Kalian Milikku

Kalian Milikku
Eps 28 Menikah lagi


__ADS_3

Leona masuk ke ruang rawat inap Shofia dengan wajah yang teramat masam.


Bibirnya yang cemberut menadakan kalau dirinya sedang sangat kesal.


Namun berbeda dengan wajah pria yang mengikutinya dari belakang.


Wajahnya terlihat cerah ceria bagai dikelilingai ribuan kelopak bunga.


"Kalian sudah kembali? Apa semuanya sudah beres?" tanya Frida yang tetap setia menjaga Shofia disaat Leona tidak ada.


"Iya Bi, sudah beres!" Clark yang menjawab.


Pria itu langsung menghambur memeluk gadis kecil yang memanggilnya saat ia masuk.


Lain hal nya dengan Leona, ia justru memberi tatapan tajam ke arah Frida.


Menyadari hal itu, Frida memilih membuang muka pura-pura tidak mengerti dengan arti tatapan itu.


"Ayah, Fia kangen Ayah!" rengek Shofia dalam pelukan Clark. Gadis itu selalu saja merindukan sosok Clark.


"Ayah juga kangen sama Fia," Clark mencium puncak kepala gadis itu.


"Ayah, Fia mau pulang. Fia udah gak betah, Fia mau sama Ayah!" gadis itu semakin mempererat pelukannya.


Clark melirik Leona yang terlihat masih kesal dengan pura-pura tak mendengar rengekan Shofia. Ia menatap ke arah lain dengan melipat tangannya didepan dada.


Tatapan Clark terhadapnya seolah mengatakan, kau lihat kan? Shofia sangat membutuhkan aku!


Clark beralih kembali menatap gadis kecil itu, "Iya sayang, nanti kita pulang. Tapi kalau sudah di ijinin sama dokter ya," Clark menoel hidung mungil Shofia sambil tersenyum.


Gadis kecil itu mengangguk patuh dengan ucapan Clark. Padahal sedari tadi Frida memberinya pengertian, Shofia tetap bersikeras meminta pulang.


"Ayah harus pergi ke kantor dulu nak, kamu sama Bunda dulu ya, nanti Ayah kesini lagi."


Shofia mengangguk, Clark mencium puncak kepala Shofia sekali lagi dan juga berpamitan pada Frida dan Leona.


Wanita cantik yang masih cemberut itu tidak mempedulikan Clark yang berpamitan kepadanya.


Clark pun mendekat dan membisikkan sesuatu di dekat telinganya,


"Aku pergi dulu, jangan rindukan aku ya. Sampai jumpa nanti malam, ISTRIKU," ucapnya dengan menekan kata istriku seraya mengusap kepala Leona kemudian berlalu pergi.


Leona membelalakkan matanya dengan mulut yang terperangah.


Leona semakin kesal.


Ingin rasanya ia meremas-remas wajah Clark yang malah tersenyum bahagia setelah mengucapkannya.


-flashback on-


Diparkiran depan gedung catatan sipil.


"Untuk apa kita datang ke catatan sipil?" protes Leona setelah ia keluar dari mobil.


"Tentu saja untuk menikah, tidak mungkin kan kita numpang makan disini?"


Kepala Leona terasa mulai berdenyut,


"Ya memangnya siapa yang mau menikah?"


"Tentu saja aku dan kamu, kita!" Clark menunjuk dirinya dan juga Leona bergantian. "Memangnya kamu mau menikahkan kucing tetanggamu disini, apa?"


Leona mengusap wajahnya gusar, "Kapan aku setuju menikah lagi denganmu, Clark?" wanita itu frustasi dengan menyandarkan punggungnya di badan mobil .


Clark menarik salah satu ujung bibirnya keatas dan mengukung Leona dengan kedua tangannya,


"Kamu tidak punya pilihan lain, Leona!"

