
Pagi menyongsong. Kala matahari naik pria bernama arion sudah terbangun dengan senyum cerah yang terpatri di bibirnya. Di dekapannya ada sang istri yang tertidur pulas. Wajahnya sudah habis dia kecupi berkali kali.
Ellina melenguh. Lantas membuka pelan matanya saat sadar hari sudah mulai siang. Dapat di rasakan tubuhnya berat.
Ellina mendongak. Menatap suaminya yang sudah tersenyum cerah itu. Pahanya terasa geli kala tangan besar suaminya mengusap ngusap di sana.
"Geli kak lepas". Ujar ellina.
Melonggarkan pelukannya dan berbalik untuk mencari sang putra. Namun dia terkejut kala tak mendapati keberadaan damian. Sontak dia bangkit dan mencari cari. Namun tubuhnya kembali terbaring saat arion menariknya dan kembali mendekap nya.
" loh damian mana kak? Kenapa ilang? Lepas dulu. Aku mau cari damian". Ujar ellina berusaha menyingkirkan tangan besar suaminya.
Arion tak mengidah. Membenamkan kepalanya du ceruk leher istrinya. "Gak usah di cari. Dia udah sama mami papi". Kata arion dengan berat. Mengecup pelan leher istrinya yang mulus.
Ellina sontak kegelian. Dia mencoba melepaskan dirinya dan menghindar dari kecupan maut sang suami.
" ah lepas kak". Ujar ellina. Mendorong wajah arion dan dia bangkit duduk.
"Kenapa bisa damian sama papi mami. Tumben banget, emang udah bangun mereka?" tanya ellina menghadap suaminya.
Arion meriah tangan ellina. Meski tak ia tarik kembali tetapi dia genggam. "Bisalah. Orang aku yang anterin". Jawab pria itu.
Sebenarnya pagi pagi sekali saat dia baru terbangun dia melihat damian yang juga sudah bangun. Karena istrinya belum bangun dia berinisiatif untuk menitipkan damian pada orang tuanya yang waktu itu sedang tidur. Dengan sedikit paksaan akhirnya dia berhasil menitipkan damian pada sang mami. Meski harus mendapat sedikit umpatan dari mereka karena mengganggu tidurnya.
Sontak saja ellina memukul lengan suaminya dengan satu tangannya yang bebas. " kenapa di anterin? Kamu ngusir anak kamu?" tanya ellina tak habis pikir.
Arion bergeser. Meletakan kepalanya di depan perut istrinya. Dia tidur di pangkuan sang istri dengan tangan yang memeluk pinggang rampung itu.
"Nggak ngusir yang. Aku cuma mau ngabisin waktu berdua sama kamu. Tega banget semalam kamu ninggalin aku tidur". Keluh arion. Nada bicara terdengar kesal.
Seketika pipi ellina merona mengingat kejadian semalam. Padahal tadi dia sudah berusaha melupakan kejadian itu dan bersikap baik baik saja. Tapi suami brengseknya malah mengingatkan kembali.
" ya tapi gak harus nitipin damian juga". Protes ellina.
Arion semakin menenggelamkan wajahnya pada perut sang istri yang tertutupi baju tidur itu.
"Mumpung damian lagi gak ada, ayo!" ajak arion seketika mendongak menatap wajah istrinya.
Ellina memalingkan wajahnya seketika. Malu sekali dengan ajakan suaminya.
"Ayo? Ayo kemana?" tanya nya pura pura tak tahu. Padahal yang sebenarnya tubuhnya sudah panas dingin dengan ajakan suaminya.
Arion mendengus pelan. "Ayo lanjutin yang semalam lah. Mumpung damian lagi gak ada. Ayok". Ajak damian menarik tubuh istrinya.
Ellina jelas memberontak. " nggak. Ini pagi kak nanti kalau damian tiba tiba masuk gimana? Lagian kamu juga harus ke kantor" ujar ellina melepas kan diri dari pelukan suaminya. Sembari sedikit menjauh.
