Kalian Milikku

Kalian Milikku
Eps 13 Cerita masa lalu part 1


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Leona yang semula gelisah karena takut Clark kembali mengganggunya kini mulai tenang. Tapi tidak bisa ia pungkiri, Leona kembali menyimpan rasa kecewa. Kemana janji yang ia ucapkan beberapa hari lalu setelah sekian ia menghilang?


Dasar tidak bisa dipercaya! dumalnya dalam hati.


"Hey, lagi ngelamunin apa sih?" Loli mengembalikan kesadaran Leona.


"Eh, kau ini. Aku nggak melamun kok," dustanya sambil mengaduk krim pewarna rambut yang siap diaplikasikan pada rambut customernya.


"Kalau gak melamun, kenapa Merry memanggilmu berulang kali kau tak dengar juga?"


Leona nampak kaget, " Merry sudah datang?"


"Haiya, kalau emang kamu ngelamun ya jujur aja kali, kenapa pura-pura segala? Sudah, berikan itu padaku dan cepat temui Merry diruangannya," Loli mengambil alih mangkuk krim pewarna itu dari tangan Leona.


"Merry, kau sudah baikan?" tanya Leona saat memasuki ruang kerja bosnya.


"Ya, seperti yang kau lihat. Aku sudah sangat baik sekarang," jawabnya sambil tersenyum.


"Syukurlah, ada apa kau memanggilku?"


"Kemarilah," Merry bangkit dari duduknya dan membawa Leona untuk duduk disofa bersamanya.


"Sebenarnya aku tidak enak membicarakan ini padamu. Tapi semua rasa penasaranku ini hanya kau sendiri yang bisa menjelaskannya."


Leona nampak bingung, "Katakan saja ada apa, kau malah membuatku tegang," ujar Leona jujur.


"Em.. begini. Kemarin aku dengar dari Bibi Frida, katanya Clark itu mantan suamimu. Tapi dia memintaku untuk menanyakan langsung padamu. Jadi bagaimana, apa kau akan memuaskan rasa penasaranku selama ini?"


Ya, selama ini Leona menutup rapat tentang masa lalunya, termasuk pada Merry.


Dan mungkin sudah saatnya Merry tau segalanya. Dan Leona pun menghela nafas kasar.


"Ya, dia mantan suamiku!"


_ _ _ _ _ _ _


flashback versi Leona on


Lima tahun lalu.


Leona seorang putri tunggal. Karena ibunya meninggal, jadi sejak kecil dia hanya hidup bersama Ayahnya yang bernama Rafael.


Meskipun hanya memiliki sebuah pabrik roti kecil, tapi sang Ayah sibuk dengan pabriknya, akhirnya Rafael meminta Frida untuk mengasuh putri semata wayangnya sejak berusia tiga tahun.

__ADS_1


Frida pun menerima dengan senang hati. Jika bukan karena Ayah Leona, mungkin suami Frida yang saat itu sakit keras tidak akan bisa terselamatkan.


Meskipun beberapa tahun kemudian suaminya berpulang, Frida tetap setia untuk menjaga Leona.


Leona tumbuh menjadi gadis cantik, pintar dan juga ceria. Banyak pemuda yang mengejarnya, tapi belum ada yang mampu meluluhkan hatinya.


Tentu saja Frida sangat hafal bagaimana sikap dan tingkah laku Leona. Apa yang disukai Leona dan yang tidak disukainya. Termasuk ketertarikannya pada seorang pria.


Mereka sudah seperti ibu dan anak meski tidak ada ikatan darah sama sekali.


Suatu hari, Leona terlihat sangat bahagia saat pulang dari kampusnya.


Ternyata ia berjumpa dengan pemuda yang sangat tampan dan juga sangat baik.


Dia adalah Clark Anthony.


Namun Clark yang saat itu Leona kenal adalah seorang karyawan biasa di sebuah perusahaan properti dengan gaji yang kecil. Dimata Leona, Clark adalah seorang pemuda sederhana yang rajin dan juga pekerja keras.


Clark tidak seperti pemuda lainnya yang mendekatinya dengan membanggakan kekayaan orang tuanya.


Clark begitu apa adanya dengan segala kesederhanaannya.


Dan Leona pun jatuh cinta.


Gadis yang bisa menerima dirinya apa adanya. Tidak seperti gadis-gadis lain yang mengejarnya hanya karena mengetahui status Clark yang sebenarnya. Terlebih lagi Leona sangat mencintainya dengan tulus. Selamanya Clark tidak akan menyia-nyiakan gadis seperti Leona.


