Kalian Milikku

Kalian Milikku
Eps 11 Boss, aku meleleh..


__ADS_3

"Shofia, cepat mandi sayang. Kau bisa terlambat sekolah nanti!" ujar Leona yang membuat Clark dan Shofia mengakhiri candaan mereka.


Sementara Shofia mandi, Clark memilih mendekati Leona yang tengah mempersiapkan sarapan untuk mereka.


"Kau harus pulang Clark, sudah cukup kau menghabiskan waktu disini!" ucap Leona yang menyadari kehadiran Clark dibelakangnya.


"Kenapa kau suka sekali mengusirku, Leona?" tanya Clark dengan tangan bersidekap.


"Karena aku tak mau ada salah paham lagi diantara kita," jawabnya tanpa menoleh sedikitpun.


Clark pun tersenyum miring, "Salah paham apa maksudmu? Bukankah kita masih ada ikatan, kenapa kau harus takut Leona?"


Mendengar itu, emosi Leona pun kembali terpancing.


"Cukup Clark, jangan mengatakan hal itu lagi! Sejak kau pergi meninggalkan aku, kita sudah tidak lagi mempunyai ikatan apapun!" dengan nada tinggi.


"Leona, dengarkan aku!" ujar Clark dengan membalikkan tubuh Leona agar menatapnya.


"Itu hanya salah paham Leona, kau masih milikku karena aku tidak pernah menceraikanmu!" ujarnya lagi dengan memegang kedua bahu Leona.


"Setelah kau meninggalkan aku, sekarang kau tiba-tiba datang dan mengatakan hal seperti itu? Kau pikir aku menjalani semua itu dengan mudah,hah?" ia menepis kedua tangan Clark.


"Aku tau aku salah, tapi tolong dengarkan aku dulu!" pinta Clark yang mulai frustasi.


"Sudahlah Clark, lebih baik kau pulang. Mungkin istrimu tidak tidur semalaman karena suaminya tidak pulang!" ucap Leona dengan menurunkan nada bicaranya namun penuh dengan penekanan.


"Istri? Istri yang mana maksudmu?"


"Huh, dasar laki-laki ********!" gumam Leona sambil membuang muka, namun Clark masih bisa mendengarnya.


"Aku bukan laki-laki seperti itu Leona!"


Leona berdecih, "Memangnya selain Selena kau punya istri yang mana lagi, hm?"


"Leona, kau terlalu berpikir buruk tentang aku!"


"Lalu apa yang kau pikirkan tentang aku, hah?" balas Leona yang mulai berapi-api. Hatinya bagai diremas-remas untuk kesekian kalinya. Bayangan masa lalunya yang pahit kembali membuat hati dan perasaannya terluka.


"Dengarkan aku dulu Leona," Clark kembali memohon padanya.


"Tidak, tidak! Cepat pergi dari sini. Aku tidak ingin melihatmu lagi. Kehadiranmu hanya akan mengganggu hidupku. Jauhi kami dan jangan pernah kembali." usirnya dengan mendorong Clark untuk keluar dari rumahnya.


Brukk


Leona menutup pintu dengan kasar.


Air matanya yang sedari tadi ia tahan akhirnya luruh juga. Leona memegangi dadanya yang sesak dengan bersandar di pintu dan mulai terkulai seakan kakinya tak mampu menopang tubuhnya sendiri.

__ADS_1


Kau jahat Clark!


Aku membencimu!


Terdengar beberapa kali Clark mengetuk pintu.


"Leona, setidaknya ijinkan aku berpamitan pada Shofia dulu!" teriak Clark yang sudah berada diluar rumahnya.


"Tidak! Pergilah!"


Leona menangis tanpa suara, sebisa mungkin ia tak meraung demi menyembunyikan tangisnya dari Shofia.


Setelah beberapa saat, tidak terdengar lagi suara ketukan pintu, dan sudah tak ada lagi suara Clark yang terus memohon kepadanya.


Leona pun menghapus air matanya dan mulai bangkit. Mungkin dia sudah pergi, begitu pikir Leona.


Tok tok tok


Pintunya diketuk lagi. Leona mengepalkan tangannya penuh emosi. Dengan geram Leona membuka pintu karena sudah tak tahan pada Clark yang masih saja mengganggunya.


"Sudah ku katakan, cepat pergi dari sini!" teriaknya bersamaan dengan terbukanya pintu rumahnya.


"Kau mengusirku Leona?" tanya seorang pria dengan wajah kebingungannya.


Leona terkejut, "Oh, maaf Henry. Aku tidak bermaksud mengatakan itu padamu," jawabnya gugup. Ternyata dia sudah salah menduga. Ia mencuri pandang mencari keberadaan Clark, dan ternyata ia sudah tak ada.


