Kalian Milikku

Kalian Milikku
Eps 30 Awal yang bagus


__ADS_3

"Pagi Retta!" sapa Hanry menghampiri adiknya yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan. Ia juga mengusap kepala Aneth yang sedang khusu pada makanannya.


"Pagi Kak!" balas Retta tersenyum.


"Semalam pulang jam berapa? Kok aku gak tau," imbuhnya sembari menuangkan air putih untuk sang Kakak.


Hanry mendesah, "Hampir tengah malam, dan sepertinya kamu sudah tidur," jawab Hanry lalu meminum air yang disediakan oleh Retta.


"Bagaimana keadaan Shofia?" lanjutnya dengan mengambil dua lembar roti ke atas piringnya.


"Shofia sudah membaik, sepertinya tidak lama lagi dia bisa pulang."


Hanry manggut-manggut sambil mengunyah makananya.


"Kenapa Kakak gak bilang kalau Shofia sudah pindah ruang rawat?" tanya Retta yang ikut duduk disampingnya.


"Pindah ruangan?"


Retta mengangguk, "Kamar VIP memang sangat nyaman, pasti biayanya mahal. Apa ruangan itu kakak juga yang membayarnya?" selidik Retta.


Hanry justru merasa heran.


Kenapa Leona memindahkan Shofia ke kamar VIP? Dapat uang dari mana? Pikirnya.


"Kak, kok malah ngelamun sih?"


Hanry terlonjak kaget, "Eh, tidak. Aku hanya kaget mendengar Shofia ada di kamar VIP. Aku hanya membayar deposit untuk di ruang ekonomi. Lalu dari mana Leona mendapatkan uang untuk membayar ruang VIP?"


Retta hanya mengangkat kedua bahunya dan mulai memakan sarapannya sendiri.


"Nanti temui Leona, sepertinya dia merindukan Kakak!"


"Benarkah?"


Retta mengangguk dan wajah Hanry pun bersemu malu.


_ _ _ _ _


Di Rumah Sakit.


Dua orang wanita berbeda usia sedang membungkuk memperhatikan sepasang manusia yang masih tertidur pulas diatas sofa.


"Waah ... Dia tampan sekali!" puji Merry sambil meremas bahu Loli dengan mata yang berbinar.


"Pria ini yang aku ceritakan waktu itu," ujar Loli dengan memukul lengan bosnya karena bahunya terasa sakit.


"Berarti dia ini mantan suami Leona!"


"Sok tau!" cibir Loli.


Merry menepuk bahu karyawannya, "Heh, Leona itu sudah cerita banyak kepadaku. Tapi yang aku tau, Leona sangat membencinya. Kenapa sekarang mereka berduaan begini ya?"


"Mungkin bukan pria ini, sepertinya mereka baru pacaran," tebak Loli.


"Ish, sepertinya yang sok tau itu kamu deh!" balas Merry.


"Kalian berdua sedang apa?"


"Hah!!" teriak dua wanita itu bersamaan.


Mereka terkejut dengan kedatangan Frida yang tiba-tiba ikut nimbrung bersama mereka.


Leona menggeliatkan kepalanya dan mulai terbangun karena suara bising tamu tak diundangnya. Begitu juga dengan Clark yang merasa tidurnya terganggu.


"Kalian kapan datang?" tanya Leona setengah sadar.


"Haishh... Sudah setengah jam kami disini. Tidurmu terlalu pulas sampai tidak tau saat kami datang!" ujar Merry dengan meletakkan makanan yang sedari tadi hanya ia tenteng.


Leona menguap dan mengusap matanya beberapa kali.


"Mereka siapa?" tanya Clark dengan suara serak khas bangun tidur.

__ADS_1


Seketika Leona terkejut, "Kenapa kamu ada disini?"


Clark bangun dan menegakkan duduknya, "Dari semalam, kamu sudah tertidur saat aku datang."


Leona masih berusaha mengumpulkan kesadarannya.


"Kamu ini gimana sih? Semalaman tidur pelukan gitu masa gak berasa sih?" ledek Loli dengan menahan tawa.


Apa, pelukan?


"Mana aku tau, aku kan tidur!" ia segera bangun dan beranjak ke kamar mandi karena malu.


"Silahkan duduk!" ucap Clark ramah. Ia juga beranjak bangun memberi tempat untuk tamunya duduk.


"Clark, kenalkan ini Merry bosnya Leona, dan ini Loli sahabat Leona!" Frida memperkenalkan kedua teman dekat wanitanya.


"Salam kenal, saya Clark. Suami Leona!"


Pengakuannya sontak membuat Merry dan Loli terperangah karena terkejut.


Sejak kapan? Mungkin itu yang ada dipikiran keduanya.


"Maaf, saya permisi ke toilet dulu."


Dua wanita yang masih terperangah itu hanya mengangguk dan terus menatap kepergian Clark yang menyusul Leona kedalam toilet.


