Kalian Milikku

Kalian Milikku
Eps 6 Clark kepo


__ADS_3

Kebersamaan Clark dan Shofia saat ini membuat keduanya bahagia.


Bermain, bercanda sampai mengerjakan tugas sekolah pun Clark menemani Shofia disaat Leona meninggalkan mereka untuk bekerja.


Clark benar-benar menghabiskan waktunya bersama Shofia. Hingga saat Clark mengajak Shofia menonton film kartun di ponselnya, gadis kecil itu tertidur dipangkuannya karena kelelahan.


Setelah memindahkan Shofia ke kamar yang ia yakini adalah kamar Shofia dan Leona, Clark duduk sejenak memandangi wajah polos Shofia yang terlelap. "Maafkan aku!" ucapnya sambil mengusap kepala Shofia dengan lembut.


Clark menyapukan pandangannya kesetiap sudut kamar itu. Ruang kamar yang kecil namun semuanya tersusun dengan rapi.


Kenapa mereka tinggal ditempat yang sempit seperti ini? Sebenarnya apa yang terjadi setelah kejadian saat itu? Clark bertanya-tanya dalam hatinya.


Ia pikir mereka menempati rumah yang layak, karena dulu Leona tak semiskin ini. Tapi ternyata kehidupan Leona tak seperti yang ia bayangkan.


Pandangannya pun tiba-tiba terhenti saat ia melihat foto Leona di nakas yang sedang menggendong Shofia saat bayi. Wanita itu terlihat sangat kurus tapi terlihat bahagia.


Clark tersenyum sambil meraih foto itu. "Ternyata aku banyak melewatkan banyak hal." gumamnya lalu meletakkan kembali foto pada tempatnya.


Dan seketika, naluri penasarannya tiba-tiba aktif. Padahal bukan sifat Clark yang kepo dan mencampuri urusan orang lain.


Tapi hari ini rasanya ia berbeda.


Clark melihat meja rias Leona yang hanya memiliki beberapa peralatan makeup saja. Ia membuka bedak yang hanya tinggal setengah dan lipstik warna nude yang juga hampir habis. Clark tersenyum geli sendiri sambil meletakkan benda itu kembali.


Ia membuka laci di nakas dan ia menemukan catatan penghasilan dan pengeluaran. Disitu Clark baru tau kalau rumah yang ditempati Leona saat ini hanyalah sebuah kontarakan.


Hatinya tiba-tiba terenyuh.


Ia benar-benar tak menyangka kehidupan Leona bahkan lebih buruk lagi.


Clark terus menjelajahi ruangan itu, ia berharap bisa mengetahui lebih banyak hal lagi. Namun yang sangat disayangkannya, Clark tidak menemukan apapun tentang dirinya.


Leona benar-benar membenciku!


Dia sama sekali tidak ingin mengingat semua tentang aku. Begitu berdosanya kah aku dimatamu Leona?


Clark mulai mendekati dua lemari pakaian yang berdampingan dan tidak terlalu besar. Bisa di pastikan lemari bergambarkan princess adalah milik Shofia.


Didalamnya berisikan seragam sekolah dan baju-baju milik Shofia.


Tidak berbeda jauh dari lemari milik Shofia, lemari Leona pun berisikan beberapa seragam bernamakan Merryana Salon dan hanya beberapa pakaian yang nampaknya sudah lama.


Sepertinya Leona belum membeli baju baru lagi. Ucap Clark miris.


Namun yang membuat Clark terkejut adalah, saat ia membuka laci dalam lemari Leona.


"Huh, ternyata kau masih menyimpan cincin murahan ini" Clark menyunggingkan senyumnya sambil memegang sebuah cincin ditangannya.


_ _ _


Pukul 17:00 Di Salon Merry


"Good job guys, untuk hari ini cukup. Kalian sudah bekerja sangat keras. Merry pasti sangat senang." ucap Leona yang langsung disambut sorakan dan tepuk tangan teman-teman seprofesinya.


"Aku gak nyangka hari ini akan banyak banget customer yang datang. Untung Leona cepat kembali." ucap Loli sambil membersihkan wajahnya dengan tisu.


"Iya, tapi hasil seminar tadi tidak sesuai harapan. Aku pasti mengecewakan Merry." Leona terlihat menyesal.


"Loh, kenapa?"

__ADS_1


"Em, nanti kuceritakan. Sekarang aku ingin menghubungi Merry dulu untuk menanyakan keadaannya."


Semua karyawan Merry pun berkumpul untuk ikut mendengarkan panggilan telpon yang sengaja Leona nyaringkan.


Panggilan pun terhubung dan ternyata yang menerima adalah bibi Frida.


"Bagaimana keadaan Merry sekarang Bi?"


"Belum ada perubahan Leona, kalau sampai malam nanti Merry masih seperti ini mungkin dia harus dibawa kerumah sakit." jawab bibi Frida disana.


"Ya Tuhan!" ucap mereka bersamaan.


"Kami disini berharap Merry akan baik-baik saja. Nanti aku akan menjenguknya."


"Kalau kamu mau kesini, lebih baik besok saja. Bukankah nanti malam kau ada janji? Biar malam ini aku menginap saja untuk merawat Merry."


Oh iya, kenapa aku bisa lupa?


"Em, baiklah. Nanti aku dan yang lain menjenguknya besok."


"Iya Leona, semoga makan malam mu menyengangkan."


Panggilan pun berakhir.