__ADS_1


Seketika dada Leona menyesak. Ia marah karena merasa ditipu oleh perjanjian yang Clark ajukan kepadanya.


"Kamu pikir aku tidak tau kalau status Shofia sedang dipermasalahkan disekolahnya? Iya kan?"


Leona tak menjawab.


"Leona, bukankah kamu bilang akan melakukan apapun untuk Shofia? Begitu juga dengan aku. Bagiku, kamu dan juga Shofia adalah segalanya. Hatiku sakit saat mendengar orang lain berpikiran buruk tentang dirimu. Sedangkan kamu sebenarnya punya aku untuk memperjelas statusmu. Sekarang ayo kita lakukan, jangan biarkan orang lain menganggap rendah dirimu lagi!"


Clark menarik tangan Leona untuk masuk, namun segera ditepisnya.


"Aku bisa mengurus semuanya, kamu tidak perlu ikut campur!" tolak Leona.


Kali ini Clark yang terlihat marah, "Dengan cara apa, heum?" ia berkacak pinggang.


"Dengan cara memasukkan nama orang lain sebagai ayahnya begitu?"


Leona ingin menyangkal, tapi kenyataannya dia memang berencana seperti itu.


"Wah wah wah ... Rupanya kamu ingin memalsukan identitas putrimu sendiri, hebat sekali kau Leona!" ejek Clark yang kini bersidekap.


"Sudahlah Clark, itu bukan urusanmu. Urus saja keluargamu sendiri. Shofia itu bukan___"


"Bukan apa?" Clark memotong ucapan Leona.


"Bukan anakku begitu?"


Leona kembali membuang muka.


"Leona, sekali lagi dengarkan aku!"


Clark meraih dagu Leona agar wanitanya itu mau menatapnya.


Dan entah sejak kapan, pipi mulusnya itu sudah basah oleh air mata.


"Leona, tolong jangan egois!" ucap Clark lembut. "Kau tau kenapa aku tidak melakukan tes DNA pada Shofia?" Leona menepis tangan Clark dari dagunya dan kembali membuang muka.


"Jadi tolonglah, aku juga ingin kau percaya padaku. Aku tidak pernah menjalin hubungan apapun dengan wanita lain. Terlepas dari rasa benci yang sempat aku rasakan karena salah paham itu, aku tidak pernah berhenti mencintaimu, Leona!"


Air mata Leona kembali luruh.


Dalam posisi bimbang seperti itu membuatnya dilema.


Kalaupun yang dikatakan Clark memang sebuah kejujuran, apakah Leona masih menyimpan rasa cinta untuk pria yang pernah menjadi segalanya baginya itu?


Leona menurunkan tangan Clark dari wajahnya, "Baiklah, demi Shofia aku mau kita menikah lagi. Tapi setelah semuanya beres, kamu harus memenuhi semua keinginanku."


"Baik, apapun itu bisa aku kabulkan!" ujar Clark dengan mengembangkan senyumannya.


"Baguslah, aku harap kamu tidak ingkar janji. Semua keinginanku harus terpenuhi, termasuk perceraian!" ucapnya tegas.


"Oke, aku setuju!" jawab Clark cepat.


Setelah mendapatkan kesepakatan, Leona pun segera masuk mendahului Clark.


Aku ingin lihat, apa kamu akan tetap meminta cerai setelah aku kembali mendapatkanmu?


Tidak akan ada yang bisa menjauhkan aku dari apapun yang sudah menjadi milikku. Apalagi itu adalah kamu, sekali milikku akan tetap jadi milikku!


Didalam sana sudah ada Jason dan beberapa petugas catatan sipil untuk menjadi saksi pernikahan mereka.


Clark dan Leona mengambil foto dan menandatangani semua berkas dan juga buku nikah mereka.


Dan seperti janjinya dulu, kali ini Clark menyematkan sebuah cincin berlian ke jari manis Leona sebagai cincin pernikahan mereka.


