Lucu hingga ingin ia ikat di altar pernikahan.
Namun momen baper baperan itu terpaksa berhenti saat arion datang dengan baju kemejanya yang cukup acak acakan.
Pria yang baru saja datang itu mengerut kan keningnya saat melihat barang barang asing di rumahnya.
" barang siapa ini? " tanya arion.
"Oh ini adalah barang barang ellina dan damian. Mulai sekarang ellina akan tinggal di sini lagi." jawab leo.
Arion memang sudah tahu jika ellina di temukan kemarin setelah prisilla menceritakan nya. Dan yang lebih mengejutkan lagi bukan hanya ellina yang di temukan tetapi juga dengan putranya damian. Tentu saja hal itu membuat arion bertanya tanya dan terkadang menduga jika damian adalah putranya.
__ADS_1
"ππ±π’π¬π’π© π₯πͺπ’ π±πΆπ΅π³π’π¬πΆ?".