"Hatiku telah jatuh dalam genggamanmu. Seluruh hidupku akan ku habiskan bersamamu. Kau menjadi penyempurna hidupku. Aku mencintaimu Leona, maukah kau menikah denganku?"


Kalimat itu yang selalu terngiang di telinga Leona. Kasih sayang dan cinta Clark begitu melekat dihatinya.


Namun Rafael tidak semudah itu menyetujui hubungan mereka.


"Kau masih kuliah nak, lagi pula kau belum mengenalnya dengan baik!" bantah Rafael saat Leona memunta ijin untuk menikah dengan Clark.


"Aku sangat mengenalnya Ayah, dan aku bahagia. Apa karena dia bukan orang kaya hingga Ayah melarangku bersamanya?" Leona menangis.


Rafael begitu tidak tega melihat air mata putrinya. Bagaimanapun ia juga mengenal Clark sebagai sosok yang baik dan bertanggung jawab.


"Tapi sayang, Ayah sudah menjodohkanmu dengan Daniel. Apa yang harus Ayah katakan pada orang tua Daniel nantinya?"


Sebelum Leona menjawab, saat itu Clark datang untuk meminta restu dari Rafael.


"Aku dan Leona saling mencintai. Leona tidak mencintai Daniel Om, dan aku juga tidak mencintai Selena. Gadis yang dijodohkan denganku. Mereka pasti mengerti Om," tutur Clark memberi penjelasan.


"Lalu kalian mau bagaimana?" tanya Rafael yang sudah merasa buntu.

__ADS_1


"Tidak lama lagi tugasku disini selesai. Aku akan kembali ke kota tempat asalku. Dan aku akan kembali kesini lagi dengan membawa kedua orang tuaku. Jika aku sudah menikahi Leona, maka mereka tidak akan bisa berbuat apa-apa selain membatalkan perjodohan ini."


Rafael masih terlihat bimbang. Sesekali ia menatap Leona dan Clark dengan tangan yang saling berpagut seolah saling menguatkan.


"Percayalah Om, aku akan membahagiakan Leona. Aku akan memberikan yang terbaik untuk putri kesayangan Om."


Akhirnya Rafael menerima Clark dengan sepenuh hati demi kebahagiaan Leona. Rafael mempercayakan Leona sepenuhnya pada Clark.


Dan merekapun resmi menikah secara agama.


Clark menyematkan cincin emas sederhana kedalam jari manis Leona. Meski bukan barang mahal, Leona terlihat sangat bahagia bisa menjadi istri pria yang dicintainya.


Bersabarlah sayang, tidak lama lagi cincin murahan itu akan berganti dengan cincin bertahtakan intan dan berlian.


Aku berjanji, akan membahagiakanmu selamanya. Ikrar Clark dalam hatinya.


Seperti pasangan pengantin baru pada umumnya, Clark dan Leona terlihat sangat mesra dimanapun mereka berada.


"Aku akan segera mengurus semua berkas untuk membawanya ke catatan sipil," ucap Clark sambil memeluk tubuh polos Leona yang berbalutkan selimut berwarna putih.


"Bukannya kau masih sibuk menyelesaikan tugas terakhirmu itu?" tanya Leona dengan mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan Clark yang tengah memeluknya.


"Iya, tapi aku sudah tidak sabar nama kita diakui negara sebagai pasangan suami istri, sayang."


Leona tersenyum.


Clark mencium mesra wanita yang sangat dicintainya. Tangannya seolah tak pernah merasa bosan menjelajahi setiap lekuk tubuh indah wanitanya. Baru satu minggu menikah, tentu pasangan ini sedang hangat-hangatnya.


Bercumbu di temani alunan suara gemercik hujan menambah gairah pada keduanya. Lenguhan dan desahan terdengar seirama dalam setiap gerakan yang tengah mereka lakukan.


Menikmati syurga dunia yang di dambakan setiap pasangan yang dimabuk cinta dalam ikatan sebuah pernikahan.


Sungguh kebahagiaan yang tak ternilai. Mereka berharap kemesraan ini tidak akan pernah berakhir.


"Aku mencintaimu Leona."


"Aku juga mencintaimu Clark."


Clark mencium kening Leona sangat lama sebagai penutup kegiatan malam ini sebelum mereka benar-benar terlelap karena lelah.


bersambung


__ __ __ __ __ __ __ __ __


jangan lupa Like n komen dulu

__ADS_1


__ADS_2