"Eh, tidak Henry bukan begitu. Tadi aku marah pada pengamen yang sudah datang sepagi ini," dustanya pada Henry.


"Syukurlah kalau begitu," Henry tersenyum.


"Kenapa kau datang sepagi ini Hend? Kau tidak bekerja?"


"Ah, itu ... Aku kesini hanya untuk memberikan ini sebagai tanda maafku pada kalian. Aku merasa sangat bersalah," Henry memberikan sekantung buah apel kesukaan Shofia dan Leona menerimanya.


Padahal aku sangat menantikan makan malam itu, tapi aku sendiri yang membatalkannya karena pekerjaan.


Sial sekali bukan? gerutu Hanry dalam hati.


"Kenapa harus serepot ini Henry? Kita bisa membuat rencana lain kali bukan?"


"Haha iya, kau benar Leona," Henry terlihat salah tingkah. "Kalau begitu aku pergi ke kantor dulu. Masih ada yang harus aku selesaikan untuk rapat hari ini."


_ _ _ _ _


Clark telah sampai dihotel tempat ia menginap selama berada di kota S. Supir yang menjemputnya pun segera menghubungi Royan untuk memberinya laporan kedatangan Tuan muda Clark.


Dengan sigap Royan segera menjemputnya di pintu masuk. Ia menangkap wajah dan ekspresi Clark yang menampakkan kesuraman. Apalagi dengan outfit yang Clark gunakan saat ini, ia semakin bingung.

__ADS_1


"Kau kemana saja Clark? Kenapa semalam tidak pulang? Apa kau sudah sarapan?" tanya Royan yang sama sekali tidak ia pedulikan. Ia hanya terus melangkah menuju kearah lift.


"Hey, apa kau baik-baik saja?"


Mendengar Royan yang banyak bertanya dengan terus mengikuti langkahnya, Clark berhenti dan menatapnya dengan tajam.


"Jangan banyak bertanya, berikan kartu akses kamarku" jawab Clark tegas.


"Ya, sebaiknya kau istirahat dulu. Ingatlah, jam sepuluh nanti kita ada rapat,"


"Ya, aku tau," jawab Clark malas setelah mendapatkan kartu akses kamar hotelnya dan berlalu.


_ _ _ _


Hari ini, Leona kembali mengantarkan Shofia kesekolahnya karena Bibi Frida masih merawat Merry. Setelah itu ia bergegas ke rumah sakit untuk menjenguk Merry dengan cara bergantian dengan karyawan lainnya agar salon tetap beroprasi.


Sementara itu, di perusahaan yang Royan pegang di kota S. Royan nampak gelisah.


Setelah semalam Clark tidak pulang, hari ini dia datang dengan wajah suram.


Royan memikirkan nasib bawahannya. Mood Clark sedang buruk, ia takut bawahannya akan menjadi sasaran kemarahan kakaknya.


Ia berpikir Clark akan kembali dengan wajah yang berbunga-bunga setelah bertemu dengan wanita yang dicarinya. Tapi kenyataannya berbeda. Mungkin firasat Royan yang mengatakan Clark akan kecewa memang benar.


" Sebenarnya siapa ya wanita itu? Kalau Clark tidak mau menceritakan tentang dia, maka aku akan mencari tau sendiri. Kau lihat saja Clark, aku akan tau semuanya!" ucap Royan berbicara sendiri di ruang kerjanya.


Desas desus tentang bos besar yang tegas dan tak berbelas kasih menyebar dengan cepat. Mengingat ia yang tidak pernah datang langsung ke Kota S, membuat mereka semakin resah dengan kedatangannya yang tiba-tiba.


Dan rumor inilah yang sedang ditakutkan oleh Royan.


Rapat segera di mulai.


Wajah tegang nampak jelas dalam ekspresi seluruh peserta rapat yang sudah menunggu kehadiran sang bos besar. Mulai para petinggi perusahaan dan juga para stafnya merasakan ketegangan yang sama. Mengingat rapat ini diadakan secara mendadak, mereka berharap kerja keras mereka semalaman tidak mengecewakan sang pemimpin besar.


Aura dingin semakin terasa saat Clark mulai memasuki ruang rapat. Serempak mereka menunduk memberi penghormatan.


Ini pertama kalinya mereka bertatap langsung dengan sang pemimpin.


Bagi mereka, Tuan Royan sudah sangat tampan dan mempesona. Karena itu kehadiran Royan di kota S begitu dinantikan. Tapi ternyata, Tuan Clark memiliki tingkat yang lebih dari Royan.


Clark terlihat lebih gagah, elegan dan juga berkharisma.


Jika bukan dalam situasi menegang, sudah dipastikan saat ini kaum hawa akan meleleh ditempatnya.


__ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __


Like n komen dulu dong..

__ADS_1


__ADS_2