jodohku kakak angkatku

jodohku kakak angkatku
part 44


__ADS_3

"Pokoknya kamu harus pulang bersama kami!" ujar mami rasti dengan tegas.


"Aku tidak bisa". Lirih ellina.


Bukan dia tak ingin pulang ke rumah. Tetapi, dia masih sangat takut dengan ancaman kakaknya kala itu. Apalagi Damian menjadi bukti jika dia tak menggugurkan kandungnya.


" kami tidak menerima penolakan ellina". Kini giliran papi dion yang berbicara.


Membuat nyali ellina menciut mendengar ucapan tegas dan berat sang papi.


"Aku tidak bisa meninggalkan kafe dan apartemen ku." ungkap ellina. Tetap berusaha menolah meski nyatanya hal itu tak berpengaruh pada mereka.


"Alasan kamu tidak masuk akal el. Kami membawa mu pulang bukan berarti kami melarangmu ke kafe lagi. Kamu bisa bekerja ke kafe dari rumah, tidak harus apartemen. Lagi pun prisilla pasti akan mengizinkanmu". Kata leo panjang lebar. Menoleh pada prisilla yang sedang menggendong keponakannya.


Prisilla mengangguk cepat, setuju dengan ucapan leo. "Ucapan kakak lo benar el. Lo bisa bekerja dari rumah tidak harus dari kafe. Memangnya lo tidak kasihan pada mami lo yang mencari lo hingga jatuh sakit karena lo pergi." Prisilla ikut membujuk.

__ADS_1


Merasa terpojok mau tak mau ellina akhirnya mengalah. Dia setuju untuk kembali pulang ke rumahnya. Menolak pun rasanya tak mungkin apalagi orang tuanya kekeh. Dia tahu watak sifat orang tuanya yang keras.


"Ba-baiklah. E-ellina ikut pulang".


Sontak saja mami rasti tersenyum senang mendengarnya. Dengan antusias dia menyuruh leo untuk memindahkan barang barang milik ellina ke rumah.


"Leo cepat kamu pindah kan barang barang ellina dan damian ke rumah." titah mami rasti tegas.


"Tapi aku tidak tahu di mana apartemen nya". Kata leo.


" biar aku bantu kak". Ellina hendak membantu nemun urung saat mendengar ucapan mami rasti.


Tentu saja prisilla menggeleng. Ia tak keberatan sama sekali untuk membantu keluarga sahabat nya.


"Yaudah sini Damian nya biar tante gendong. Ingin lihat se tampan apa cucu tante". Ujar mami rasti.

__ADS_1


Prisilla pun pelan pelan memberikan Damian yang tertidur pada mami rasti yang dengan sigap menggendong nya.


" maaf ya sil tante jadi ngerepotin kamu. Tante minta tolong banget kamu kan pasti yang punya apartemen? " ucap mami rasti.


Sontak prisilla mengangguk. Setelahnya dia dan leo pamit untuk pergi ke apartemen.


Mami rasti menatap keduanya dengan senyum lebar. Bukan tanpa alasan dia menyuruh prisilla, dia hanya sedang berusaha mendekatkan leo pada jodohnya.


Sejak putus dengan pacarnya dua tahun lalu , leo memang tak pernah terlihat lagi menggandeng perempuan. Bahkan saat di tanya pun terkesan mengalihkannya. Membuatnya berinisiatif untuk menjodohkan sangat putra dengan sahabat putrinya. Apalagi prisilla sudah terkenal di keluarga mereka.


"Cucu kita tampan sekali mi". Ucap papi dion. Pria itu duduk di samping istrinya dan ikut menatap wajah cucunya yang tertidur.


" iya pi, tampan sekali. Mami tak menyangka kita sudah menjadi kakek nenek". Ucap mami rasti.


Dia mengira akan mendapat cucu pertamanya dari arion karena jelas pria itu sudah menikah. Namun bukannya arion, malah ellina yang memberinya cucu pertama. Yang tanpa mami rasti sadari jika Damian memang anak arion.

__ADS_1


"Wajahnya mirip sekali dengan arion waktu bayi yah pa? " tanya mami rasti saat sadar jika wajah cucunya mirip dengan wajah anaknya saat masih bayi.


DEG!


__ADS_2