jodohku kakak angkatku

jodohku kakak angkatku
part 42


__ADS_3

Pagi pagi sekali saat ellina sedang bekerja, prisilla datang dengan membawa makanan. Ternyata gadis itu mentraktir seluruh karyawan kafe sarapan termasuk dirinya. Prisilla juga membelikan makanan yang cocok untuk damian.


Setelah sarapan prisilla mengajak damian bermain. Awalnya damian yang memang tidak mudah akrab menolak karena belum mengenalnya, namun karena prisilla yang terus membujuk damian terbukti kini pria kecil itu tertawa cengingikan di bawah samping sofa bersama prisilla. Entah apa yang keduanya mainkan hingga tawanya begitu terdengar.


Ellina menggeleng gelengkan kepalanya mendengar celotehan prisilla yang mengajak damian makan buah kedongdong. Katanya dia penasaran mencobanya. Dan damian hanya mengangguk ngangguk saja tanpa tau apa yang di bicarakan auntynya.


Hingga satu jam berlalu suara itu tak terdengar lagi. Ellina menoleh sesaat dan tertegun saat tau jika putranya tertidur di pangkuan prisilla.


"El lo gak berniat buat balik gitu? Kasihan keluarga lo pada nyariin". Tanya prisilla. Dia ingin tahu jawaban ellina soal rumahnya. Meskipun tanpa ellina tahu jika dirinya usaha memberi tahu keluarga jika ellina sudah di temukan.


Sebenarnya dia merasa bersalah dan berbohong pada ellina soal keberadaan nya yang harus di sembunyikan. Namun rasa kasihan nya terhadap orang tua ellina lebih besar.


Melamun sesaat ellina memang sempat berpikir akan kembali pada keluarganya. Namun pikiran itu buru buru di buangnya saat teringat kembali ancaman arion yang tak main main.


" sepertinya tidak. Gue gak akan balik ke rumah orang tua gue lagi". Jawab ellina pada akhirnya.


"Emang nya lo gak kasihan sama mereka el. Mami rasti sampe sakit loh karena kepergian lo". Pancing prisilla.


" gue gak bisa sil gue udah buat mereka malu". Sahut ellina kekeh.

__ADS_1


"Mereka pasti maafin lo el".


" tapi gue yang gak enak. Lo gak beritahu mereka gue ada disini kan sil?" tanya ellina. Entahlah kenapa dia tiba tiba curiga pada sahabat nya itu.


Sontak saja prisilla gelagapan. Dia tak andai berbohong. Ellina pasti akan tau meski dia menyangkal berkali kali pun.


"Maaf". Hanya uru yang keluar dari mulut prisilla.


Tak ada gunanya dia berbohong. Lagi pun toh nanti juga keluarga ellina akan datang kemari dan ellina pasti tahu siapa yang memberitahunya. Prisilla membagi menyuruh keluarga damarta datang hari ini.


" astaga prisilla ". Pekik ellina marah.


" maaf el. Gue gak tega sama keluarga lo. Lo gak tahu gimana mereka dua tahu ini sejak kepergian lo". Kata prisilla merasa kembali bersalah.


Dan itu hanya membungkam ellina. Gadis itu tak menjawab dan memilih diam. Ingin melanjutkan pekerjaannya tetapi otaknya sedang tak baik baik saja. Bagaimana jika kakaknya tahu dan melenyapkan damian? Dia tak ingin itu terjadi!


Baru saja ellina ingin berucap pintu ruangannya terbuka menampilkan orang tua serta satu kakaknya, leo.


Sontak ellina berdiri. Mematung dan terdiam menatap keluarganya kosong. Tanpa babibu mami rasti langsung memeluk tubuh ellina. Anak gadis nya yang kini sudah tampak dewasa.

__ADS_1


Ellina yang tersadar pun membalas pelukan maminya. Dia merasa malu karena telah membohongi dan menipu keluarga nya. Tangisan harus tak dapat di bendung kala itu. Begitu terdengar dan mata semua yang menyaksikan berkaca kaca.


"Ellina kamu kemana aja nak? Mami nyariin kamu kemana mana". Ujar mami rasti. Menangis tersedu sedu karena telah menemukan anak gadisnya.


" maafkan ellina mi, ellina banyak salah sama mami. Ellina udah bikin malu keluarga mami". Ellina bersimpuh dan memohon ampun di bawah kaki sang ibu yang telah mengurus saja.


"Astaga bangun sayang jangan seperti itu. Ayo bangun". Mami rasti meraih tubuh ellina.


" kamu berhutang penjelasan kepada kami. Kenapa kamu pergi dari rumah?" ujar papi dion pada ellina.


"Maafkan ellina pi". Ucap ellina tertunduk.


Papi dion napas panjang. Melihat kebahagiaan istrinya ia untuk ikut merasakannya. Namun ada rasa kecewa di hatinya terhadap ellina.


" papi sudah memaafkan mu. Sekarang jawab papi kenapa kamu pergi dari rumah?" tanya dion tegas.


Ellina tak menjawab. Memilih diam karena ia tak tahu harus menjawab apa. Haruskah ia jujur jika alasannya pergi gara gara ancaman arion? Tak mungkin, percuma saja selama ini dia pergi jika pada akhirnya mengatakan nya.


" apa karena damian?" tanya mami rasti menatap teduh anaknya.

__ADS_1


Deg!


__ADS_2