
"Bunda lihat!" ujar Damian berteriak pada sang bunda. Menunjuk dengan tangannya pada patung pasir buatannya.
Mereka tengah bermain pasir di pinggir pantai pulau Bali. Ellina asik berendam di air laut yang dangkal bersama arion. Keduanya memperhatikan putranya yang cekatan membangun istana pasir. Yah meski meleyot dan kurang membentuk.
Ellina melambaikan tangannya pada sang anak. Membuat Damian berlari sambil tertawa menuju kedua orang tuanya.
Bruss
Damian melompat, menerjang tubuh ayahnya hingga arion terpental. Tawa menghiasi keluarga kecil itu. Mereka mulai bermain air saling menyirami satu sama lain.
Permainan mereka berlanjut hingga sore hari. Berakhir dengan mengubur arion menggunakan pasir hingga pria itu tak dapat bergerak. Damian tampak senang, hingga tawa tak pernah luntur dari bibir kecil itu.
Ellina tampak menikmati moment mereka. Dia bahagia melihat anak dan suaminya yang tampak senang. Meski harus merasakan sakit dahulu tapi dia menuai nikmatnya kebersamaan mereka sekarang.
Malam hari ketiganya telah berganti pakaian. Mereka melakukan barbeque di taman belakang villa dan berbagi tugas masing masing. Ellina bertugas membumbui bahan yang akan di barbeque, Damian bertugas memberikannya pada arion yang bertugas membakar. Sungguh indah keluarga kecil ini.
"Makanan datang". Ujar arion membawa sepiring hasil bakaran nya. Di samping nya Damian juga ikut membawa piring kecil berisi beberapa sosis.
Mereka menggelar tikar kecil sebagai alas. Arion meletakan piring itu di tengah tukar di ikuti si kecil damian. Benar benar mencontoh.
" wah wangi banget. Siapa yang masak?" tanya ellina.
"Tentu saja ayah". Ujar Damian.
Ellina tertawa. Memberi suaminya ciuman di pipi begitupun dengan damian. Kedua pria berbeda generasi itu tersenyum. Lalu memulai makan setelah berdoa bersama.
" enak?" tanya arion pada damian. Bocah itu mengangguk dengan mulut penuh makanan.
"Kamu juga makan yang banyak yang. Biar sehat, jaga bayi aku baik baik". Ujar arion mengisi kembali piring sang istri.
Ellina tersenyum. Kenapa dia baru menyadari jika suaminya sangat manis dan perhatian. " makasih". Ujar ellina.
Arion tersenyum. Mengelus pelan surai itu dan memberi kecupan hangat di kening. Keluarga kecil itu sangat menikmati quality time nya.
Satu minggu mereka berada di bali. Mereka kembali pada hari minggu, karena arion memiliki pekerjaan yang tidak bisa di tinggal lama lama. Ellina dan damian tidak masalah, mereka maklum dengan tugas sang suami yang berat.
__ADS_1
Di tengah perjalanan arion melihat istrinya yang terus memijat bahunya. Dia pun berinisiatif membantu memijat nya.
"Sini aku pijat. Sakit banget yah emang?" arion meraih tubuh kecil istrinya dan mulai memijatnya pelan. Dengan damian yang tertidur di pangkuannya. Seperti biasa ddian tak ingin lepas dari sang ayah.
Ellina mengangguk lemah. "Iya. Gara gara kamu, semalam nggak kasih aku ampun. Mana tadi juga minta main lagi". Ujar ellina dengan raut wajah kesal. Meski begitu dia tetap menikmati pijatan suaminya.
" kamu juga mau an". Bela arion. Tak mau di salahkan sendiri.
Ellina mendengus kesal. "Ish itu kan kamu yang mau. Aku cuma gak mau dosa nolak". Elaknya.
Bi ir arion berkedut menahan senyumnya. " iya iya, aku yang salah." memilih mengalah dari pada berdebat.
"Nah gitu, harus gentle ngaku salah. Udah ah aku mau tidur". Ujar ellina mengakhiri percakapan mereka. Meski istrinya sudah tidur arion tetap memijat lengan nya. Sesekali dia mengusap perut sang istri.
"Cepat tumbuh baby". Gumamnya.
....
" aku masih ngantuk ih". Ellina mengeluh kesal pada sang suami. Dia sedang enak enak tidur suaminya membangunkan nya untuk pindah ke mobil.
