jodohku kakak angkatku

jodohku kakak angkatku
part 54


__ADS_3

"Kalian dari mana aja sih?" tanya mami rasti melihat kedatangan ellina yang di susul arion di belakang nya.


Langkah arion yang besar mampu mengejar langkah ellina yang kecil hingga mereka berbarengan.


"Maaf mi tadi ada urusan sebentar. Gimana keadaan Damian sekarang? " tanya ellina berusaha mengalihkan pembicaraan.


Semoga mami rasti dan yang lainnya tak menyadari wajahnya yang sembab karena menangis.


"Damian sudah stabil. Tadinya kita mau masuk tapi nunggu kamu dulu". Ujar mami rasti.


Beberapa saat lalu saat tengah menunggu Damian seorang perawat datang dan memberitahu jika keadaan Damian sudah stabil dan sudah bisa di jenguk. Tetapi karena merasa tak enak mami rasti menunggu ellina lebih dulu.


Menganggukkan kepala ellina masuk lebih dahulu diikuti oleh yang lainnya. Langkah ellina melemah seketika melihat Damian yang terbaring lemah di atas brankar.

__ADS_1


Duduk di samping Damian ellina meraih tangan mungil itu yang lemah. Dia genggam dan dia kecupi berkali kali. Tangan yang biasanya meraih kakinya untuk meminta sesuatu kini terbaring lemah.


Ellina menangis. Tak mampu melihat keadaan Damian yang mengenaskan. Usianya bahkan belum menginjak dia tahun tetapi harus mengalami kecelakaan seperti ini. Kalau saja bisa ellina lebih merelakan dirinya yang terluka di banding Damian.


" maafin bunda hikss... Maafin bunda sayang. Bunda gagal jagain kamu". Lirih ellina berbisik pada damian.


"Cepat bangun sayang jangan bikin bunda khawatir. Bunda gak bisa tanpa kamu".


Semakin meringis tubuhnya saat momen momen Damian lahir ke dunia sebagai anugrah terindah nya teringat kembali. Rasa sakit yang tak mungkin dirinya lupakan dan rasa bahagia yang pasti akan ia ingat selalu. Bayinya, yang kini menjadi putra tampan.


Tanpa ellina sadari jika pria yang mematung tak jauh dari posisinya ikut meneteskan air mata. Damian kecelakaan dan sekarang terbaring lemah arion tak sanggup membayangkan yang lebih. Putranya yang kini berusia hampir dua tahun tengah berusaha membaik.


" sudah menangis nya, makan dulu. Kak leo tadi ke kantin beli makanan". Ujar papi dion.

__ADS_1


Ellina mengangguk. Berat hati melepaskan genggaman nya di tangan mungil Damian. Lalu beralih mengambil satu bungkusan nasi yang di beli kakaknya.


Leo sengaja membeli nasi goreng sefood kesukaan ellina. Harapnya itu bisa membantu memperbaiki suasana hati sang adik.


Selesai makan tiba tiba arion memanggil orangtuanya.


"Mi pi ada yang ingin aku katakan". Ujar arion.


Eelina yang hendak membenarkan selimut Damian terhenti. Dirinya berbalik dan menatap arion dengan tajam. Tak seperti hatinya yang takut dan cemas jika arion akan memberitahu semuanya pada orang tua mereka. Jika benar sungguh, dirinya tak akan pernah memaafkan arion.


" ingin bicara apa ar? " tanya papi dion melihat arion yah tak kunjung melanjutkan ucapannya.


Arion meyakinkan hatinya. "Aku ingin katakan jika Damian... Putra ku". Ucap arion lantang.

__ADS_1


Hening sesaat sebelum akhirnya tawa papi dion terdengar renyah di telinga mereka. " kamu mau ngomong apa arion? Candaan kamu gak lucu ini". Ujar papi dion terkekeh garing.


"Aku gak bercanda pi Damian memang anak aku. Aku bahkan sudah mendonorkan darah untuk Damian. Jika kalian tak percaya aku akan melakukan tes DNA". Sahut arion menggebu. Berusaha membuat orang tuanya percaya akan hal ini.


__ADS_2