
Warning pokoknya mah!!
Mohon maaf sebelumnya.
Lebih bijaklah dalam membaca!!
________________________________
Sebenarnya apa yang terjadi?
Hubungan seperti apa antara Clark dan Selena? Bukankah Clark bilang kalau mereka hanya berteman?
Lalu apa maksudnya dengan panggilan Papa dan Sayang?
Leona tak bisa menyembunyikan perasaannya. Antara marah, kesal dan merasa bodoh.
Bisa-bisanya Clark melakukan ini terhadapnya. Leona kecewa, ia merasa sudah dibohongi.
Dan Clark bisa merasakan kekesalan itu walaupun Leona membelakanginya.
"Hai Cleo sayang, makin bulet aja sih?" ucap Clark gemas pada bayi yang masih belum tidur itu tengah menggigit-gigit biskuit lunak ditangannya.
"Iya dong Pa, Cleo kan sehat. Cleo kangen nih sama Papa!" ujar Selena dengan mengarahkan ponselnya ke arah putri kecilnya.
''Papa juga kangen Cleo!"
Deg
Jantung Leona serasa dihantam benda tumpul dengan sangat keras saat Clark memperjelas panggilan Papa terhadapnya.
Clark tersenyum, ia sengaja tidak mempedulikan saat Leona lewat didepannya berlalu begitu saja.
Dia ingin tau seberapa besar perasaan Leona terhadapnya.
Leona masuk kamar dan duduk ditepi ranjangnya.
Air matanya lolos begitu saja.
''Ternyata semuanya hanya kebohongan. Clark dan Selena ternyata sudah memiliki anak. Dasar penipu! Dan sekarang aku jatuh kedalam kesalahan yang sama. Kenapa aku sebodoh ini?" Leona mengacak rambutnya lalu tertunduk dengan menenggelamkan wajahnya diantara lututnya yang ditekuk.
"Clark, kamu ada di kota S ya?" tanya Selena.
"Iya, siapa yang memberitahumu?"
"Royan, kemarin aku bertemu dengannya di mall. Dia bilang kamu akan menetap disana. Memangnya apa yang membuatmu tiba-tiba ingin tinggal disana, Clark?"
Pria yang masih belum memakai baju itu tersenyum dengan melangkahkan kakinya menuju kamar Leona.
"Karena aku menemukan yang aku cari."
Ucapan Clark yang terdengar saat memasuki kamar, membuat Leona mendongak kemudian membuang muka dengan menyeka air matanya.
Tapi Clark sudah terlanjur melihat istrinya yang menangis. Lantas ia malah duduk dibelakang Leona dan memeluk wanitanya dari belakang.
''Ini karena dia,'' lanjut Clark dengan mengarahkan ponselnya kewajah Leona dan mencium kepala wanitanya yang enggan menatap kamera.
Kenapa dia memeluk dan menciumku didepan Selena? Apa maksudnya coba?
Leona ingin menghindar, namun Clark malah semakin mendekapnya. Dan tentu saja Selena dapat melihatnya dengan jelas.
"Oww, siapa dia Clark?"
"Tentu saja istriku, Leona!" ujar Clark dengan menyibakkan rambut yang menutupi wajah cantik istrinya.
"Le, Leona?" Selena nampak terkejut.
Begitu juga dengan Leona. Kenapa Clark malah terang-terangan mengatakan yang sebenarnya pada Selena.
Jadi ini yang sebenarnya itu bagaimana?
Gumam Leona membatin.
"Oh hai Leona, ucapkan halo sama Mama Leona, Cleo sayang," Ucap Selena pada putrinya.
Leona semakin tidak mengerti dengan situasi saat ini. Jujur saja ia ingin marah. Tapi keadaannya terasa membingungkan.
Lalu kenapa juga Selena menyebutkan panggilan Mama untuk dirinya.
Clark menyerahkan ponselnya ketangan Leona dengan paksa.
__ADS_1
"Bicaralah dulu dengan Selena dan anaknya. Aku pakai baju dulu!"
Leona terperangah dengan ponsel Clark ditangannya.
"Leona, kamu masih disitu?"
Ia segera tersadar dan memberanikan diri menatap layar ponsel. "I,iya Selena!" jawabnya gugup.
