jodohku kakak angkatku

jodohku kakak angkatku
part 35


__ADS_3

" tak perlu mengubahnya. Tambah saja sedikit ornamen agar lebih terlihat indah."


"Oh ya, di bagian sini kau tambahkan beberapa tanaman hijau. Supaya terlihat lebih segar dan fresh oke? "


Ellina menunjuk pada sudut kafe yang terdapat batu batu kecil berwarna putih. Dia sedang me make over kembali kafe. Tidak mengubahnya hanya sedikit menambahkan ornamen agar terkesan elegant. Dia sudah mendapat izin dari sang pemilik kafe.


Pegawai tadi mengangguk. Lalu berlalu setelah bos nya memberi arahan. Dia yang memang sudah menjadi karyawan lama di sana merasa senang karena bos barunya sangat baik dan ramah. Berbeda bos yang dulu angkuh dan sombong.


Satu minggu sudah ellina bekerja menjadi pengurus kafe di sana. Tak hanya duduk ellina ikut turun membantu melayani pembeli secara langsung.


Sukurlah karyawan di sana sangat rajin dan cekatan. Dia tak pernah merasa kerepotan sibuk karena selalu ada karyawan yang membantunya.


Bukan hanya dalam pekerjaan tetapi juga diluar pekerjaan. Seperti menjaga damian saat dia sibuk. Mereka mengajak dan menemani damian saat istirahat. Ellina yang melihat itu senang apalagi damian pun tak merasakan bosan saat dia sedang bekerja.


"Bagaimana keadaan kafe hari ini?" tanya ellina pada salah satu pegawai.

__ADS_1


"Seperti biasa bu. Selalu rame setelah ibu datang". Ujar pegawai wanita itu.


Ellina yang tersenyum sembari menggeleng kan kepalanya mendengar jawaban sang pegawai.


" bukan karena saya. Tapi karena kita yang berusaha keras". Ralat ellina di angguki oleh sang pegawai.


Ellina berlalu menuju ruangan nya. Yang dimana di sana damian tertidur akibat sudah lelah bermain dengan perut yang kenyang. Pria kecil itu tampak menggemaskan di balik selimut angry bird nya.


Ellina duduk di samping damian yang tertidur pulas. Sehari lalu dia mengajak damian ke pusat perbelanjaan untuk membeli beberapa kebutuhannya di apartemen. Saat itu dia yang sedang membayar total belanjaan terkejut saat mendengar seseorang memanggil namanya.


"๐˜ˆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฉ?! ๐˜“๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข?"


Namun praduga itu terbantahkan saat seorang ibu ibu menggandeng anak putranya yang remaja bernama arion ke kasir tadi.


Ellina menghela napas lega. Mengikat keringat di sahinya yang sudah bercucuran. Rasanya sungguh lega prasangka nya salah. Ini seperti deja vu yang tak ingin ellina rasakan.

__ADS_1


"๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ข ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜‰๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ".


" ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ข๐˜ง ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ. ๐˜—๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜›๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜”๐˜ข๐˜ข๐˜ง๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข".


"๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข, ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข. ๐˜‰๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ค๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข".


Dia cium pelan nan lembut kening damian dengan satu air mata lolos dari pelupuk matanya. Saat itu juga tangis ellina terdengar meski dia tahan tahan supaya damian tak mendengar nya.


Rasa sakit serta trauma itu kembali hadir. Dia takut, sangat takut apabila arion akan menemukan mereka. Bukan tak mungkin, apalagi sekarang mereka satu kota dengan pria itu. Ellina hanya takut sewaktu waktu dia dan damian bertemu kembali dengan arion yang dulu mengancamnya untuk menggugurkan kandungan nya.


Bagaimana jika pria itu tahu jika ia tak menggugurkan kandungan nya dan justru melahirkan nya hingga sekarang bisa tertidur pulas di samping nya. Apakah akan tetap melenyapkan nya?


...****************...


ส™แด€ษขแด€ษชแดแด€ษดแด€ แด˜แด€ส€แด› แด‹แด€สŸษช ษชษดษช? ส™ษชแด‹ษชษด แด…แด‡ษข แด…แด‡ษขแด€ษด ษขแด€แด‹? แด€แด‹แดœ sษชสœ สแด‡s สแด€สœ... dikit๐Ÿค แด›แด€แด˜ษช ษขแด€แด‹ แด˜แด€แด˜แด€.

__ADS_1


แดŠแด€ษดษขแด€ษด สŸแดœแด˜แด€ สŸษชแด‹แด‡ แด แดแด›แด‡ แด‹แดแดแด‡ษด ษดสแด€ ส™ษชแด€ส€ ส™ษชsแด€ แดแด‡ษดแด€ษดษขษชษด ษขษชแด แด‡ แด€แดกแด€ส!!


ษชษข: ษดแดแด›แดœแดแดœสแดษช


__ADS_2