Kalian Milikku

Kalian Milikku
Eps 45 Nikahi aku!!


__ADS_3

"Hahaha, aku baru tau ada seorang wanita yang mengkhawatirkan wanita lain yang ingin merebut suaminya? Aku rasa wanita ini bodoh!"


Plakk


"Aw, sakit Leona!" Loli meringis sambil mengusap-usap bahunya.


"Bukannya aku bodoh Loli, aku hanya kasihan padanya. Aku sangat tau bagaimana rasanya patah hati!" ujar Leona dengan menjatuhkan pipinya pada lipatan tangannya diatas meja.


"Rasanya sakit sekali, sampai ingin mengakhiri hidup."


Leona menghela napas pelan lalu menegakkan duduknya.


"Sekarang bagaimana keadaan Paula ya?"


Loli berdecak, "Masih aja ya mikirin wanita itu? Jangan terlalu baik Leona. Jika dia benar-benar inginkan suamimu bagaimana coba?"


"Tapi aku percaya suamiku tidak akan berpaling, dia hanya menganggap Paula sebagai adiknya, tidak lebih!"


"Hmmm ... Terserah kau saja lah!" Loli menyerah.


Ceklek


Pintu ruang istirahat karyawan di Merryana Salon terbuka.


"Kak Leona, ada yang cari Kakak!" ujar juniornya yang hanya berdiri diambang pintu.


"Siapa?"


"Gak tau, tapi dia ganteng banget kaya suami Kakak!" ujarnya malu-malu.


Ganteng banget?


Memangnya siapa yang berani menandingi kegantengan suamiku?


Mendengar kata ganteng, Loli ikut bersemangat menemui tamu Leona yang datang ke salon tempat mereka bekerja.


"Royan?"


Pemuda tampan yang semula fokus pada ponselnya pun menoleh dan lekas berdiri.


"Kak Ipar!"


Lantas Leona pun mengajak Royan ke rumah kontrakannya yang dahulu.


"Bukankah Kakak sudah pindah? Kenapa masih disini?" tanya Royan mengikuti langkah Leona.


"Iya, tapi masa kontraknya belum habis. Jadi aku masih memegang kuncinya. Hanya saja, disini tidak ada apa-apa untuk dimakan!" sesal Leona.


"Tidak apa Kak, aku hanya ingin bicara dengan Kakak!" balas Royan sendu.


"Ada apa Roy?" tanya Leona setelah mempersilahkan Royan untuk duduk.


Raut wajahnya sudah terlihat tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja.


"Kak!" ucapnya ragu-ragu.


Leona mengangkat kedua alisnya sebagai tanggapan dan menunggu kelanjutannya. Royan terlihat gelisah, dan sepertinya pemuda itu masih bingung merangkai kata.


"Katakan saja Roy, aku akan mendengarkanmu!" ujar Leona lembut untuk meyakinkannya.


Setelah berhasil menenangkan diri, Royan menghela napas dan mulai bercerita.


"APA?"


Leona terkejut dengan pengakuan yang adik iparnya ceritakan.


"Iya kak, aku memang terbiasa dengan wanita lain. Tapi pada Paula, aku merasa sangat bersalah!" akunya menunduk dengan meremas rambut menggunakan kedua tanganya.


"Astaga Roy, kenapa kamu melakukannya? Itu akan sangat menyakitkan hati Paula!" Leona terlihat marah, namun masih bisa menggunakan tutur kata yang lembut.


"Aku kelepasan kak, aku tidak bisa menahan diri!"


"Astaga!" Leona menutup mata dengan memijit pangakal hidungnya. Kenapa Royan sampai melakukannya?


"Apa Clark sudah tau?" tanyanya lagi.

__ADS_1


Royan menggeleng, "Belum, aku takut mengatakannya. Makanya aku bicara dulu pada Kakak ipar. Bantu aku menjelaskannya ya Kak, aku mohon!" rengek seorang Royan seperti anak kecil yang takut dimarahi orangtuanya karena berbuat kesalahan.


"Lalu apa rencanamu pada Paula?"


"Aku siap menikahinya, itu juga jika dia mau!"


__ __ __ __ __


Di Perusahaan.


"Tuan, ada Nona Leona diruangan kerja anda!" bisik Jason pada sang atasan saat mereka tengah melakukan pertemuan dengan rekan bisnis.


"Benarkah?" balasnya berbisik.


"Benar Tuan!"


Clark tersenyum, wanitanya datang tanpa diminta membuatnya bersemangat.


Pasti dia merindukanku!


Lantas, ia segera mengakhiri pertemuan itu dan bergegas kembali keruangannya.


"Sayang?" Leona menoleh dan tersenyum. Ia segera menghambur memeluk suaminya yang sudah merentangkan tangan selebar-lebarnya.


"Ada apa sayang? Kau merindukanku?" tanya Clark dengan meraih dagu sang istri dan langsung menciumi bibir manis istrinya.


Leona pun membalas seperti semestinya. Kedua insan itu seperti sepasang kekasih yang baru bertemu saja.


"Ekhemm!!"


Deheman seseorang yang ia kenal membuat Clark terkejut dan menghentikan kegiatannya.


"Kau? Kenapa kau juga ada disini?" nada bicaranya sudah jelas terdengar tidak suka.


"Em, aku yang mengajaknya kesini!" Leona yang menjawab.


"Kita duduk dulu ya!" lanjutnya dengan memasang senyum terbaiknya.


Dengan malas Clark menuruti ajakan istrinya. Dia pikir, Leona datang sendirian hanya untuk berduaan dengannya.


"Sayang, minum kopinya dulu. Ini aku sendiri yang buatkan sebelum kamu datang. Minumlah!"