Mereka berjalan pelan menuju mobil mereka menunggu. Namun saat tiba di depan mobil mereka tampak mengerut saat melihat seorang wanita tampak menunggu di depan mobil mereka.
Ellina langsung mengubah raut wajahnya nya menjadi datar. Perempuan ular itu seperti memiliki aura hitam.
"Ngapain kamu disini?" tanya ellina ketus. Tak suka dengan keberadaan nadia.
Bukannya menjawab nadia malah memperhatikan penampilan mantan suaminya. Dia tak memperdulikan ocehan ellina dan memilih mendekat pada arion.
"Arion tolongin aku. Aku baru aja kecopetan, dompet dan ponsel aku di ambil. Aku gak bisa pulang, kamu bisa anterin aku pulang kan?" tanya nya dengan lembut. Katanya di buat berkaca kaca.
Ellina menatap tak suka. Dia mengeratkan rangkulan nya pada sang suami.
"Maaf saya sedang sibuk. Minta sama yang lain saja". Tolak arion datar. Dia juga tak suka melihat keberadaan mantan istrinya itu.
" tapi aku gak punya uang ar. Mau naik taksi juga gak bisa bayar. Mau telpon minta di jemput ponsel aku gak ada, tadi juga udah minta bantuan beberapa orang tapi gak ada yang mau bantu". Ucap nadia memelas.
__ADS_1
"Kasihan arina ar dia udah ngantuk dan kedinginan". Lanjutnya lagi memohon.
" kenapa gak minta bantuan yang lain aja sih? Kami sibuk cape habis bulan madu". Sarkas ellina tajam. Menekan kan kata bulan madu.
Sontak saja nadia terkejut. Dia menatap tak suka pada ellina yang terus menempel posesif di tubuh mantan suaminya.
'Sialan wanita gila. Awas aja aku!' nadia murka. Mengumpat dalam hatinya terhadap wanita di depannya.
"Aku mohon ar sekali ini aja bantuin aku ya? Demi arina". Nadia kembali memohon. Berusaha untuk tenang meski harus mendengar celotehan panas ellina.
" maaf saya gak bisa!" tolak arion tegas. Mengeluarkan dompetnya lalu mengambil beberapa lembar uangnya.
"Kamu ambil untuk ongkos. Saya sibuk gak bisa nganterin, istri dan anak saya sudah cape dan mengantuk". Ujar arion menyodorkan uang itu pada nadia. Memberi sedikit rezeki pada pengemis bukankah berkah?
Nadia sontak merasa tersinggung. Bukan ini yang dia mau, dia ingin kembali dekat dengan arion bukan dekat dengan uangnya.
Karena nadia diam saja ellina yang sudah kesal mengambil uang itu dan menyelipkan nya pada tangan nadia.
"Tuh ambil. Gak usah gangguin kami lagi". Ujarnya menarik sang suami ke dalam mobil. Arion pun menurut, pria itu masuk dan memerintahkan jalan pada sang sopir.
" aku gak suka lihat kamu sama kak nadia". Ujar ellina tiba tiba. Dia dengan jujur berbicara.
"Aku tidak pernah berhubungan lagi dengannya." jawab arion membuat ellina cukup tenang.
"Kamu jangan selingkuh kak. Aku benci kamu lagi nanti". Ancam sang istri.
Arion menggeleng yakin. " nggak akan. Selamanya cuma kamu di hidup aku". Ucapnya yakin.
Kurang apa lagi hidupnya, mendapat istri yang cantik dan baik di tambah putra yang sangat tampan membuat hidupnya terasa sempurna. Untuk apa dia berpaling pada hal yang tidak sesempurna mereka.
Ellina mengangguk. Dia mengecup singkat bibir suaminya lalu bersandar pada baju sang suami yang menggendong damian yang tidur. Ellina tertidur karena terlalu lelah dengan perjalanan. Apalagi sebelum berangkat dia di gempur habis habisan oleh singa lapar di sampingnya. Berjam jam keduanya menyelami kenikmatan duniawi.
Sepeninggal mobil milik arion nadia mengamuk. Dia melempar uang uang itu lalu menginjak nya habis habisan. Dia membenci ellina sangat membencinya.
"Kau wanita gila. Awas saja kau ku bunuh! Arghhh!" dia berteriak gila seperti orang kesetanan. Bahkan beberapa orang yang ada di sana menatap heran dengan melakukan nadia. termasuk arina putri nya yang takut dengan kondisi ibunya saat ini.
__ADS_1
...****************...
bau bau masalah gak sih?