
" tak perlu mengubahnya. Tambah saja sedikit ornamen agar lebih terlihat indah."
"Oh ya, di bagian sini kau tambahkan beberapa tanaman hijau. Supaya terlihat lebih segar dan fresh oke? "
Ellina menunjuk pada sudut kafe yang terdapat batu batu kecil berwarna putih. Dia sedang me make over kembali kafe. Tidak mengubahnya hanya sedikit menambahkan ornamen agar terkesan elegant. Dia sudah mendapat izin dari sang pemilik kafe.
Pegawai tadi mengangguk. Lalu berlalu setelah bos nya memberi arahan. Dia yang memang sudah menjadi karyawan lama di sana merasa senang karena bos barunya sangat baik dan ramah. Berbeda bos yang dulu angkuh dan sombong.
Satu minggu sudah ellina bekerja menjadi pengurus kafe di sana. Tak hanya duduk ellina ikut turun membantu melayani pembeli secara langsung.
Sukurlah karyawan di sana sangat rajin dan cekatan. Dia tak pernah merasa kerepotan sibuk karena selalu ada karyawan yang membantunya.
Bukan hanya dalam pekerjaan tetapi juga diluar pekerjaan. Seperti menjaga damian saat dia sibuk. Mereka mengajak dan menemani damian saat istirahat. Ellina yang melihat itu senang apalagi damian pun tak merasakan bosan saat dia sedang bekerja.
"Bagaimana keadaan kafe hari ini?" tanya ellina pada salah satu pegawai.
__ADS_1
"Seperti biasa bu. Selalu rame setelah ibu datang". Ujar pegawai wanita itu.
Ellina yang tersenyum sembari menggeleng kan kepalanya mendengar jawaban sang pegawai.
" bukan karena saya. Tapi karena kita yang berusaha keras". Ralat ellina di angguki oleh sang pegawai.
Ellina berlalu menuju ruangan nya. Yang dimana di sana damian tertidur akibat sudah lelah bermain dengan perut yang kenyang. Pria kecil itu tampak menggemaskan di balik selimut angry bird nya.
Ellina duduk di samping damian yang tertidur pulas. Sehari lalu dia mengajak damian ke pusat perbelanjaan untuk membeli beberapa kebutuhannya di apartemen. Saat itu dia yang sedang membayar total belanjaan terkejut saat mendengar seseorang memanggil namanya.
"๐๐ณ๐ช๐ฐ๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฉ๐ข๐ฉ?! ๐๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช๐ฏ๐บ๐ข?"
Namun praduga itu terbantahkan saat seorang ibu ibu menggandeng anak putranya yang remaja bernama arion ke kasir tadi.
Ellina menghela napas lega. Mengikat keringat di sahinya yang sudah bercucuran. Rasanya sungguh lega prasangka nya salah. Ini seperti deja vu yang tak ingin ellina rasakan.
__ADS_1
"๐๐ฆ๐ฎ๐ฐ๐จ๐ข ๐ข๐บ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐จ๐ข๐ฌ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฅ๐ช๐ด๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ต๐ข๐ฌ๐ถ๐ต ๐ฅ๐ช๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ".
" ๐ฎ๐ข๐ข๐ง ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ซ๐ข๐ฉ๐ข๐ต ๐ฎ๐ช๐ด๐ข๐ฉ๐ช๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ข๐บ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ. ๐๐ข๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ญ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ช ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ข๐ฑ๐ช ๐ข๐บ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐จ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ข๐ข๐ง๐ช๐ฏ ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ข".
"๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ๐ช๐ฏ ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ข ๐บ๐ข ๐ฏ๐ข๐ฌ. ๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ข, ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐จ๐ช๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ข. ๐๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ, ๐ค๐ถ๐ฎ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ช๐ฅ๐ถ๐ณ ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ข".
Dia cium pelan nan lembut kening damian dengan satu air mata lolos dari pelupuk matanya. Saat itu juga tangis ellina terdengar meski dia tahan tahan supaya damian tak mendengar nya.
Rasa sakit serta trauma itu kembali hadir. Dia takut, sangat takut apabila arion akan menemukan mereka. Bukan tak mungkin, apalagi sekarang mereka satu kota dengan pria itu. Ellina hanya takut sewaktu waktu dia dan damian bertemu kembali dengan arion yang dulu mengancamnya untuk menggugurkan kandungan nya.
Bagaimana jika pria itu tahu jika ia tak menggugurkan kandungan nya dan justru melahirkan nya hingga sekarang bisa tertidur pulas di samping nya. Apakah akan tetap melenyapkan nya?
...****************...
สแดษขแดษชแดแดษดแด แดแดสแด แดแดสษช ษชษดษช? สษชแดษชษด แด แดษข แด แดษขแดษด ษขแดแด? แดแดแด sษชส สแดs สแดส... dikit๐ค แดแดแดษช ษขแดแด แดแดแดแด.
__ADS_1
แดแดษดษขแดษด สแดแดแด สษชแดแด แด แดแดแด แดแดแดแดษด ษดสแด สษชแดส สษชsแด แดแดษดแดษดษขษชษด ษขษชแด แด แดแดกแดส!!
ษชษข: ษดแดแดแดแดแดสแดษช