
"Apa karena damian?" tanya mami rasti.
Sontak ellina menoleh pada ibunya. Terkejut dan berdebar. Akan seperti apa reaksi orang tuanya.
"Maaf". Hanya itu yang ellina katakan.
Dia tak mengelak ataupun mengakuinya. Karena jujur alasan utama nya pergi bukan hanya damian. Tetapi keterdiaman ellina seolah menjadi jawaban bagi mami rasti papi dion serta leon.
Menggelengkan kepalanya pelan mami rasti memegang kedua kepalanya pelan sembari menunduk. Ia tarik napasnya pelan dan kembali menatap sang anak.
" kenapa harus pergi el? Apa gak ada cara lain selain kamu pergi? Mami sama papi gak setega itu untuk membunuh sebuah nyawa yang tumbuh". Matanya masih berkaca kaca. Namun dia berterus terang dengan suara yang tercekat.
"Maaf, maafkan ellina mi. Memang ellina yang salah di sini". Ucap ellina pelan.
Di liriknya sang putra yang masih terlelap pulas di gendongan prisilla. Gadis itu menatap drama dalam keluarga nya dengan berkaca kaca.
Tak dapat menahan tangis, akhirnya tangisan mami rasti terdengar kembali begitu sendu. Terbatas bata dan tercekat di tenggorokan. Sesak sekali rasanya membayangkan sang anak susah sendiri. Tanpa dirinya mendampingi di sampingnya.
__ADS_1
" kenapa gak bilang dari awal el? Mami gak akan nyuruh kamu hilangin dia." kembali di tariknya ellina kedalam pelukan nya.
"Maaf, maafkan mami yang gak ada saat kamu sedang kesakitan dan menderita. Maafkan mami yang tidak bisa mendampingi mu saat kamu berjuang melahirkan nya". Lirih mami rasti begitu berbisik di telinganya.
Tanpa bisa menahan air matanya kembali terjatuh. Ellina membalas pelukan maminya dengan erat. Ikut menangis hingga keduanya berpelukan dengan air mata yang mengalir deras di pipi masing masing.
Papi dion , leo serta prisilla yang menyaksikan nya ikut menjatuhkan air mata. Merasa terharu dengan pertemuan anak dan ibu ini.
Setelah merasa cukup barulah mami rasti melepaskan pelukannya. Mengusap air mata di pipi anaknya yang langsung di balas ellina. Keduanya saling melempar senyum tipis.
" boleh kakak tanya? " sahut leo.
"Bagaimana kamu bisa memiliki damian?" tanya leo yang sudah penasaran.
Mereka kompak menatap ellina. Menunggu jawaban gadis yang telah dewasa itu. Termasuk prisilla yang juga belum mengetahui siapa ayah kandung damian.
Dengan terpaksa ellina kembali berbohong. Dia menceritakan jika dia hamil lalu menikah dengan pria yang menghamili nya. Naasnya pria itu kecelakaan dan meninggal. Untungnya mereka semua percaya dengan ceritanya.
__ADS_1
Sampai saat ini ellina masih menyembunyikan scandal dirinya dan kakaknya. Bukan untuk sang kakak tetapi untuk putra dan dirinya.
"Malang sekali nasib kamu nak, kenapa gak cerita sama mami? " ujar mami rasti. Hendak kembali menangis naun ia tahan.
Dia kecewa dan marah pada ellina. Tetapi rasa bahagia karena telah menemukan putrinya lebih besar di bandung rasa kecewa dan marahnya.
"Maaf ma ellina takut mami gak Terima dan menyuruh el menghilangkan nya".
" astaga, mami gak seperti itu el. Mau bagaimana pun dia hadir dia gak salah". Sergah mami rasti cepat.
Mereka semua menoleh pada damian yang tertidur pulas di gendongan prisilla. Memperhatikan dengan baik wajah mungil damian yang pulas tertidur.
"Namanya damian?"
"Iya. Damian ace damarta". Jawab ellina.
" tampan sekali". Puji mami rasti. Lama mereka memperhatikan wajah damai Damian yang tertidur. Sebelum akhirnya mami rasti mengajak ellina pulang.
__ADS_1
"Pokoknya kamu harus ikut pulang bersama kami!"