jodohku kakak angkatku

jodohku kakak angkatku
part 39


__ADS_3

"Prisilla". Lirih ellina tertahan. Tenggorokannya tiba tiba kering dan tak mampu berkata apapun. Ia tak menyangka jika pemilik kafe tempatnya bekerja adalah prisilla, sahabat lamanya.


Tanpa sadar genggaman nya pada tangan damian mengerat. Hingga membuat pria kecil itu meringis kesakitan.


" 𝘯𝘥𝘢 𝘬𝘪𝘵... "


Mendengar ringisan pelan putranya ellina sontak menoleh ke bawah dan buru buru melonggarkan genggaman nya. "Maafkan bunda sayang. Bunda tak sengaja". Ujar ellina pelan merasa bersalah pada sang putra.


Prisilla yang hendak membalas sapaan karyawan nya seketika terhenti kala pusat matanya berhenti pada sosok yang berdiri paling ujung sembari menatap dirinya.


Tanpa pikir panjang prisilla berlari dan langsung menabrak ellina dengan pelukan. Tak peduli dengan orang yang di peluknya akan berekspresi seperti apa.


" ellina, ini beneran lo kan? " tanya prisilla tak percaya.


Ellina yang mendapat pelukan secara tiba tiba terdiam kaku sesaat. Sebelum akhirnya ikut membalas pelukan sahabat lamanya itu dengan perlahan. Asing rasanya kembali mendapat pelukan yang dulu selalu ia rasakan. Pelukan tulus dari prisilla yang menenangkan kan.


Hmpir tiga tahun dia pergi, tapi ellina tak pernah melupakan sang sahabat. Yang tahu jika dirinya hamil dan mengerti kondisinya. Ponselnya yang dulu memang ia jual tetapi, tidak dengan kenangan kenangan indah di dalamnya. Yang berisikan orang orang special di hidupnya termasuk prisilla.

__ADS_1


"Lo kemana aja si hah?! Ninggalin gue gitu aja. Lo gak tahu gimana gue khawatir nyariin lo tau gak?! " tanya prisilla dengan nada kesal sekaligus marah. Dia sudah mengurai pelukan nya.


Ellina menatap prisilla dengan haru. Dia tak menyangka sahabatnya itu akan cemas dan khawatir hingga mencarinya. Beruntung sekali dia mendapat teman sebaik dan setulus prisilla.


" sorry gue pergi gak bilang bilang". Ringis ellina. Merasa bersalah pada sang sahabat.


"Gue gak nyangka kalo lo orang yang bibi gue kirim ke sini. Kenapa lo gak bilang sih hah?" marah prisilla. Dia marah sebab ellina tak memberitahunya sedikitpun.


Ellina meringis pelan mendengar kemarahan prisilla. Meski tak semarah itu memang. "Iya sorry sil. Mana gue tahu kalau lo itu ponakan bu rina." jawab ellina.


"Nda.. " panggilan damian mengalihkan atensi mereka.


"Iya sayang, kenapa hm? " ellina berjongkok menyetarakan tubuhnya dengan damian. Bertanya pada sang putra yang barusan memanggilnya.


"Tit nda, dong." ujar damian menyodorkan tubuhnya bersiap siap di gendong oleh ellina.


Tersenyum kecil ellina langsung mengangkat tubuh mungil damian. Menggendongnya, dia sadar damian terlalu lama berdiri menunggu prisilla tadi.

__ADS_1


Kembali menatap prisilla, ekspresi gadis itu terkejut dengan mata membulat. Terlihat jelas sangat kaget melihat damian.


"E-el, i-ini anak lo?! " pekik prisilla terkejut bukan main. Dan ellina pun mengangguk membenarkan.


Dia menatap anak kecil yang ada di gendongan ellina. Dan memanggil wanita itu bunda. Dapat di simpulkan jika bocah itu adalah putra dari sahabat lamanya. Ia tak menyangka ellina tetap mempertahankan bayi itu. Padahal dulu gadis itu bersikeras ingin menggugurkan nya.


"Lo bener benar harus jelasin semuanya sama gue el!" ucap prisilla dengan tegas.


Tanpa basa basi langsung saja prisilla menarik ellina serta damian yang berada di gendongannya menuju ke ruangan atasan. Dirinya akan menuntut penjelasan dari sang sahabat yang sudah meninggalkan nya tanpa pamit itu.


Tanpa mereka sadari semua karyawan yang berbaris rapih di sana melongo. Bertanya tanya ada apa dengan bos pemilik kafe serta pengurus baru kafenya. Tanda tanya besar terlihat jelas di kepala mereka.


...****************...


ʜᴀɪ sᴇᴍᴜᴀɴʏᴀ, sᴇʟᴀᴍᴀᴛ ᴍᴀʟᴀᴍ!


ɢɪᴍᴀɴᴀ ʜᴀʀɪ ᴋᴀʟɪᴀɴ ʟᴀɴᴄᴀʀ ᴄᴀᴘᴇ ᴅᴀɴ ʟᴇʟᴀʜ?

__ADS_1


ᴛᴇᴛᴀᴘ sᴇᴍᴀɴɢᴀᴛ ɢᴜʏsss, sᴇᴍᴏɢᴀ ᴅᴇɴɢᴀɴ ᴍᴇᴍʙᴀᴄᴀ ᴘᴀʀᴛ ɪɴɪ ʙɪsᴀ ᴍᴇɴɢʜɪʟᴀɴɢᴋᴀɴ sᴇᴅɪᴋɪᴛ ʟᴇʟᴀʜ ᴋᴀʟɪᴀɴ🧡


ᴘᴀᴘᴀʏʏʏ🧡


__ADS_2