"Gak papa lah. Sebentar doang sebelum ke kantor. Sarapan pagi dulu" arion berusaha membujuk istrinya.
__ADS_1
Namun ellina malah menjauh. Bahkan sudah turun dari atas ranjang king size itu.
"Nggak. Udah kamu mandi sana, nanti aku siapin baju. Aku nyusul damian dulu". Ujar ellina berlari keluar. Takut juga jika di santap suaminya pagi pagi.
Bukannya marah Arion malah tersenyum geli dengan tingkah istrinya. Lucu juga melihat wajahnya yang memerah seperti kepiting rebus.
Dia tak keberatan untuk kembali di tunda pagi ini. Lagi pun dia ada meeting pagi hari ini. Masih ada nanti malam, dia tidak akan melepaskan istri kecilnya lagi.
.....
" bunda aku mau lenang sama opa". Ujar damian.
Bocah kecil itu menghampiri bundanya yang asik menonton TV bersama sang oma.
Ellina pun menuruti keinginan damian. Dia mengganti dahulu bajunya dengan baju renang lalu mengantarkannya pada sang papi yang sudah standby di kolam renang.
"Pi aku titip damian. Mau renang bareng papi katanya". Ujar ellina di angguki sang ayah.
Setelah menitipkan damian ellina kembali menyusul mami nya yang masih bertahan menonton TV. Dengan beberapa snack di depannya.
" bagaimana hubungan mu dengan arion? " tanya mami rasti.
"Baik, seperti biasa saja". Jawab ellina santai. Tak ada lagi guratan kesedihan di wajah nya.
" syukurlah. " kata mami rasti.
Keduanya melanjutkan tontonan nya pada sebuah film drama yang tak ada sedikitpun membuat mereka merasa tertarik.
Bibi datang. Dengan sebuah paket di tangannya. Sepertinya itu milik mami rasti.
" simpan dulu di bibi. Nanti saya bawa bi. Makasih" ujar mami rasti meminta bibi inah untuk menyimpan paketnya dulu.
"El. Kita jalan jalan yuk, udah lama mami gak ngabisin waktu sama kamu" ajak mami rasti.
Ellina tampak berpikir sebentar, sebelum akhirnya dia mengangguk setuju dengan ajakan mami nya.
Setelah damian selesai renang mereka berempat termasuk papi dion jalan jalan. Pertama mereka pergi ke restoran untuk makan lalu membawa damian bermain ke Playground. Setelahnya mami rasti mengajak putrinya menghabiskan waktu sebagai wanita. Membiarkan papi dion diam kebosanan bersama damian. Terserah mau melakukan apapun asal jangan selingkuh.
Sedang kan ellina bersama sang mami malah pergi ke salon untuk memperindah rambut mereka. Selesai dari salon keduanya pergi ke spa untuk melakukan perawatan pada tubuh. Ellina harus menelan malu karena lupa dengan jejak bekicot buatan suaminya semalam.
Selesai dari spa keduanya lalu pergi shopping ke sebuah mall ternama di jakarta. Mereka cukup lumayan menguras ATM para suami untuk memanjakan diri.
Setelah nya barulah mereka menghampiri damian dan papi dion yang sudah mati kebosanan. Pria itu tadi mengajak damian jajan dan bermain. Setelah puas cucunya itu malah tertidur, mau tak mau dia menunggu di mobil menemani sang cucu.
"Damian tidur?" tanya ellina saat melihat putranya tertidur.
"Iya, dia sudah puas bermain dan kenyang makan. Lalu tidur dengan puas" beritahu paling dion.
__ADS_1
Ellina memasukkan belanjaannya dahulu ke bagasi. Lalu mengambil alih damian yang tertidur. Mereka pulang pukul tujuh malam karena mami rasti yang merengek ingin makan di tempat langganan nya yang buka setelah magrib.
