jodohku kakak angkatku

jodohku kakak angkatku
part 77


__ADS_3

Ellina pulang sekitar pukul 5 sore. Awalnya dia memang berniat hanya mengobrol sebentar, tetapi karena kedatangan Damian yang menyusul keberadaan nya membuat keduanya pulang hingga hampir malam.


Keduanya pulang di antarkan oleh reza. Karena ban mobil nya yang bocor membuat sangat sopir membawa mobil itu ke bengkel.


"Terima kasih mas reza sudah mau repot repot mengantarkan". Ujar ellina.


" sama sama bu. Lagian saya tidak repot." jawab reza.


"Mau mampir dulu? " tawar ellina.


Reza menolak dengan halus. "Lain kali saja bu. Anak saya sedang rewel takut istri saya kerepotan. Saya pulang saja".


Ellina mengangguk mengerti. " baiklah. Sekali lagi terimakasih mas, hati hati di jalan". Pesan ellina.


Tanpa ellina sadari interaksinya bersama suami temannya itu di perhatikan oleh pria bertubuh besar. Siapa lagi kalau bukan Arion dra damarta, putra sulung keluarga damarta.


Wajahnya yang biasa datar kali ini memancarkan amarah yang besar. Tangan nya mengepal hingga memperlihatkan urat uratnya yang menonjol.


Hatinya panas, dia cemburu. Bukankah sudah dia bilang sejak awal jika dia mencintai istrinya. Melihat istrinya dekat dengan pria lain tentu saja membuatnya cemburu parah.


Jakunnya baik turun, bukan menahan nafsu tetapi menahan emosi. Dia mencoba tenang meski jiwanya sudah ingin meledak. Sungguh dia berniat melakukannya malam ini.


Makan malam yang biasanya rame karena adanya banyak anggota sekarang hanya menyisakan lima anggota keluarga yang makan. Dengan Damian yang sudah tampak lesu karena mengantuk, ellina yang tampak diam tak memperdulikan keadaan dengan Arion yang dari tadi pokus makan. Membuat mami rasti merasa suasana makan malam kali ini tak begitu mengenakkan.


Selesai makan malam yang mencekam ellina langsung menidurkan Damian yang sudah sangat mengantuk karena kelelahan bermain bersama anak komplek perumahan mbak fitri tadi.


Tak tahu saja jika dari tadi Arion mengikuti gerak gerik ellina menggunakan matanya.


Setelah menidurkan sang putra tercinta ellina masuk ke dalam kamar mandi. Persiapan untuk tidur karena dirinya juga terasa mengantuk. Meski begitu ellina tak pernah meninggalkan perawatan untuk wajahnya.


"Ellina aku ingin bicara". Ujar Arion berdiri di belakang ellina yang sudah bersiap untuk tidur.


Ellina tak merespon. Dia hendak naik ke atas ranjang untuk tidur bersama putranya namun tangannya di cekal dan di tarik oleh arion. Hingga tubuhnya berbalik dan seketika matanya membulat saat merasakan benda kenyal dan basah menyapu bibirnya.

__ADS_1


Arion menahan pinggang istrinya. Memperdalam ciumannya smebair mata terpejam. ******* nya dengan pelan sebelum akhirnya dia lepaskan pangutannya.


Napas keduanya berburu. Arion menatap intens dan dalam istrinya. Mencoba menyelami perasaan dan hati ellina.


" ellina maafkan aku. Aku mohon maafkan aku. Aku tahu aku salah karena telah membentak mu. Tapi jangan bersikap seperti ini ellina aku mohon" pintar Arion dengan memohon.


"Kau boleh marah pukul bentak aku sesuka kamu aku bakal terima. Asal jangan bersikap seperti ini ellina, jangan diam seperti itu dan menjauhiku. Aku tak sanggup"


"Aku cemburu saat melihat kamu dekat dengan pria lain. Jangan menyiksaku dengn cara seperti itu ellina aku mohon. Jangan dekat dengan reza, aku cemburu". Pinta Arion terang terangan. Dia tak peduli lagi dengan yang namanya gengsi.


Ellina menatap suaminya yang terus memohon itu. Dia terkejut dengan perlakuan Arion tiba tiba.


