
Tak terasa sudah satu bulan pernikahan Arion dimulai. Nyatanya dirinya belum bisa meluluhkan hati ellina. Keluarganya yang sibuk mempersiapkan pernikahan leo terapi pernikahannya jalan di tempat.
Jika soal urusan hasrat jangan di tanya, hampir setiap malam Arion harus menahan hasratnya mati matian demi tak menyakiti ellina. Yah meski itu sangat menyiksanya tentunya.
"El boleh tolong siapkan pakaian aku buat meeting pagi?" tanya Arion.
"Hmm". Singkat padat dan menyengat.
Arion harus banyak banyak bersabar lagi menghadapi sikap ellina yang cuek. Bertajuk tahun hidup bersama nyatanya Arion tak mengenal baik sifat ellina.
Dengan handuk yang menyampir di pundak Arion memilih masuk ke dalam kamar mandi. Selain untuk mendingin kan badan dirinya juga perlu mendinginkan hati untuk menghadapi ellina. Ia benar benar berharap bisa membuat luluh istrinya sebelum kesepakatan mereka berakhir.
Setelah memakai jas yang di pilihkan istrinya Arion berangkat ke kantor. Tak lupa berpamitan lebih dahulu pada si kecil Damian yang masih tertidur dengan mencium keningnya berkali kali.
__ADS_1
Arion ingin memberi kecupan pada ellina juga tetapi ia urungkan saat melihat tatapan malas istrinya padanya. Hatinya merasa tertohok dengan tatapan yang di berikan istrinya. Tubuhnya mendadak lesu hingga tak bersemangat untuk bekerja.
Dengan memaksakan diri setelah berpamitan Arion pergi ke kantor. Di kantor Arion menjadi sangat uring uringan. Awalnya pria itu melaksanakan meeting dengan lancar tetapi setelahnya pria itu bahkan enggan untuk sekedar menyentuh pekerjaan yang menumpuk di atas meja nya. Mengingat kembali tatapan sang istri Arion melakukan pekerjaannya dengan marah marah. Sedikit salah langsung kena semprot. Membuat setiap orang yang berurusan dengannya merasa frustasi karena murka sang bos. Begitupun dengan ronnie yang harus berkali kali mengelus dada akibat menjadi bahan lampiasan.
Seperti sekarang dirinya kena amukan karena rasa kopi tak seperti biasanya yang ia minum.
"Ck, ronnie kenapa rasa kopinya jadi pedas begini hah?! Ganti!"
"Ini tuan kopinya".
Arion mengangguk. Lalu mulai menyeruput kopinya dengan perlahan. Detik berikutnya sebuah semprotan muncul dari bibir Arion. Pria itu memuncratkan kopi yang baru saja di ganti itu.
" kopi apa ini hah?! Kenapa rasanya pahit dan sekali. Siapa OB nya? Tidak becus sekali dia membuatkan ku kopi. Pecat dia dan ganti yang baru". Teriak Arion frustasi.
__ADS_1
Dengan perasaan dongkol sekali ronie mengambil kembali kopinya. Lalu keluar dari ruangan itu untuk mengganti kopinya. Namun ia tak sengaja bertemu dengan leo adik dari bosnya.
Melihat wajah dongkol sekertaris kakaknya leo mendekat. "Kenapa dengan wajah mu Ron? Dongkol sekali seperti kekurangan uang". Tanya leo dengan nada ejekan.
" aku heran dengan tuan. Bagaimana bisa ada rasa kopi yang pedas. Setelah aku ganti dia malah bilang kopinya pahit dan panas, lalu menyuruhku memecat OB " curhat ronnie.
Dirinya mengumpat berkali kali pada sang bos. Lagian namanya juga kopi baru pasti panas lah, aneh. Entah apa yang terjadi pada bosnya hingga yang biasanya santai kalem jadi ngereog tiba tiba. Untung setok sabarnya tak seperti tisu di bagi tujuh.
Leo tertawa pelan mendengar curhatan sekertaris kakaknya itu. Kasihan sekali dia.
"Memang nya begitu?" tanyanya tak percaya.
Ronnie mengangguk cepat. "Jika tuan tak percaya tuan bisa cek sendiri". Ujar leo.
__ADS_1