Tiba di rumah ellina langsung mengurus damian yang sudah mengantuk. Membersihkan putranya dan mengganti pakaiannya. Setelah di bacakan dongeng damian tidur dengan pulas..
Ellina sendiri langsung bersih bersih. Lengket dan bau seharian jalan jalan. Dia keluar dengan tubuh segar. Rambutnya basah karena berkeramas.
Pukul sembilan arion pulang ke rumah dengan wajah lesu sekaligus sumringah. Dia lesu karena pekerjaannya banyak hingga pulang malam. Sumringah nya dia sudah menunggu saat saat ini.
Membanting pintu pelan arion langsung kembali menguncinya. Dia melempar tasnya sembarang dan menghadap sang istri.
Ellina yang sedang melakukan perawatan wajah terkejut dengan kedatangan suaminya. Sontak saja dia langsung berdiri dan menghampiri arion. Menyambut suaminya pulang.
"Kak-
Ucapan ellina melayang kala bibirnya sudah di bungkam oleh benda kenyal sang suami. Tanpa menunggu ucapan istrinya selesai Arion memotong nya dengan ciuman.
Pria itu mendorong istrinya pelan dengan pangutan yang kian intens dan menuntut. Gairah mulai membara di antara mereka. kala Arion mulai meraba raba seluruh tubuh istrinya. Dia cecapi dan labeli semua. Leher tangan dada perut hingga paha semuanya tak luput dari tanda merah buatan nya. Hingga ellina mendesah karena kian tak kuat menahan geleyerannya.
" ouh!"
Dia tersenyum puas kala menyaksikan karya seninya. Kembali dia beratraksi di atas tubuh istrinya. Kain kain yang melekat mulai terlepas dari tubuh yang kini sudah sama sama polos.
Arion mulai memposisikan dirinya di bawah sana. Hendak menuntun miliknya yang sudah menegang masuk.
Namun gerakan ellina membuatnya berhenti. Dengan mata satu dan berat dia tatap netral istri nya.
"Kenapa?" tanyanya.
Ellina menghela napasnya. Tangannya berasal di pinggang polos suaminya. Ingatannya tiba tiba kembali pada malam kelamnya bersama sang kakak yang mengakibatkan dirinya hamil. Dan ini seperti deja vu.
"Jika kau belum siap aku tidak papa. Kita lakukan setelah kau siap" ujar arion mati matian menahan hasratnya. Dia tahu ellina pasti trauma dengan kejadian dahulu saat dirinya dengan kasar memperkosa gadis itu.
Ellina menggeleng. "Tidak. Lanjutkan". Ujar ellina berusaha tenang.
Arion meriah wajah sang istri, membuat keduanya saling bertatapan. " kau yakin? Aku tidak papa jika kau belum siap". Ujar arion dengan suara beratnya. Dia tak ingin egois dengan memaksa istrinya untuk melakukan hal itu. Lebih baik dirinya saja yang menahan hasratnya.
"Aku siap. Lakukanlah". Ujar ellina yakin.
Keduanya bertatapan. Saling menyelami satu sama lain. Setelah mendapat kepastian itu, barulah arion berani melanjutkan aksinya.
Dengan perlahan dan lembut, satu hentakan diiringi terusannya mampu membuat miliknya tertanam sempurna di milik istrinya yang begitu memabukkan.
Malam itu keduanya melakukan malam pertama. Setelah hampir satu tahun pernikahan mereka, hampir habis kesepakatan mereka dan itu menjadi sangat panas kala tenaga pria bertubuh besar itu tak ada habisnya. Ellina sampai di buat kewalahan hingga berkali kali dia melemas akibat ulah suaminya.
**** IT
...****************...
__ADS_1
malam ini aku gak up double soalnya lagi nyiapin hidden chap berisi malam pertama arion dan ellina versi hot. aku gak publish disini karena pasti gak lulus. buat yang mau baca cari informasinya di ig ku@Notyouyoi
kiss for readers 💋💋