Kalian Milikku

Kalian Milikku
Eps 8 Meremang?


__ADS_3

"Pacar? Cih, mana ada aku punya pacar!" gumam Leona berbicara sendiri setelah mengunci pintu salon dan kembali ke rumahnya.


"Harusnya Shofia tidak tidur sampai petang begini. Ini semua pasti gara-gara Clark yang mengajaknya bermain terus sampai lupa untuk tidur siang." gerutunya sambil berjalan.


Dan saat Leona memasuki rumah, ia tidak melihat Clark ataupun Shofia dikamarnya. Tentu saja Leona langsung panik.


Ia berpikiran kalau Clark membawa Shofia pergi.


Oh tidak, pasti Clark membawa Shofia pergi!


Namun saat ia ingin mencari, samar-samar Leona mendengar gelak tawa gadis kecilnya.


"Shofia?"


Dengan langkah cepat, ia menuju sumber suara. Tanpa berpikir panjang ia pun membuka pintu dimana suara Shofia berasal.


BRAKK


"Aaaa..!" Leona menutup matanya karena terkejut.


Bukan hanya Leona, tapi Clark dan Shofia yang sedang bermain busa dalam ember dikamar mandi pun ikut terkejut.


"Bunda sini ikutan!" seru Shofia yang terlihat sangat senang dengan permainannya.


Leona pun membuka matanya dan ia terlihat marah.


"Apa yang kau lakukan Clark?" Leona menatap tajam ke arah Clark yang bertelanjang dada sambil berjongkok didepan Shofia.


"Aku memandikan Shofia, apa aku salah lagi?" tanya Clark santai dengan mendongakkan wajahnya membalas tatapan Leona.


"Lalu kenapa kamu tidak memakai baju?" bentak Leona lagi yang membuat Clark tersenyum dan beranjak bangun.


"Pakaianku basah Leona, memangnya kenapa?" ia mendekat dan membuat Leona mundur beberapa langkah. "Kenapa wajahmu seperti itu?" goda Clark yang membuat Leona langsung memegang kedua pipinya.


"Bukankah kau pernah melihatnya, Leona? Bahkan dulu kau sangat suka menyentuhnya. Benar begitu?"


Senyum menggoda Clark membuat Leona jadi gelagapan. Apalagi ia sudah tak bisa mundur lagi karena terhalang dinding. Wajah Leona pun sudah terlihat semakin memerah.


"Menjauhlah Clark!" ujarnya gugup. Leona ingin mendorong pria dihadapannya. Namun tangannya tertahan, ia tak mau menyentuh tubuh kekar yang dulu sangat ia sukai.


"Kenapa Leona? Kau takut untuk menyentuhnya lagi?" Clark meraih tangan Leona untuk menempelkan didadanya. Namun Leona segera menepisnya dan memberanikan diri mendorong bahunya.


"Minggir!" ucap Leona yang sudah tak tahan dengan situasi sedekat itu. Ia pun segera menghampiri Shofia yang masih fokus pada busa-busa didepannya.


Leona mencoba menetralkan degupan jantungnya yang tak beraturan dengan membersihkan Shofia dan segera membawanya keluar dari kamar mandi.


Lama-lama bisa kacau kalau berdekatan dengannya terus. Gumam Leona dalam hati.


Disitu Clark hanya tersenyum melihat Leona yang salah tingkah dengan wajahnya yang bersemu.


Ekspresimu sama seperti pertama kali kau melihat tubuhku, Leona.


Gumam batin Clark lalu kembali menutup pintu untuk membersihkan dirinya sendiri.


Setelah mendandani Shofia, Leona berniat membersihkan diri juga. Namun Leona bingung karena ia kehilangan handuknya.


Dan bertepatan dengan itu, lagi-lagi Leona dibuat terkejut oleh Clark yang keluar kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk berwarna merah muda sebatas perut hingga ke lututnya.

__ADS_1


"Kau? Kenapa kau memakai handuk itu?" tanya Leona dengan menunjuk handuk merah mudanya.


"Aku ingin mandi, dan tentu saja aku membutuhkan handuk." jawab Clark tanpa dosa.


"Lalu kenapa memakai handukku?" protes Leona gemas.


"Di kamar mu hanya ada handuk ini. Kalau tidak boleh, ini aku kembalikan!" ujar Clark santai dan hendak membuka handuk yang membalut sebagian tubuhnya itu.


"Aaa, Clark! Hentikan!" teriak Leona dengan memalingkan wajahnya ke arah lain.


Sekali lagi Clark berhasil mengerjai Leona. Ia tersenyum dan setelah Leona kembali membalikkan wajahnya, Clark cengengesan seperti orang bodoh.


Oh astaga!


Dia pikir bercandanya itu lucu apa?