Berbagai pertanyaan pun mulai berjajar rapih didalam kepala mereka.


Ceklek


Leona terkejut karena tiba-tiba Clark masuk saat dirinya belum selesai menaikkan resleting celananya dengan betul.


Astaga, aku lupa mengunci pintunya!


"Kenapa kamu kesini?" Leona membalikkan badan membelakangi Clark yang baru saja mengunci pintu kamar mandi.


"Aku ingin mencuci muka," jawabnya dengan mengarah ke washtafel dan mulai membasuh wajahnya dengan air yang mengalir.


Akh...Sial!


Kenapa susah sekali?


Gerutu Leona yang masih berusaha mengancingkan celananya.


"Perlu bantuan?" tanya Clark yang kini bersandar di washtafel dengan memperhatikan Leona dari belakang.


Ahh.. Berhasil!


Gumam Leona saat ia berhasil mengancingkan kancing celana jeansnya dengan benar.


"Tidak perlu, terimakasih!"


Leona hendak bergegas meninggalkan kamar mandi. Namun sebelum tangannya menggapai handle pintu, Clark sudah lebih dulu menariknya.


"Apa yang kamu lakukan Clark?" kini Leona berada dalam dekapannya.


"Memeluk Istriku, apa aku salah?" Leona mulai meronta namun Clark semakin mempererat dekapannya.


"Lepaskan aku Clark, Merry dan Loli menungguku!" Clark tersenyum smirk membuat Leona semakin kesal.


"Mau keluar?"


Leona memutar matanya jengah, "Memangnya untuk apa aku terus berada disini?"


"Cium aku dulu."


"Tidak!" jawabnya cepat.


"Terserah, kalau kamu tidak mau, aku akan terus menahanmu disini sampai aku puas memelukmu."


Tangan nakal Clark mulai merayap masuk mengusap punggung mulus Leona.

__ADS_1


"Clark!" pekik Leona menurunkan tangan yang membuatnya merinding seketika.


Clark terkekeh melihat Leona yang terlihat panik.


"Makanya, cium aku dulu. Setelah itu aku akan melepaskanmu."


Kalau bisa dilihat orang, kedongkolan Leona mungkin sudah sebesar gunung saking kesalnya.


Tidak ada pilihan lain.


"Oke, tapi sekali saja!" Leona menyerah.


"Tidak masalah," jawab Clark enteng.


Cupp


Leona menyambar bibir Clark dengan cepat dan sekilas.


"Apa itu?" cibir Clark dengan senyum mengejeknya.


"Ya menciummu, lalu apa lagi?"


Clark terkekeh dan malah semakin membuat dada mereka saling beradu.


"Cium aku Leona, bukan mengecup. Akan aku ingatkan jika kau lupa."


Tanpa menunggu persetujuan Leona, Clark langsung ******* bibir manis wanitanya.


Awalnya Leona tak membalas seranga mendadak yang Clark lakukan. Namun saat Clark menekan pinggangnya, tangan Leona reflek mencengkram kedua bahu Clark dan mulai menikmati permainannya.


Clark menekan tengkuk Leona untuk memperdalam ciumannya.


Semakin lama semakin memanas. Dada Leona naik turun karena nafasnya mulai terengah.


"Cukup Clark, aku kehabisan nafas," Leona melepaskan pagutannya.


Clark tersenyum, ia mengusap bibir Leona yang basah menggunakan ibu jarinya dan merapikan rambut Leona yang berantakan karena ulahnya.


"Sudah kan? Aku keluar dulu!"


Clark mengangguk tanpa menyurutkan senyuman manis sejuta watt nya.


Leona pun beranjak dan sekali lagi merapikan penampilannya sebelum ia benar-benar keluar dari kamar mandi.


Dan kini, giliran Clark yang harus berjuang sendirian untuk menenangkan juniornya yang sudah terlanjur bangun.


"Bersabarlah, Nyonya mu belum menerimaku lagi seutuhnya!" gumam Clark pada juniornya.


Semoga ini adalah awal yang bagus, Clark bisa memahami jika Leona masih butuh waktu untuk memantapkan hati untuk dirinya.


__ __ __ __


Epilog


"Clark itu mantan suami Leona kan?" tanya Merry.


"Kapan mereka menikah?" tanya Loli.


"Apa yang membuat mereka kembali bersama lagi?" Merry.


"Sebenarnya ceritanya kayak gimana sih?" Loli.


Frida menggelengkan kepalanya bingung harus memulainya dari mana.


"Lebih baik kalian tanya sendiri deh, Bibi bingung. Pertanyaan kalian terlalu banyak!"


"Haishh... Leona lama sekali didalam. Mereka sedang apa ya?" janda kaya itu mulai mengaktifkan fantasi liarnya.


__ __ __ __ __ __ __


Like

__ADS_1


Komen N Vote yaa


__ADS_2