jodohku kakak angkatku

jodohku kakak angkatku
part 72


__ADS_3

"Ini laporan keuangan yang Anda minta sir". Ucap seorang pegawai pada seorang atasan.


Arion yang sedang fokus membaca sebuah dokumen mendongak. Lalu meletakan dokumen itu dan mengambil berkas yang di berikan pegawainya.


Dia mengeceknya dengan teliti dan hati hati. Tak boleh ada yang terlewat karena situ berpengaruh pada kemajuan perusahaan nya.


"Bagus, semuanya stabil bahkan naik. Pertahankan kinerja ini". Ujar Arion dengan tegas.


" baik sir." jawab sang pegawai.


"Tapi sir... " pegawai itu menghentikan sesaat ucapannya. Belum yakin dengan laporannya.


"Ada apa reza?" tanya Arion pada reza sangat bawahan yang tak melanjutkan ucapannya tadi.


"Maaf jika saya lancang sir, tapi saya berkata jujur. Ada beberapa karyawan di divisi produksi yang tidak efisien selama bekerja sir". Lapor reza.


Beberapa bulan ke belakang ada dua anak baru yang masuk ke Divisi produksi. Dan dirinya tak sengaja melihat kedua pegawai itu yang kurang efisien dalam bekerja. Keduanya sering kali bolos dan bahkan sering kali saat jam kerja kedua pegawai itu malah nongkrong di kafe.


Meski tak satu divisi, tapi mereka satu kantor dengannya. Dia juga mendengar hal itu dari temannya yang satu divisi di divisi produksi.


" maksudnya?" tanya Arion tak mengerti.


"Dua karyawan yang baru di Terima di divisi produksi sering terlihat bolos pada jam kerja. Jika sir tidak percaya sir bisa tanyakan pada karyawan lain yang satu divisi dengan mereka. Sir juga bisa melihat rekaman CCTV jika sir tak percaya". Jelas reza dengan tertunduk.


Arion menimang sebentar. Kemudian kembali berkata pada sangat bawahan.


"Kau kembalilah bekerja. Suruh ketua HRD ke ruangan ku". Perintah Arion tegas.


Reza tertunduk sedikit. " baik sir".dengan sopan dia berbalik dan pamit keluar.


Arion memanggil ronnie sang asisten untuk ke ruangannya. Seperti jin aladin secepat kilat ronnie sudah tampak di depan meja besar tersebut.


"Ronnie kau selidiki kembali dua pegawai baru di divisi produksi sekarang. Cek juga CCTV dan lihat apa ada yang salah dengan cara bekerja mereka. Segera laporkan padaku secepatnya. Jika bisa nanti sore sudah kau dapatkan." perintah mutlak pada sang direktur.


"Baik tuan". Jawab ronnie dengan wajah datarnya.


" hm pergilah ". Ucap Arion.


Ronnie membungkuk lalu berbalik keluar dari ruangan itu bersamaan dengan Reni sang ketua HRD yang masuk.

__ADS_1


" apa sir memanggil saya?" tanya Reni dengan sopan.


Arion mengangguk. "Duduk. Ada yang ingin aku tanyakan padamu". Ujar Arion.


Reni menurut. Duduk dengan manis di depan atasannya. Sebagai atasan Arion memang terkenal tegas dan kejam. Oleh karena itu banyak yang takut jika berhadapan dengan ang direktur perusahaan T.A company.


"Aku dengar ada dua pegawai baru di divisi produksi?"


Reni mengangguk. "Benar sir. Bukankah sir sudah tahu?"


"Saya tahu. Karena itu saya ingin mendengar jawaban jujur mu tentang kinerja mereka saat bekerja disini. Karena aku mendengar hal kurang mengenakan tentang mereka". Kata Arion tak basa basi.


Reni meneguk ludahnya kasar. Mendengar nama karyawan baru yang sedang ramai dibicarakan saat ini di kalangan pada pegawai.


"Sebenarnya mereka sedang melakukan kesalahan tuan".jujur reni.


" katakan dengan jelas. Aku ingin mendengarnya." ucap Arion.


"Begini sir, awalnya mungkin kinerja dua pegawai baru di divisi produksi sangat bagus bahkan begitu hebat. Namun setelah satu bulan berlalu sikap mereka berubah menjadi semena mena. Sering bolos saat jam kerja. Ya meski tugas selalu dikerjakan dengan benar tetapi bukan berarti mereka bebas melakukan apa pun sesuka hati karena tugasnya sudah selesai." jelas reni panjang lebar.