" kak a-


"Aku mencintaimu ellina sangat. Jangan dekat dengan pria lain lagi aku cemburu. Aku mencintaimu ellina selamanya". Arion menyela ucapan ellina lebih dulu tak membiarkan sang istri berbicara. Hatinya sudah menggebu gebu dan tak bisa di tahan.


" kak!" panggil ellina tak percaya. Menatap kakak sekaligus suaminya dengan terkejut. Pernyataan pria itu membuatnya mematung. Dadanya berdetak hebat, hatinya tiba tiba menjadi taman bunganya tulip.


Tatapan menatanya tetap intens, sayu memandang wajahnya cantik istrinya. Wajah berharap terpatri begitu jelas di wajahnya.


Ellina terdiam sesaat. Mulutnya masih tertutup dengan dada bergetar. Dia tak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan. Tatapannya menyelami netral suaminya, mencari kebohongan di sana. Tetapi tidak ada, hanya ada keseriusan dan ketulusan suaminya dalam mata itu.


Ellina memantapkan hatinya. Meyakinkan dirinya dengan pilihan yang akan di ambilnya. Perlahan dia mengabggukkan kepalanya. Setuju dengan keinginan suaminya. "Aku mau". Ujarnya terdengar pelan..


Bibir Arion berkedut tersenyum tak bisa di tahan. Buru buru pria itu membungkam kembali bibir sang istri. Satu tangannya berada di pinggang dan satunya lagi di tengkuk. Memperdalam ciuman mereka.


******* itu kian terasa kala ellina juga membalas ciuman sang suami. Membuat pria yang sudah lama berpuasa itu semakin kian menuntut.


Tanganya yang semula berada di pinggang kian naik pada punggung dan mengelus ngelus nya pelan. Mencoba membangkitkan gairah sang istri.


Entah kapan terjadi tetapi sekarang ellina terlintang di atas ranjang king size itu. Di atasnya ada pria bertubuh besar yang sudah tersukut nafsu.


Lidah dan bibir Arion bekerja sama. Menjelajahi leher dan dada istrinya. Dingin dan geli dirasakan ellina. Hingga wanita itu mendesah tanpa sadar.

__ADS_1


" ouh! "


Arion tersenyum. Semakin biasanya menjelajahi leher jenjang istrinya. Tangannya tak tinggal diam. Berada di pinggang dan di dada istrinya yang cukup berisi. Tidak memainkannya hanya memegangnya dan mengusap ngusap pelan putingnya Menggunakan jempol.


"Ah!"


Kembali ellina mendesah. Membuat Arion kian tak kuasa menahan nafsunya. Menganggat tubuhnya dan kembali menyatukan bibir mereka. Arion hendak membuka kancing baju yang di gunakan istrinya. Dia kian tak kuat menahannya.


"Bunda".


Deg!


Tautan keduanya terlepas. Arion sontak bangkit dan menatap putranya yang sudah membuka mata dan melihat ke arah mereka.


Sial!


Arion merutuki dalam hati. Miliknya sudah sangat tegang kenapa putranya tidak bisa di ajak kompromi.


Ellina yang minat putranya terbangun sontak membenarkan bajunya. Lalu mendekat pada Damian dan mulai kembali menidurkan bocah itu.


Arion menghembuskan napasnya kasar. Baru saja dia ingin berbuka kenapa malah ada gangguan. Dengan terpaksa pria itu berbaring. Menunggu istrinaybyang tengah menidurkan Damian.


Mataamya melirik ke bawah. Di mana mililnya yang sudah berdiri hingga celana nya mengembung.


Arion menoleh pada sang istri. Berharap Damian sudah tidur dan dia dapat melanjutkan nya lagi. Dia mendekat dan memeluk istrinya dari belakang.


" sayang ".panggil Arion dengan berbisik. Pada telinga istrinya yang masih menghadap putranya.


Namun tidak ada sahutan. Hanya terdengar deru napas yang terdengar tenang. Sontak saja Arion bangkit dan menatap istrinya memastikan.


Seketika dia terkulai lemas saat melihat istrinya tertidur pulas dengan memeluk Damian.


" tega sekali kamu el". Gumam Arion merasa tersiksa. Dengan terpaksa dia kembali bersolo malam ini.

__ADS_1


__ADS_2