
Brughh
Hantaman pintu yang ditutup dengan keras membuat Jason yang semula fokus pada pekerjaannya pun terlonjak kaget.
Ia segera berdiri dan membungkuk hormat pada seseorang yang baru saja masuk ke ruang kerjanya dengan wajah masam.
"Ada apa Tuan?" tanyanya dengan menghampiri Tuannya yang sudah menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang kerjanya.
"Dia mengusirku lagi, Jas!" jawabnya lirih seraya menatap langit-langit ruangan yang bercatkan warna putih.
Dia mengusir anda?
Dia, siapa?
Tolong jangan membuatku bingung dengan sikapmu Tuan!
Jason belum memberi tanggapan. Jujur saja, ia bukan sebuah mesin yang bisa langsung mengerti dengan kata-kata ambigu Tuannya. Ia hanya menghampiri dan lekas duduk disampingnya.
"Dia menolakku, dan dia juga memintaku untuk tidak menemuinya lagi. Sebenci itu kah sampai dia melarangku untuk bertemu Shofia walau sebentar saja?" celotehnya lagi.
Oh...
Nona Leona? Batin Jason.
"Jadi, apa yang bisa saya lakukan untuk anda, Tuan?" tanya Jason yang sudah mengerti kemana arah pembicaraan Tuannya.
Clark menghela nafas sambil memijit pangkal hidungnya.
"Entahlah, aku hanya ingin mereka kembali kepadaku!"
"Kalau Tuan tidak bisa bertemu dengan nona kecil dirumah, kenapa Tuan tidak menemuinya disekolah saja?"
Clark segera menegakkan duduknya dan menatap sang asisten dengan mata yang berbinar.
"Ya, kau benar Jas!"
"Jika Tuan bisa mendapatkan hati nona Shofia, secara otomatis akan mendapatkan hati Bundanya juga!"
Clark mengangguk dan tersenyum.
Terlalu memikirkan Leona, membuatnya tak pernah berpikiran seperti itu.
"Atur semuanya, aku percayakan padamu!" ucapnya dengan menepuk bahu Jason sebelum pergi dengan raut wajah yang berbeda seperti saat masuk.
Jason ikut tersenyum melihat kepergian Tuannya. Bagaimana pun, Clark adalah Tuannya. Tugasnya bukan hanya membantu mengatur perusahaan, tapi juga membantu melancarkan kehidupan pribadinya.
Karena jika tidak, bukan orang lain yang akan kerepotan. Tapi dirinyalah yang akan terkena imbasnya.
Anda tenang saja Tuan.
Aku sudah bersumpah untuk mengabdi pada Anda. Akan ku lakukan yang terbaik untuk Anda.
_ _ _
Seorang pria berpakaian formal memasuki area taman bermain di sebuah sekolah taman kanak-kanak.
"Permisi Nyonya, bisa saya bertemu dengan Kepala sekolah disini?" tanyanya saat berpapasan dengan seorang wanita paruh baya.
Wanita itu menatapnya dari ujung kaki hingga kepala dengan tatapan kagum, "Iya Tuan, saya Maria. Kepala sekolah disini," ia pun mengajak pria itu menuju ruangannya.
__ADS_1
"Apa yang bisa saya bantu Tuan?" tanya Maria setelah mempersilahkan tamunya duduk.
"Saya ingin bertemu dengan Shofia, apa nyonya bisa memberinya ijin untuk keluar sebentar?"
Maria menatapnya curiga, "Anda siapanya Shofia? Apa anda Ayahnya Shofia?" selidik Maria yang memang belum pernah melihat pria itu. Jika dilihat dari penampilannya, pria itu terlihat sangat berkelas dan juga berbeda jauh dengan keadaan Shofia.
"Oh, bukan nyonya. Saya hanya asisten dari Ayah Shofia. Saya, Jason!"
Maria menerima uluran tangan Jason yang sempat lupa mengenalkan diri.
Yang seperti ini saja hanya asisten?
Lalu bagaimana dengan Ayahnya Shofia ya?
Maria penasaran.
"Jika memang Shofia punya seorang Ayah, lalu kenapa Bundanya seakan menutupi semuanya dan malah menyulitkan posisi Shofia disini, Tuan?"
"Maksud anda?"
Maria pun menceritakan permasalahan Shofia dan juga penolakan wali murid lain yang menganggap Shofia bukan terlahir dari pasangan resmi.
"Semua tuduhan itu tidak benar. Ini hanya sebuah kesalahpahaman. Anda tenang saja Nyonya, semuanya akan segera dibereskan."
"Syukurlah, nama baik Nyonya Leona harus segera dibersihkan. Dan saya juga tidak mau citra sekolah ini jelek di mata umum."