Terdengar Arion menggeram pelan. Mendengar penjelasan dari sang pegawai membuatnya murka.


Auranya begitu berbeda sekarang. Menjadi direktur perusahaan T.A company membuat perubahan hebat pada diri pria itu.


" maafkan saya sir. Saya sudah menegurnya kemarin dan mereka bilang mereka akan berubah." ujar Reni.


Memang benar kemarin dia yang sudah geram dengan kelakuan dua pegawai baru pun menegurnya. Meksi tak keras dia cukup tegas. Mereka berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.


"Bagus. Kau pantau secara diam diam secara seminggu, jika tak ada yang berubah cepat kau laporkan padaku". Perintah Arion.


Reni mengangguk." baik sir".


Setelahnya Arion menyuruh Reni untuk keluar, dengan sigap perempuan 30 tahun itu menbungkuk dan pamit.


Disisi lain ellina mengantarkan damian yang ingin bertemu ayahnya ke kantor. Di tanganya sudah ada kotak bekal yang dibuat oleh nya untuk sang suami dan anaknya makan.


Kali ini bukan Arion yang memintanya datang tetapi damian yang merengek ingin bertemu ayahnya. Ellina merasa jika ini adalah akal akalan putra dan suaminya. Meski begitu dia pun menuruti kemauan putranya sekalian memberikan Arion makan siang.


Entah kebetulan atau apa ellina melihat seorang wanita sedang menunggu seseorang sembari menggendong seorang bayi.

__ADS_1


Ellina mendekat dan mencoba menyapanya. Saat wanita itu berbalik sontak ellina berteriak girang saat tahu jika wanita itu adalah mbak fitri.


"Mbak fitri apa kabar?" tanya ellina dengan senyum merekahnya.


Sama seperti ellina fitri pun ikut senang bertemu dengan teman kost nya. Dia tak menyangka akan bertemu ratih di tempat seperti ini.


"Baik banget rat. Kamu juga apa kabar? Kenapa bisa disini?" tanya fitri balik.


"Aku baik banget mbak. Nanti aku ceritain, aku mau nganter makanan dulu untuk suami, mbak tunggu disini".Ujar ellina.


Mulai di aku nih<


"Suami? Kamu udah nikah rat? Suami kamu dimana emang?" tanya mbak fitri cukup terkejut mendengar temannya suah menikah.


"Pokoknya nanti aku ceritain. Mbak tunggu disini dulu aku ke atas". Ujar ellina.


Dia beralih menatap damian yang sedari tadi diam memperhatikan bayi dalam gendongan mbak fitri.


" sayang kamu mau ketemu ayah atau disini bareng aunty?". Tanya ellina.


Damian mendongak, menatap ibu dan aunty nya secara bergantian. "Aku mau sama aunty".putusnya


Ellina mengangguk. " kamu tunggu disini sama aunty fitri, bunda mau ke atas bawain makanan untuk ayah". Ujar ellina di angguki damian.


Tanpa menunggu lama ellina berjalan dan masuk ke dalam lift menuju ruangan suaminya. Sampai di depan ruangan tanpa mengetuk pintu dia langsung masuk.


Arion nyangka sedang memperhatikan proyeknya terkejut mendapati kedatangan istrinya kesini. Padahal dia tak meminta tadi.


"Loh? Tumben kamu kesini? Ada apa?" tanya Arion heran.


Ellina mendekat dan tanpa babibu dia langsung meletakan kotak bekalnya di atas meja suaminya.


"Tadi damian merengek ingin ketemu kamu. Karena kasihan aku antar sekalian bawa bekal makan siang". Jawab ellina jujur.


Arion menatap sang sekelilingnya sesaat. Tapi tak mendapati kehadiran damian di sana.


" damian nya mana?" tanya Arion.


"Damian di bawah, katanya gak mau ikut. Aku juga mau ke bawah lagi". Ujar ellina berlalu begitu saja meninggalkan suaminya yang keheranan.

__ADS_1


Arion menatap kotak bekal yang di bawa istrinya dengan sumringah. Tanpa ba bi bu dia langsung memakannya dengan lahap.


__ADS_2