Leona menghela nafas berat sambil memijit pangkal hidungnya.


"Kalau begitu cepat berpakaian, tidak perlu memamerkan otot dan perut ratamu itu. Masuk angin baru tau rasa!"


"Tapi masalahnya, aku tidak punya baju ganti," jawabnya santai


"Apa?"


Ya Tuhan, Claaaarkkk!!


Jerit Leona dalam hati saking gemasnya.


Bisa-bisanya dia sesantai itu?


Kalau tidak bawa baju ganti, kenapa mandi segala?


Ingin sekali rasanya ia meremas wajah Clark yang terlihat sangat menyebalkan dengan wajah sok polosnya.


"Baiklah, tunggu disini. Kamu jaga Shofia, aku akan mencarikanmu baju ganti." ujarnya dengan terpaksa.


"Merepotkanku saja!" dumalnya sambil berlalu.


Clark tersenyum penuh kemenangan. Dengan melipat tangannya didada ia menatap kepergian Leona dengan wajah sewotnya. Wanita yang dirindukannya ternyata semakin menggemaskan dimatanya.


Bagaimana kamu bisa lupa siapa aku sekarang, sampai kau sendiri yang harus mencarikan pakaian untukku.


Ternyata kau masih peduli padaku, Leona.


_ _ _


"Pokoknya, setelah ini dia harus pergi. Ya harus!" gumam Leona saat memasuki sebuah distro terdekat dari tempat ia tinggal.


Leona terpaksa mengeluarkan uang simpanannya hanya untuk membeli sebuah kaos dan celana pendek untuk Clark.


"Dasar tidak tau diri, sudah datang tiba-tiba, mengacaukan perasaanku dan merepotkanku juga. Ugh, ingin ku remas wajahnya sampai tak berbentuk!" celotehnya sepanjang jalan.


Namun saat ia mulai memasuki gang menuju rumahnya, tanpa sengaja ia melihat jemuran didepan sebuah rumah kontrakan lain. Dan itu membuat Leona mengingat sesuatu.


"Astaga, kenapa aku sampai lupa dengan cd'nya? (****** *****)"


Dengan langkah cepat Leona kembali ke pertokoan untuk melengkapi kebutuhan Clark.

__ADS_1


Leona terlihat malu-malu saat memilihnya. Padahal dulu dia biasa saja saat memilihkan barang pribadi untuk Clark.


"Harusnya ini pas. Aku rasa tidak ada banyak perubahan pada tubuhnya. Awas saja kalau dia protes, aku sudah menahan malu hanya untuk membelikannya barang ini!" gerutunya saat keluar dari toko pakaian dalam.


"Bunda abis dari mana?"


Tanya Shofia saat Leona memasuki rumahnya.


"Eh sayang, bunda abis beli ini." jawab Leona dengan mengacungkan paperbag ditangannya.


"Buat Ayah ya?"


Leona hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Kenapa kamu sendiri sayang?" tanyanya dengan mengedarkan pandangan mencari sosok Clark.


"Ayah dikamar, Bunda." jawab gadis kecil itu lalu kembali fokus pada film kartun di televisi empat belas incinya.


Leona pun beranjak menuju kamar.


Ia beberapa kali mengetuk pintu dan memanggil nama Clark. Namun tak ada jawaban bahkan tidak terdengar apapun dari dalam kamar.


"Clark? Kamu masih hidup kan?" Leona mulai khawatir.


Jangan-jangan dia pingsan?


Ah tidak mungkin!


Kalau sampai dia tertidur, awas saja dia. Berani-beraninya meninggalkan Shofia sendirian.


Karena penasaran, Leona memberanikan diri membuka pintu. Dengan perlahan, ia menyumbulkan sedikit kepalanya dan memanggil Clark dengan pelan.


Namun tidak ada siapapun, dan tempat tidurpun masih rapi.


"Loh, kemana dia? Clark?" Leona memasuki kamarnya dan..


Grepp


Leona terkejut saat Clark yang semula bersembunyi di belakang pintu tiba-tiba memeluknya dari belakang.


"K..kau?"


"Leona" Clark semakin mengeratkan pelukannya.


"A..apa yang kau lakukan Clark?" tanya Leona gugup didalam dekapan lengan kekar yang sangat ia kenali.


"Kenapa kau lama sekali?" ucapnya lirih tepat ditelinga Leona yang membuat tengkuknya seketika meremang.


"Aku kedinginan, Leona!" ucapnya lagi dengan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher wanita yang sangat ia rindukan dengan mengendus leher Leona.


Hangatnya hembusan nafas Clark memacu degupan jantungnya yang semakin tak terkendali.


Hentikan Clark!


Jangan lakukan ini padaku.


Rintih Leona dalam hati.

__ADS_1


Like komen n vote dong


masukin favorit juga ya


__ADS_2