
"Aku akan memaafkanmu tapi dengan satu syarat". Ujar ellina tiba tiba.
Pelukan mereka baru terlepas setelah hampir setengah jam berpelukan. Arion yang kekeh tak mau melepaskan dekapan nya sebelum ellina tenang lebih dahulu.
" apa?" sahut arion cepat. Dirinya akan melakukan apapun asal ellina mau memaafkannya.
"Jangan beritahu siapapun soal ini dan jangan pernah ganggu hidup aku dan Damian lagi. Kamu bisa?" tanya ellina.
Sontak arion menggeleng cepat. "Untuk yang itu aku tidak bisa. Kau bisa meminta permintaan lain selain itu". Ujar arion dengan wajah lemas.
Tak mungkin dirinya diam saja setelah tahu memiliki putra. Meski pun memang dirinya berengsek meminta ellina melenyapkan anaknya dulu tetapi dirinya sudah menyadari kesalahannya. Dia sudah bertekad untuk bertanggung jawab atas Damian bahkan jika perlu dirinya akan bertanggung jawab atas ellina.
" syarat lain? Bagaimana dengan kau mati". Celetuk ellina. Dirinya tak sungguh sungguh meminta.
__ADS_1
Damian langsung mendongak dari tundakannya. Terkejut dengan permintaan lain ellina. "Apa tidak bisa yang lain selain itu? A-aku tidak bisa melakukan nya." ujar arion di akhiri lirihan.
Sebenarnya jika pun ellina meminta nyawanya arion akan memberikan nya tetapi setelah dirinya menebus dosanya pada ellina dan Damian.
Terdengar kekehan sinis di telinga arion. Ia tahu ellina pasti akan marah dan murka padanya.
"Bagaimana bisa aku memaafkanmu jika kau saja tidak bisa memenuhi keinginan ku?" tanya ellina nyelekit.
Dirinya tahu ini memang pilihan yang sulit, jika dirinya berada di posisi arion dirinya juga akan sama bingung. Tetapi arion tetap harus memilih.
Kening ellina mengerut. Bingung dengan ucapan kakaknya itu. " maksudmu?"tanya ellina tak santai.
"Aku akan memenuhi keinginan mu bahkan jika nyawaku kau ambil. Tetapi beri aku waktu untuk bisa menembus dosaku padamu dan damian. Contohnya satu tahun, ya satu tahun biarkan aku mencoba menembus semua kesalahan ku padamu dan Damian setelah itu kau bebas mau melakukan apapun padaku termasuk membunuhku". Ujar arion mencoba bernegosiasi.
__ADS_1
Mata ellina membelalak mendengar tawaran gila arion. Tak menyangka pria itu akan serius menanggapi ucapannya yang terakhir.
Namun secepat mungkin ellina kembali mengubah raut wajahnya menjadi datar kembali. " tidak perlu, aku tidak sekejam dirimu untuk menyuruh seseorang melenyapkan nyawanya". Ujar ellina kesal sekali pada arion.
"Maaf," kembali kata itu arion keluarkan. Dirinya seperti anak kecil yang sedang di marahi orang tuanya.
"Aku akan memaafkanmu tapi kau harus menyembunyikan masalah ini dari yang lain. Kau boleh bertemu Damian tapi jangan pernah kau memberitahu nya siapa dirimu". Ujar ellina tegas tanpa mendengar jawaban arion tentang keputusan nya.
Ditinggalkan ellina sendiri arion bangkit. Tersenyum penuh arti menatap kepergian gadis itu. Dirinya sudah bertekad memberitahu kan statusnya dan Damian pada keluarganya tak peduli dengan kemarahan gadis itu maupun keluarganya.
Karena nyatanya sekarang harapan hidupnya adalah Damian. Ditinggalkan nadia tentu saja dia trauma apalagi mengenai kehamilannya karena dirinya sangat membenci penghianatan.
Kedatangan ellina ke rumahnya sembari membawa si kecil Damian yang begitu menduplikat dirinya membuat arion bertekad untuk memilikinya. Bahkan jika harus dengan cara ater bilang kejam dirinya akan lakukan. Hanya satu yang dia hindari yaitu dengan cara memisahkan Damian dari ellina.
__ADS_1
Kalaupun dirinya memang menginginkan Damian itu artinya dirinya sudah siap menerima ellina di hidupnya dalam artian menikahinya.