
Pagi berbeda di rasakan oleh pria bernama Arion. Selama dua hari tidak ada lagi pakaian yang tersiap di atas ranjang serta bekal makan siang.
Arion di buat bingung oleh sikap ellina. Di tambah dengan Damian yang tak berhenti merengek meminta di beli kan bayi. Dia bahkan hampir frustasi hingga pekerjaan nya saja tak pokus.
Uring uringan di kantor dengan tingkat ketegasan yang meningkat. Ronnie tak tahu apa yang terjadi dengan tuannya itu hingga aura menyeramkan nya bertambah satu level. Membuatnya harus berhati hati dalam bekerja dan harus siap saat menjadi pelampiasan emosi bos nya. Sungguh menakutkan sang di rektur mode singa ini.
Di sisi berbeda wajah ellina terlihat sembab di cermin kamar mandi. Yah, dia baru saja kembali menangis.
Dua hari yang lalu tepatnya setelah Damian meminta di belikan bayi ellina yang sedang di walk in kloset mendapat pesan tak di kenal.
Awalnya ellina tak meresponnya karena menurutnya itu mungkin salah kirim. Namun karena pesannya terus bertambah membuatnya memutuskan untuk membukanya.
Tubuhnya gemetar seketika dingin saat melihat isi pesan tadi. Dimana di sana Arion, suaminya yang tengah merangkul mesra pinggang seorang wanita seksi. Tak hanya satu tetapi banyak bahkan ada di mana suaminya yang tengah berciuman dengan seorang wanita yang sepertinya dengan sengaja di samarkan.
Entah apa maksud dari pesan itu tapi ellina benar benar terkejut. Mulutnya terbuka hendak menangis namun dia tahan. Matanya sudah memelotot tak percaya.
Otaknya berusaha tak percaya dan tak peduli tetapi hatinya berkhianat. Dia menangis tertahan di balik walk in kloset itu.
Mencoba berpikir positif jika mungkin itu hanya sebuah editan, namun tetap saja hatinya tak bisa di bohongi. Apakah dia salah merasa cemburu terhadap suaminya?
Ia tak berniat untuk bersikap dingin terhadapmu arion, tetapi saat melihat wajahnya saja hatinya ingin kembali menangis. Membuatnya memilih menghindar dan mencoba menenangkan dirinya.
Dia berusaha berpikir logis, mungkin saja poto itu hanya setingan belaka tetapi tetap saja sikapnya berbanding terbalik dengan pikirannya.
Hingga sudah dua hari kesalahan pahaman itu terjadi. Arion yang merasa frustasi dengan sikap ellina begitupun ellina yang berperang antara hati dan logika nya. Ia ingin mengaku namun nyatanya kalah dengan hatinya yang kacau.
"Bunda aku mau makan di resto". Pintar Damian.
__ADS_1
Ellina menoleh pada putranya wajahnya datar dan tak bersemangat. Namun dia mengangguk menyetujui keinginan putranya.
" ayo Damian bersiap siap, kita pergi ke resto. Ajak opa dan oma". Ujar ellina.
Dengan baiknya Damian menurut. Berganti pakaian dan mengajak mami rasti serta papi dion untuk makan bersama di luar. Kakek nenek Damian itu pun setuju dengan keinginan cucu mereka.
Mereka makan di salah satu resto langganan keluarga damarta. Restonya terlihat modern dengan dominan warna hijau tetapi makannya tradisional. Resto ini sudah menjadi langganan keluarga besarnya secara turun temurun.
Katanya ini usaha teman kakek buyut nya, mereka sering kesini karena kakek buyut dahulu hingga menjadi langganan. Sekarang sudah berpindah tangan ke generasi ketiga. Makanan disini enak dan sudah terjamin kebersihannya. Tempatnya juga sangat nyaman cocok sekali untuk bersantai.
"Bunda mau ke toilet". Ujar Damian.
Ellina mengangguk. Tak banyak bicara mengantar putranya ke toilet untuk buang air.
Setelah selesai mereka kembali ke meja di mana orang tuanya menunggu. Ellina yang tak pokus tak sengaja menabrak seseorang hingga minuman yang di bawanya jatuh. Sontak saja ellina langsung meminta maaf.
"Tidak usah neng. Tidak papa". Tolak seorang wanita.
" tapi-
"Gak papa neng bukan hal yang besar". Sela sang wanita sebelum pamit berlalu.
Akhirnya ellina memutuskan untuk kembali pada orang tuanya. Tadi dia tak pokus dan tak melihat seorang wanita tadi.
"Hati hati nak." peringat mami rasti. "Mami perhatiin kamu kayaknya suka ngelamun akhir akhir ini. Ada masalah el?" tanya sang mami.
Melihat gelagat ellina yang murung, sering melamun hingga tak pokus membuatnya tahu jika gadis itu sedang tidak baik baik saja.
__ADS_1
Ellina menggeleng lemah. "Nggak kok mi. El baik, cuma gak enak badan dikit aja". Jawab ellina berbohong.
Mami rasti tentu saja tak percaya. Dia melirik suaminya yang pokus makan bersama Damian. Memberi isyarat kepada sang suami.
" iya el. Kamu ada masalah? Kalau ada masalah kamu ceritain sama kami jangan di pendam sendiri". Nasihat papi dion. Sama seperti istrinya dia pun melihat kondisi putrinya tak seperti biasa.
Ellina menggeleng lemah. "Enggak ada masalah pi. Cuma gak enak badan aja". Elaknya kekeh.
Mami rasti dan papi dion hanya bisa menghela napas. Mendengar jawaban anaknya yang jelas jelas berbohong itu. Terlihat sekali dari raut wajahnya.
Saat akan pulang ellina bertemu dengan mbak fitri bersama sang suami. Dia memintabormag tuanya untuk pulang lebih dahulu karena dia akan mengobrol dengan mbak fitri.
" jadi kamu istrinya bos mas reza?" tanya manakala fitri tampak terkejut mendengar jika ellina merupakan istri bos suaminya.
"Begitulah". Ujar ellina.
" beruntung banget dong kamu bisa dapetin suami yang baik hati dan sayang sama Damian. Belum lagi dia seorang bos pasti dia tampan". Ujar mbak fitri.
Ellina menggaruk tengkuk nya. Dia merasa tertawan ucapannya sendiri yang berbohong soal pernikahannya. Nyatanya sekarang pernikahan nya tak baik baik saja. Apalagi waktu kesepakatan sudah hampir habis.
Ellina mencurhatkan sedikit masalahnya yang sedang merasa tak bersemangat. Untuk menghibur diri nya ellina mampir sebentar ke rumah mbak fitri. Mengajak bermain afriza yang sedang aktif.
Sore harinya dia ellina pulang di antar oleh reza yang merupakan bawahan suaminya. Dirinya terkejut saat melihat suaminya sudah pulang bahkan sudah berganti pakaian dengan pakaian santai. Tetapi dirinya mencoba tak peduli dan memilih membersihkan diri.
Arion yang melihat ellina turun dari mobil seorang laki laki hatinya memanas. Matanya menatap nyalang dengan tangan yang mengepal kuat. Ini tak bisa di biarkan.
....
__ADS_1
besok double up lagi🫶🫶 siapa yang seneng? ramein