"Cie-cieee... Kak Leona udah janjian sama siapa tuh?" goda juniornya dengan menyolek-nyolek bahu Leona.


"Ah, bukan siapa-siapa." elaknya malu-malu.


"Hemm.. Aku tau, pasti si tampan Henry kan? Iya khaan?" ucapan Loli membuat teman-teman yang lainnya semakin heboh menggodanya.


"Ishh, kalian ini. Sudahlah jangan bahas lagi. Setelah beres-beres, kita makan-makan dulu sebelum kalian semua pulang. Loli, belikan makanan dan minuman enak dikedai depan untuk semuanya ya!" titah Leona untuk mengalihkan pembicaraan.


"Ashiaap, Loli berangkaat!" seru Loli girang.


Iya keluar lewat pintu belakang untuk menuju rumahnya yang berada di belakang salon Merry.


Saat Leona masuk, bertepatan dengan Clark yang keluar dari kamarnya.


"Kenapa kau masih disini?" tanya Leona dengan meletakkan ponselnya di meja dan mendekati Clark yang masih berdiri didepan pintu kamarnya.


"Apa yang kau lakukan dikamarku?" imbuhnya dengan penuh kecurigaan.


"Tidak ada." jawab Clark santai. "Aku hanya menidurkan Shofia ditempat tidur. Apa aku salah?"


Leona tidak percaya begitu saja, dia takut Clark melakukan hal yang tidak-tidak.


"Minggir!" bentak Leona.


Clark pun menggeser tubuhnya memberi ruang pada Leona untuk membuka pintu kamarnya.


Tidak ada yang berubah. Leona hanya melihat Shofia yang tertidur lelap sore ini. Akhirnya Leona kembali menutup pintunya dengan hati-hati.


"Tidak ada apa-apa bukan?" tanya Clark yang bersandar di dinding dengan melipat tangannya didada sambil tersenyum.


Leona menghela nafas pelan, "Shofia sudah tidur, sebaiknya kau pulang sekarang." usir Leona dengan nada santai.


"Tidak bisa, Shofia memintaku untuk tetap disini sampai makan malam. Dan aku sudah berjanji padanya. Jadi aku tidak akan pulang sekarang." tolak Clark dengan berjalan menuju sofa dan mendudukinya.


Gayanya sudah seperti dirumah sendiri saja! gerutu Leona dalam hati.

__ADS_1


"Terserah kau saja Clark. Asal kau tau, aku dan Shofia sudah ada janji makan malam diluar bersama seseorang. Jadi jangan harap kau makan malam bersama Shofia!" Leona tersenyum penuh kemenangan.


"Seseorang siapa maksudmu?" tanya Clark penasaran.


Melihat Leona yang tersenyum, membuat Clark mengerutkan keningnya. "Apa hak mu harus tau dengan siapa aku dan Shofia pergi, heum?" Leona tersenyum lagi sambil berlalu menuju dapur.


Perasaan Clark mulai tak tenang. Ia sibuk menerka-nerka siapa yang akan mengajak mereka pergi. Ditambah lagi, nampaknya Leona senang dengan rencana makan malamnya.


Arghh sial!


Mungkinkah Leona sudah punya pacar?


Ketika Leona masih berada di dapur, ponselnya yang berada di atas meja pun berdering.


Clark yang memang berada disana penasaran dengan siapa yang menghubungi Leona.


"Henry?" gumam Clark dengan memperhatikan foto profil yang muncul di layar ponsel Leona. "Biasa saja! Aku jauh lebih tampan." gumamnya lagi dengan percaya diri.


"Berikan padaku, dasar tidak sopan!" ucap Leona dengan mengambil paksa ponselnya dari tangan Clark.


"Halo?"


"Halo Leona." jawabnya disana.


"Iya, ada apa?" tanya Leona dengan sedikit menjauh dari Clark.


Sedangkan Clark sendiri hanya memperhatikannya sambil menguping percakapan mereka dengan duduk santai.


"Leona, maafkan aku. Sepertinya makan malam kita nanti harus batal." ucap Henry penuh sesal.


"Memangnya kenapa?"


"Besok ada rapat dadakan bersama bos besar. Jadi aku harus lembur untuk menyiapkan laporannya."


Yah, kenapa nggak jadi?


Aku kan jadi gak punya alasan!


"Oh begitu? Ya sudah, mungkin kita bisa merencanakannya lain kali."


"Sekali lagi aku minta maaf Leona!"


"Iya Hend, tidak apa. Aku bisa mengerti, lanjutkan pekerjaanmu. Yang semangat ya!" ucap Leona sedikit lantang agar bisa didengar oleh Clark.


Cihh! cibir Clark dalam hati.


Setelah Leona memutuskan panggilan itu, Clark beranjak bangun dan mendekati Leona.


"Apa pacarmu itu membatalkan rencana kalian?" tanya Clark dengan senyum meledeknya.


"Bukan urusanmu! Sekarang pergilah!" jawab Leona ketus.


"Kenapa kau memperlakukan aku seperti itu Leona? Seharusnya kau tidak berhubungan dengan pria lain!" kali ini Clark terlihat emosi.


"Huh, memangnya kau siapa? Apa hak mu melarangku dekat dengan pria lain hah?"


Emosi Leona pun ikut terpancing. Rasa sakit yang dulu seakan kembali mengoyak lubuk hatinya.


"Karena kamu masih istriku!" jawab Clark dengan menahan tangan Leona yang ingin menghindarinya.

__ADS_1


bersambung


Like n komen ya


__ADS_2