"Waah, ternyata kamu memang sangat cantik Leona. Aku hanya melihatmu di foto, dan ternyata yang Clark ceritakan memang benar. Pantas saja dia tergila-gila padamu!"
Selena tertawa, namun Leona malah seperti orang bodoh.
"Kenapa kamu diam saja sayang?" Clark kembali duduk dibelakang Leona setelah memakai pakaiannya.
"Maaf Selena, sepertinya istriku malu saat kamu bilang dia cantik!" Leona kembali membuang muka setelah mengembalikan ponsel itu pada pemiliknya. Ia benar-benar bingung.
Wanita diseberang sana terdengar tertawa lagi, "Kenapa malu Leona, kamu memang cantik! Ya, aku tau bagaimana perasaanmu saat ini. Lain kali aku ingin mengobrol lebih banyak lagi denganmu."
Selang beberapa saat terdengar suara seorang pria yang menyapa Clark. Itu adalah dr. Frans, sahabat Clark sekaligus suami Selena.
Dan barulah Leona paham dengan situasinya saat ini. Ia sedikit malu karena sudah berprasangka buruk terhadap suaminya. Pantas saja Clark begitu blak-blakan dan Selena mampak biasa saja.
Lantas, ia pun segera bergegas melarikan diri ke kamar mandi.
"Hey, kenapa tersenyum begitu?" selidik Selena yang melihat sahabatnya itu tiba-tiba tersenyum aneh.
"Tidak apa-apa. Aku hanya gemas dengan sikap Istriku. Sepertinya dia sangat cemburu sebelum kedatangan suamimu itu," Clark terkikik geli.
"Ish kau ini, dasar tukang iseng!" omel Selena.
"Tapi selamat ya Clark, aku pikir kalian tidak akan bertemu lagi. Tapi akhirnya kamu bisa kembali bersamanya," nadanya terdengar kecewa, namun Selena sangat tulus.
"Terima kasih, aku sangat bahagia Selena."
Wanita itu mengangguk paham. Ia memang sangat tau apa yang dirasakan Clark selama ini. Namun, sepertinya sahabatnya itu melupakan sesuatu. Dan itu yang membuat Selena kecewa.
"Oh iya Clark, Paula sudah menyelesaikan S2 nya dengan prestasi yang sangat bagus," Selena memberi kabar.
"Benarkah? Ucapkan selamat dariku. Aku bangga padanya!"
"Ucapkan saja sendiri padanya Clark, tidak lama lagi adikku itu akan kembali."
Panggilan video itu pun selesai.
Selena nampak kecewa dengan kenyataan bahwa Clark sudah kembali dengan istrinya.
Sepertinya, dia memang lupa!
Gumam Selena dengan menatap ponselnya yang sudah padam.
_ _ _ _
Leona keluar kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang menutupi dari dada hingga pahanya.
Tubuhnya yang lembab dan rambutnya yang basah mengeluarkan aroma lembut dan juga segar.
Leona dan Clark bertemu didepan pintu kamar. Wanita itu nampak canggung berhadapan dengan pria yang kini berdiri dihadapannya.
Ia bingung harus mengatakan apa tentang salah paham tadi.
"Awas, aku mau masuk!" usir Leona menutupi kecanggungannya.
Clark yang semula berdiri didepan pintupun bergeser memberi ruang untuk Leona masuk. Alih-alih keluar kamar, ia malah mengikuti Leona masuk dan menutup pintu kamarnya.
"Kamu marah?" tanya Clark dengan memeluk Leona dari belakang.
Leona yang tengah berdiri didepan lemari memilih pakaian pun terkejut.
"Tidak!" jawabnya singkat.
"Bohong, aku lihat tadi kamu menangis. Aku dan Selena benar-benar hanya bersahabat, sayang. Dan Cleo, aku menyayanginya seperti anakku sendiri. Dan tadi kamu melihat suaminya kan? Dia itu sahabatku juga," Clark menjelaskan tanpa diminta.
Leona pura-pura tak peduli. Padahal hatinya terasa lega.
Ia melanjutkan memilih baju tidur tanpa mempedulikan tangan Clark yang masih melingkar diperutnya.
"Sayang bicaralah!" Clark merebut baju tidur ditangan Leona dan memasukkannya kembali kedalam lemari lalu menutupnya.
"Kamu apa-apaan sih?" protes Leona membalikkan tubuhnya menatap Clark kesal.