Dan akhirnya, status suami istri mereka kini di akui negara dan juga hukum.


"Jason, kamu atur semuanya! Pastikan nama Leona dan Shofia bersih di mata umum!"

__ADS_1


Jason menerima berkas yang baru saja di sahkan di catatan sipil dari tangan Clark.


"Baik Tuan!"


"Dan satu lagi," Clark membisikkan sesuatu pada Jason yang membuat Leona merasa curiga.


Asisten pribadinya itu nampak bingung, namun perintah tetaplah perintah. Ia pun pamit setelah menyanggupi titah atasannya itu.


Sejak di nyatakan sebagai istri sah dari Clark Anthony, Leona masih saja diam dengan wajahnya yang cemberut.


"Kenapa masih cemberut aja sih? Sebagai pengantin baru itu, harusnya kamu senang Leona," Clark mencubit pelan pipi mulusnya.


Leona berdecak dengan menepis tangan Clark.


"Memangnya siapa yang senang menikah denganmu?" ucapnya ketus namun Clark malah terkekeh melihat ekspresi dari wanitanya.


Cupp


Leona terbelalak menatap tajam ke arah pencuri kecupan singkat dibibirnya.


Dan pelakunya hanya tersenyum tanpa dosa.


-Flashback off-


"Sudahlah, jangan cemberut terus. Bibi minta maaf karena semalam sudah memberikan semua berkas kamu pada asistennya Clark," Frida ikut duduk di sofa ruang rawat samping Leona.


"Bibi penghianat!" ucap Leona dengan melipat tangannya didepan dada.


"Ya, aku tau aku salah. Tapi kamu juga harus tau Leona, aku punya alasan kenapa menyutujui rencana Clark yang ingin menikahimu secara resmi," tutur Frida membela diri.


"Tapi yang aku tau, Bibi sudah tega mengkhianati aku!" hardik Leona kesal.


"Pokoknya setelah semua beres, aku akan meminta cerai pada Clark!"


Frida menghela nafas, "Terserahlah. Tapi ada satu hal yang ingin aku tanyakan."


"Apa?" tanya Leona ketus.


"Apa kamu benar-benar sudah tidak mencintai Clark lagi?"


Leona terdiam.


"Dan jika kalian bercerai, kamu akan menjadi janda Leona!"


"Aku tidak peduli, setidaknya statusku jadi jelas kan?"


"Lalu bagaimana dengan Shofia? Kamu mau dia kehilangan ayahnya lagi?"


Tubuh Leona seketika terkulai dengan menengadahkan kepalanya disandaran sofa. Matanya melirik Shofia yang tengah tertidur masih dengan selang infus yang menancap ditangannya.


"Leona, Bibi bisa melihat rasa cinta Clark padamu adalah sebuah ketulusan. Jika bukan karena kesalahpahaman, Bibi yakin kalian memang ditakdirkan untuk bersama. Seterpuruk apapun kamu dulu, tapi kamu tidak pernah menggantikan posisi Clark oleh pria lain. Coba kamu yakinkan hatimu baik-baik, apa kamu masih mencinta Clark atau tidak. Pikirkan tentang Shofia juga. Barulah kamu pikirkan apa kamu yakin dengan perceraian yang sudah kamu rencanakan itu. Pikirkanlah baik-baik!" Frida beranjak keluar dari kamar rawat Shofia meninggakan Leona yang kini larut dalam pikirannya.


Sekarang Leona sudah resmi menjadi istri Clark secara hukum. Status Shofia pun kini jelas.


Yang dikatakan Frida memang benar.


Buktinya, hatinya tetap kosong meski ia membenci Clark sebenci-bencinya.


Apa iya aku masih mencintainya?


Gumam Leona dalam hati sembari memutar-mutar cincin berlian di jari manisnya.


__ __ __ __ __ __


Dukung terus ya gaes..


like komen n vote

__ADS_1


__ADS_2