jodohku kakak angkatku

jodohku kakak angkatku
part 36


__ADS_3

Entah berasal dari mana tiba tiba sebuah gosip tentang ellina menyebar di kafe Florence. Sayangnya gosip itu bukan gosip yang mengenakan. Tetapi gosip tentang ellina yang hamil diluar nikah oleh pria hidung belang hingga melahirkan damian.


Hal itu membuat beberapa karyawan di sana menganggap ellina jijik karena di anggap wanita malam. Ada juga beberapa yang tidak mempercayainya karena gosip itu tak jelas siapa yang menyebarkannya.


"𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘶𝘱𝘶 𝘬𝘶𝘱𝘶 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮." ujar salah atau pegawai yang sedang bertugas pada pegawai yang lain kala ellina melintas di depan mereka. Tak lupa senyum yang di anggap munafik olehnya.


"𝘈𝘬𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘥𝘪𝘢 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘫?𝘭𝘢𝘯𝘨. 𝘔𝘦𝘮𝘢𝘭𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘤?𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘩𝘢𝘮𝘪𝘭 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘱𝘳𝘪𝘢 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘭𝘢𝘯𝘨." timpal satu pegawai lagi.


"𝘒𝘢𝘶 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳, 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘭𝘶𝘬𝘢𝘯! 𝘊𝘰𝘣𝘢 𝘢𝘫𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘥𝘪 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘨𝘢𝘬 𝘴𝘦 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘪𝘫𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪. 𝘐𝘯𝘪 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘨𝘢𝘬 𝘥𝘪 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣 𝘴𝘰𝘬 𝘴𝘰𝘬 𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘤? 𝘗𝘶𝘭𝘢!"


" 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘥𝘪𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘭𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘪 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘣𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘱𝘶𝘯".


"𝘐𝘺𝘢𝘩. 𝘈𝘬𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘩 𝘣𝘶𝘯𝘶𝘩 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘢𝘫𝘢 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘳 𝘮𝘢𝘭𝘶." salah satu pegawai wanita datang dan ikut menjelek jelekkan pengurus kafe tempat mereka bekerja.

__ADS_1


Dua pegawai tadi saling menatap laku mengangguk membenarkan. " menjijikan sekali!" ujar ketiganya bersamaan.


Hinaan demi hinaan itu terus mereka lempar tanpa tahu yang sebenarnya. Pegawai yang lain hanya mampu geleng geleng kepala mendengar hinaan yang keluar dari mulut ketiga wanita tadi.


Menurutnya gosip ini tidak pantas di percaya. Selain karena asal usulnya yang tak jelas, dia percaya pada pemilik kafe yang tak akan mengulang kesalahan seperti sebelumnya. Memasukan orang salah!


Apalagi Pengurus baru kali ini sangat baik dan ramah. Meskipun tegas namun sangat perhatian pada para pegawai. Jadi tak ada alasan untuknya percaya gosip itu.


"Apa kalian tidak ada pekerjaan sampai sibuk membicarakan kejelekan orang lain? " karena merasa geram akhirnya pegawai tadi bertanya dengan nada menyindir.


"Maksud mu apa? Kau tak lihat kita sedang bekerja ini. Memang apa salahnya kalau kita ngobrol saat bekerja hah?! " dengan tak ramah salah satu pegawai menjawab.


"Memang tidak salah mengobrol. Tapi yang salah adalah kalian menjelek jelekan orang lain. Kalian percaya pada gosip yang beredar tak jelas itu? Bahkan kita tak tahu siapa yang menyebarkannya. Apakah orang baik atau orang yang jahat". Sahut pegawai ini.

__ADS_1


" wina, kau jangan munafik. Mencari muka padahal kau juga sama percaya kan pada gosip itu? Kau tidak ada bedanya dengan kami. Dia memang wanita malam yang hamil bersama pria hidung belang tanpa di tanggung jawab." hasut salah satu dari ketiganya.


Pegawai bernama Wina itu hanya menggelengkan kepala mendengar hasutan rekan kerjanya yang bernama lusi.


" buktinya apa kalau memang bos kita wanita malam? Dia baik ramah juga berwibawa. Sangat jauh dengan yang kalian bicarakan dan gosip yang beredar itu". Ucap Wina mencoba menghentikan ketiganya.


"Bukti? Buktinya itu anak haramnya. Kalau bukan wanita malam terus apalagi hah?! Dia memiliki anak yang tak tahu asal usulnya saja sudah menjadi bukti kalau dia memang wanita gak bener". Nilam, gadis kedua itu dengan sewot menjawab pertanyaan Wina. Dia sudah gatal pada pertanyaan gadis sok suci itu.


" oh ya aku wanita gak bener? "


Ellina yang berada di balik dinding mendengar pembicaraan keempatnya geram. Dari tadi dia sudah mendengar omongan omongan jelek yang menuduh dirinya serta putranya.


Sontak saja keempat wanita tadi terkejut. Ketiga rekan tadi sudah melemas bahkan bergetar saat melihat bosnya datang. Berbeda dengan Wina yang tenang dan tersenyum simpul.

__ADS_1


"Memangnya sebaik apa kalian sampai mengatakan diriku wanita gak bener?"


__ADS_2