jodohku kakak angkatku

jodohku kakak angkatku
part 37


__ADS_3

Gosip buruk itu terdengar hingga ke telinga ellina. Awalnya ellina masih memaklumi nya karena ia pikir orang orang pasti berpikir terlebih dahulu sebelum mempercayainya. Nyatanya sebagian orang dengan mudah langsung mempercayai hal itu.


Membuat ellina mau tak mau bertindak tegas. Ia takut hal ini berdampak pada damian. Putranya itu tak tau apa apa.


"Jadi kalian percaya dengan gosip yang tak tahu asal usulnya itu?" tanya ellina tegas berwibawa.


Pada seluruh karyawan yang ia kumpulkan saat ini. Mereka semua tertunduk dengan saling melirik satu sama lain. Tak ada yang menjawab. Semuanya hening dan hanya berani saling mencolek satu sama lain. Termasuk ketiga wanita yang selalu menghina ellina itu.


Ellina menarik napasnya kasar. Memijat pelipisnya pelan. " aku tidak menuntut kalau kalian harus mempercayaiku. Tapi sebelum kalian mempercayai sesuatu seharusnya kalian cari tahu dulu sumber nya apakah itu benar atau hanya hoax saja."


"Aku hanya memberi nasihat saja supaya kalian lebih bijak dalam mempercayai sesuatu. Jangan sembrono dan mudah percaya hal yang belum pasti. Karena yang rugi itu bukan aku tapi kalian. Jika berita ini hoax aku bisa saja meminta pada pemilik kafe supaya memecat kalian karena menghina dan menuduhku sembarangan hingga nama baikku tercoreng". Terang ellina panjang lebar. Menatap satu persatu karyawan nya yang masih menunduk. Ada juga yang saling berbisik.


"Aku akan katakan sesuatu hal pada kalian. "

__ADS_1


Menarik napas panjang, lalu menghembuskan nya pelan. Ia akan membuka aibnya supaya dapat menyelamatkan putranya.


"Aku memang hamil di luar nikah!"


Senyap. Tidak ada yang bersuara karena secara langsung bos mereka mengakuinya secara terang terangan.


" tapi bukan bersama pria belang!" lanjut ellina lagi.


"Ya, aku memang hamil di luar nikah. Bukan bersama om om apalagi pria hidung belang. Damian hadir karena kesalahan satu malam. Aku adalah korban pemerkosaan! "


Semuanya terdiam. Tak bisa berkata kata mendengar ungkapan bos mereka. Tak menyangka dengan hal buruk yang di alami bosnya.


Melihat para orang orang diam ellina tersenyum tipis, sebelah.

__ADS_1


" aku harap kalian tidak membawa bawa Damian dalam hal ini. Dia putraku mau bagaimana dia hadir dia tetap putraku."


"Aku tidak bangga mengatakan ini pada kalian. Ini adalah aib ku yang seharusnya tak perlu orang ketahui dan aku membeberkan nya pada kalian semua. Tapi, ini aku lakukan untuk memperingatkan kalian dan menyelamatkan nama baik ku serta putraku".


Ujar ellina dengan tegas. Ia tak bangga justru sangat malu mengatakan hal tersebut. Yang menurutnya ini adalah aib hidupnya yang tak perlu orang tahu. Tapi demi menyelamatkan harga dirinya bersama putranya ellina rela membeberkan nya.


" untuk sekarang kalian ku ampuni. Kembalilah bekerja dan jangan mengulangi kesalahan lagi! Mengerti?! "


"Mengerti bu!" dengan kompak mereka menjawab. Lalu bubar dan kembali pada pekerjaan masing masing.


Ellina pun begitu. Pergi dari sana dan mengecek kondisi Damian yang tengah tertidur pulas di ruangannya.


Dia tak akan pernah membiarkan siapapun menghina Damian. Biarlah orang menghina atau bahkan menjelek jelekkan dirinya. Asal tidak putranya.

__ADS_1


Pipi gembul serta mulut mungil itu bergerak sesuai hembusan napas. Bayi mungil itu tak bersalah, dia yang salah disini.


Biarkan hidup Damian berjalan semestinya. Damai dan tenang. Tanpa bayangan kesalahan orang tuanya di masa lalu.


__ADS_2