Ayo Kak Ipar, buat Kakak ku jinak dulu. Cuma kamu yang bisa menjinakkannya!


Ucap batin Royan.


Sambil menyeruput kopi buatan istrinya, Clark mulai bertanya-tanya dalam hati. Leona bersikap sangat manis hari ini. Tapi sikap manisnya yang sedikit aneh malah membuatnya curiga.


"Cepat katakan, ada apa?" tanya Clark tak sabaran dengan sikap dua orang yang saat ini bersamanya.


Royan mulai mengatur napas dan perlahan menceritakan kejadian semalam yang ia lakukan bersama Paula.


"APA? KENAPA KAMU MELAKUKANNYA, HAH? KAMU SUDAH GILA ROY?"


Ekspresi yang sama seperti saat ia bercerita pada Leona. Namun bedanya, yang ini jauh dari kata lembut. Clark sangat marah dengan kelakuan Royan terhadap Paula.


Leona mengusap-usap bahu suaminya untuk menenangkan.


"Iya Kak, aku tau aku salah!" jawab Royan menunduk.


"Ini akibat dari kelakuan kamu selama ini! Kamu pikir semua wanita mau melakukannya tanpa perasaan, hah?" Clark murka.


"Ya bagaimana lagi Kak, dia sendiri yang menyerahkan tubuhnya padaku! Mana bisa aku menolaknya!" belanya tidak mau disalahkan seorang diri.


"Dasar ******* kecil. Kau bilang dia mabuk kan? Sudah jelas kalau saat itu Paula sedang tidak sadar!"


"Tapi dia yang meminta aku menyentuhnya. Aku berani bersumpah kalau Paula yang memaksaku!" ujarnya serius.


" Lagipula..., Paula juga menikmatinya!"


"KAU...!"


Leona menahan tangan Clark yang ingin menerkam adik tirinya.


"Tenanglah sayang, kita bicarakan baik-baik! Royan juga bersedia jika harus bertanggung jawab menikahinya," bujuk Leona dengan terus menenangkan suaminya.

__ADS_1


''Apa aku bisa mempercayaimu? Bukankah kamu anti dengan sebuah ikatan pernikahan? Aku tidak mau kalau sampai kamu mempermainkannya!"


Bagaimana pun juga, Paula sudah seperti adiknya sendiri. Jelas ia sangat marah ketika mengetahui apa yang sudah dilakukan Royan.


''Aku sudah yakin dengan keputusanku Kak!"


"Lalu bagaimana Paula sekarang!" tanya Clark dengan menurunkan nada bicaranya.


"Aku sudah menempatkan beberapa orang untuk mengawasinya. Aku rasa dia baik-baik saja!"


Aduh, anak ini!


Kelakuannya semakin membuatku pusing!


Gerutu Clark dalam hati.


Dan Clark semakin dibuat geleng kepala saat Royan mengatakan dia lupa memakai pengaman.


Ingin meremas wajah adiknya jika saja tidak dicegah oleh sang istri.


Tidak ingin membuang waktu, mereka mendatangi hotel tempat Paula menginap. Masalah ini harus dibereskan sebelum orang tua mereka tau.


Paula yang terngah berkemas untuk kembali ke kota A pun terkejut dengan kedatangan tiga orang yang saat ini tidak ingin ia temui. Terutama Royan!


"Ada apa?" tanyanya malas setelah membiarkan mereka masuk.


''Paula, aku kesini untuk membicarakan kejadian semalam. Royan sudah menceritakan semuanya." Ujar Clark setelah beberapa saat sebelumnya hanya ada keheningan.


''Tidak ada yang perlu dibicarakan. Kalian pergilah, aku akan segera pulang ke Kota A!" jawab Paula tanpa menatap siapapun.


''Tapi Paula, bagaimana jika keluargamu tau?" Leona yang bertanya.


"Memangnya apa pedulimu? Kamu senang kan karena aku sudah kehilangan kesucian karena laki-laki itu?'' mata sembabnya menatap tajam ke arah Leona, namun tangannya menunjuk Royan.


''Bu, bukan begitu!"


"Hallah, ini semua salahmu Leona. Karena kamu sudah merebut Clark dariku! Dasar wanita ******!"


''Cukup Paula!" seru Clark meninggi.


Paula mendengus, lagi-lagi Clark membentaknya demi wanita lain.


''Sejak awal Leona memang istriku, tidak ada kata perebut. Karena aku yang menginginkannya!"


Mata Paula selalu menghindari tatapan Clark. Jujur saja hatinya hancur, setelah tau cintanya sudah dimiliki orang lain, ia semakin hancur karena semua harapannya sirna karena ulah Royan.


''Paula, kami kesini bertujuan baik. Royan ingin mempertanggung jawabkan perbuatannya kepadamu," ujar Clark lebih tenang.


''Huh, aku sama sekali tidak menyukainya.'' Tunjuknya pada Royan dengan tatapan benci.


''Aku akan menuntutnya atas apa yang sudah dia lakukan padaku!"


Menuntut apanya?


Bukankah kejadian semalam itu suka sama suka?


Royan berani menggerutu dihati, tapi belum berani mengatakannya.


''Tapi kalau kamu berniat menyelamatkan kehormatanku didepan keluagaku,'' Paula beralih menatap kearah Clark yang dicintainya.


''Maka kamulah yang harus menikahi aku!"


Semua yang berada disana terperangah tak percaya. Apalagi Leona.


Dia sudah was-was kalau suaminya akan setuju dengan permintaannya.


''Apa? Tidak mungkin Paula!" tolak Clark tegas.


"Nikahi aku! Maka aku tidak akan menuntut apa-apa pada Royan!"


bersambung


________________€€_______________


jangan lupa like n komennya

__ADS_1


__ADS_2