Maria pun mengajak Jason menuju ruang kelas Shofia. Awalnya gadis manis berkuncir dua itu takut saat bertemu Jason, karena ia tak mengenal pria itu.
"Nona kecil, saya Jason. Saya akan membawa nona untuk bertemu Ayah nona diluar," rayu Jason sambil berjongkok karena Shofia bersembunyi dibelakang Maria.
"Ayah?" tanya Shofia dengan sedikit mengintip Jason dari belakang rok Kepala sekolahnya.
Shofia mendongak menatap gurunya seolah meminta penjelasan, "Iya Shofia, Ayah kamu ada didepan. Kalau kamu takut, Ibu akan ikut mengantarmu," bujuk Maria.
Sebenarnya, dia juga penasaran bagaimana rupa dari Ayah Shofia.
Akhirnya Shofia mau. Dengan dituntun Maria, mereka menghampiri sebuah mobil mewah yang terparkir diluar gerbang sekolah.
Melihat siapa yang mendekati mobilnya, pria didalam sana langsung tersenyum dan segera turun.
"Shofia!" serunya dengan merentangkan kedua tangannya.
"Ayah?" mata gadis kecil itu berbinar.
Ia melepaskan tangan Maria dan segera berlari menyambut pelukan sang ayah yang sangat ia rindukan.
"Ayah merindukanmu sayang!" Clark menciumi pipi Shofia berulang kali.
"Fia juga kangen Ayah!" membalas mencium pipi sang Ayah. Mereka terlihat sangat akrab meski baru bertemu untuk kedua kalinya.
Dan seseorang yang berdiri tak jauh dari mereka hanya bisa terperangah.
Waww... pantas saja Shofia sangat manis sekali. Ibunya cantik dan ternyata Ayahnya sangat tampan. Kaya lagi! Batin Maria.
Menyadari keberadaan Maria, Clark pun mendekat dan memperkenalkan diri sebagai Ayah dari Shofia tanpa menurunkan gadis kecil nan manis itu dari gendongannya.
"Boleh saya membawa Shofia pulang lebih awal?" pinta Clark.
Namun Maria terlihat ragu, "Anda tenang saja Nyonya, kami akan menjaga Nona Shofia," Jason menjelaskan. Karena Clark sudah kembali sibuk bercanda dengan putrinya.
__ADS_1
"Jika anda ragu, silahkan hubungi saya jika ada sesuatu yang menyulitkan Anda."
Maria menerima kartu nama Jason dan mengijinkan mereka membawa Shofia pergi.
Aku akan menguhbunginya jika Nyonya Leona sampai marah padaku.
Semoga saja ini awal yang baik untuk menghilangkan kecemasanku tentang masalah Shofia.
Gumam Maria saat melihat mobil yang membawa Shofia pergi meninggalkan kawasan sekolah.
_ _ _
"Tuan!"
Clark menghentikan tawa disela candanya dengan Shofia saat Jason terlihat serius dibalik kemudinya.
"Apa?" tanyanya datar.
Sebenarnya dia tidak suka waktunya terganggu saat bersama Shofia.
"Nona Shofia ada masalah disekolahnya."
Clark kembali menatap Shofia yang tengah tertawa kecil melihat video kartun lucu di ponsel miliknya.
"Masalah apa?"
"Ternyata selama ini Nona Leona tidak memiliki akta kelahiran Nona Shofia. Ini akan memudahkan Tuan untuk mendapatkan apa yang selama ini Tuan inginkan."
Clark menarik kedua sudut bibirnya keatas.
Ia merasa mendapatkan angin segar dari kegundahannya.
Dengan mengusap kepala gadis kecil di pangkuannya, ia berbisik, "Shofia mau sama Ayah terus gak?" tanyanya.
Sontak saja Shofia menoleh dengan mendongakkan kepalanya.
"Mau dong, Ayah!" jawabnya bersemangat.
"Kalau begitu, Shofia harus bantuin Ayah. Oke?"
"Oke!"
Mereka bertos ria lalu tertawa bersama.
"Jason!"
"Iya Tuan," jawab sang asisten dengat tetap fokus pada kemudinya.
"Kau tau kan tugasmu apa? Lakukan semuanya secepat mungkin!"
"Baik Tuan!" jawab Jason yang mengerti dengan perintah Tuannya.
Leona, tidak lama lagi kita akan bersama. Karena kalian milikku, maka akan kembali kepadaku.
Ucap Clark dalam hati sambil memeluk Shofia dan mencium puncak kepalanya.
__ __ __ __ __ __ __
Like n Komen nya dong
__ADS_1