__ADS_1
"Kenapa kamu diam saja? Kamu masih belum percaya padaku? Oke, aku akan menghubungi Selena lagi untuk menjelaskan."
"Jangan!" Leona menahan tangan Clark.
"Kenapa? Bukankah kamu marah karena hal itu?"
Leona terdiam.
Ia kembali berbalik memunggungi Clark.
"Maaf!" ucapnya lirih dengan wajah yang menunduk.
Clark tersenyum penuh kemenangan. Ia kembali merengkuh tubuh wanitanya.
"Aku tidak pernah mengkhianatimu Leona. Aku hanya ingin tau seberapa besar perasaanmu padaku!" ujarnya dengan menempelkan dagunya dibahu Leona.
"Tapi ini salahmu, kamu sengaja membuat aku salah paham kan? Keterlaluan!" omel Leona pura-pura marah.
"Hehehe,'' Clark terkekeh.
"Iya aku salah, maafkan aku, oke?"
Leona pun mengangguk dengan senyum malu-malu.
Clark tersenyum seraya menyibakkan rambut Leona yang masih basah hingga menampakkan leher dan punggungnya yang halus dan mulus.
Ia mengeratkan dekapannya dan mulai menciumi leher dan juga punggung. Clark semakin menelusupkan kepalanya diceruk leher Leona dan menghirup aroma tubuhnya dalam-dalam.
Leona memejamkan mata dan melenguh menikmati setiap sentuhan tangan nakal yang Clark berikan pada tiap inci permukaan kulitnya.
Clark menanggalkan handuk yang menutupi tubuh istrinya. Tangannya semakin leluasa menjelajahi setiap lekuk tubuh polos wanitanya.
Tak ada penolakan sama sekali, Leona pun mendambakan setiap sentuhan tangan Clark saat bermain di area sensitifnya.
"Leona!" bisik Clark dengan memutar tubuh Leona agar menghadap kearahnya.
"Aku mencintaimu!" ucapnya yang kemudian ******* bibir manis Leona dengan rakusnya.
"Aku juga mencintaimu," balas Leona terengah dengan mengalungkan tangannya dileher Clark.
Clark tersenyum bahagia. Dibawanya tubuh wanitanya keatas tempat tidur yang tidak terlalu besar milik Leona.
"Kamu milikku Leona, selamanya hanya akan menjadi milikku," hembusan nafas Clark ditelinganya membuat tubuh Leona semakin menegang.
"Ya, aku milikmu Clark!" balasnya lirih.
Suasana terasa semakin panas. Clark sudah menanggalkan semua pakaiannya dan menindih tubuh wanitanya.
Ia menciumi bibir, turun keleher, turun lagi ke dada dan memainkan bibirnya lebih lama diarea itu. Semakin lama, bibirnya semakin turun kebawah perut.
Leona mengerang mencengkram ujung bantalnya dengan dadanya yang membusung. Sensasi kenikmatan yang sangat ia rindukan itu membuatnya melayang dan hilang kendali.
Clark semakin bergairah saat melihat wanitanya menggeliat kenikmatan karena permainannya.
Leona ******* kepala Clark yang berada dalam himpitan kedua pahaya.
Lagi-lagi Leona mengerang, Clark benar-benar membuatnya semakin menggila.
Setelah puas bermain, Clark merangkak kembali menindih tubuh istrinya yang sudah berpeluh.
Perlahan namun pasti, Clark mulau melakukan penyatuan dengan wanita yang dicintainya.
Leona mendesah saat milik Clark memasukinya.
''Kamu sempit sayang!" bisik Clark yang membuat wajah Leona merona.
Tak hentinya Clark menciumi Leona.
Desahan keduanya seirama dengan pergerakan pinggulnya.
Keduanya hanyut dalam kenikmatan yang sangat dirindukan.
Dan erangan keduanya menandakan pelepasan sempurna yang kemudian membuat keduanya terkulai saling berpelukan.
"Terimakasih sayang, kamu sudah sangat menjaganya hanya untukku," ucap Clark mencium kening Leona sangat lama.
Leona hanya mengangguk sambil tersenyum lalu menenggelamkan kepalanya didada bidang sang suami hingga keduanya terlelap bersama ke alam mimpi.
_________________________________
__ADS_1
Dukungannya manaaaa???