Kalian Milikku

Kalian Milikku
Eps 41 Kejutan untuk Clark


__ADS_3

''Uuuh ... Leona, aku pasti merindukanmu!" ucap Loli sambil memeluk sahabatnya.


''Jangan berlebihan Loli, aku hanya pindah rumah, bukan pindah pekerjaan!"


''Yang benar? Aku pikir kamu akan berhenti bekerja. Secara kan sekarang kamu sudah punya suami yang kaya, mana mungkin kamu masih mau cape-capek bekerja lagi?'' Loli meregangkan pelukannya.


''Ish, kau ini. Mana tega aku meninggalkan kalian. Aku masih betah kerja disini, tetap berteman dan berpartner dengan kalian. Kalian semua teman istimewa bagiku." Ujar Leona yang membuat mereka terharu dan saling berpelukan.


''Aku akan mengundang kalian kerumahku, semuanya harus datang ya!"


Teman-temannya pun menyambut undangan Leona dengan suka cita.


Namun selentingan yang mengatakan Leona akan berhenti sudah sampai ditelinga Merry.


Wanita yang masih terlihat cantik dan sexy di usianya yang sudah berkepala empat itu tengah berdiri menatap keluar jendela. Ia nampak murung saat Leona menemuinya.


''Kalau mau pergi, pergilah! Tidak perlu berpamitan!" ucap Merry sinis tanpa menoleh ke arah wanita yang baru saja masuk ke ruangannya.


''Kau mengusirku?" tanya Leona pura-pura bersedih.


''Siapa yang mengusirmu? Kamu ingin pergi kan? Meninggalkan aku untuk mengikuti suamimu?'' Merry terlihat ingin menangis.


Diam-diam Leona menahan tawa dibelakangnya.


''Ya, aku memang akan mengikuti suamiku. Tapi aku tidak akan meninggalkan pekerjaanku disini!"


Sontak Merry menoleh dan mendapati ekspresi Leona yang sedang tidak main-main.


''Apa kamu bilang? Kamu akan tetap bekerja disini?" tanyanya tak percaya.


''Awalnya memang berencana seperti itu, tapi sepertinya kau sudah mengusirku!" Leona kembali menampakkan wajah sedih bohongnya.


''Tidak,tidak! Mana ada aku mengusirmu? Tapi kamu seriuskan?" Merry mengguncang kedua bahu Leona.


Akhirnya ia tertawa melihat ekspresi lucu bosnya. ''Iya Merry, aku hanya pindah rumah. Bukan meninggalkanmu!"


Mery langsung memeluknya,''Syukurlah, aku takut kehilanganmu Leona!"


Leona tersenyum dalam pelukan Merry, ''Aku tidak mungkin meninggalkanmu. Selama ini kamulah yang selalu berada dibelakangku. Ucapan terima kasih sebanyak apapun tidak akan bisa mengganti semua kebaikanmu padaku. Tapi aku tetap berterima kasih padamu, Merry!"


Bosnya itu mengeratkan pelukan lalu melepaskannya.


''Tapi bagaimana dengan Clark? Apa dia mengijinkanmu?"


''Tenang saja, dia tidak akan melarang apapun asalkan aku bahagia. Itu yang dia katakan padaku."


''Uh Leona, beruntungnya kamu memiliki Clark yang sangat menyayangimu. Aku ikut bahagia melihat kamu bahagia," ucapnya tulus.


Leona tersenyum sembari menggenggam tangan Merry, ''Ya, aku sangat bahagia!"


__ __ __ __


Di perusahaan.


Clark kembali disibukkan dengan pekerjaannya yang menumpuk karena seharian kemarin ia habiskan waktu dirumah baru bersama orang-orang yang dicintainya.


''Kakak!" Royan tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu.


''Apa kau tidak punya sopan santun?" Clark hanya meliriknya sekilas.


''Kakak, kenapa kamu tidak mengajakku kemarin?" protes Royan dengan menumpu kan kedua tangannya di meja kerja Clark.


''Apa?" pura-pura tidak tau tanpa mengalihkan perhatian dari berkas-berkas ditangannya.

__ADS_1


''Kakak sengaja kan memberiku banyak pekerjaan agar aku tidak bisa menemui Kakak ipar dan Shofia?" ujarnya yang kini bersidekap menatap tak suka pada sang kakak.


''Aku juga tau kemarin kau membawa mereka ke rumah baru dan tidak mengajakku!" protesnya lagi.


Clark meletakkan berkas ditangannya dan menatap dingin adik tirinya itu.


''Untuk apa aku memberitahumu? Kamu sudah punya orang yang mengawasi kami kan?"


Royan tertegun dengan menelan salivanya dengan berat.


"Kamu sudah terlalu banyak tau tentang aku, Roy! Kamu pikir aku tidak tau apa tujuanmu mendekati keluargaku?"


Royan tak berani menjawab.


''Sudah seberapa banyak yang kamu laporkan pada Ibuku?"


Royan mendadak gugup, ''Tidak ada, aku tidak mengatakan apaun pada Ibu!"


Brakk


Royan terperanjat kaget hingga mundur selangkah saat Clark menggebrak meja kerjanya.


"Lalu dari mana Ibu tau tentang Leona?" Clark mengeratkan rahangnya menahan emosi.


"I, iya Kak. Aku memang pernah mengatakan tentang keberadaannya pada Ibu. Tapi aku tidak mengatakan tentang pernikahan kalian dan rumah baru yang akan kalian tempati." Jawabnya jujur.


Clark mendengus sambil membuang muka.


"Kak, percayalah. Aku ada dipihakmu. Aku juga sudah berjanji pada Kakak ipar, akan membantu kalian menemukan siapa dalang perpisahan kalian."


Clark tidak melihat adanya kebohongan di mata adik tirinya.


"Baguslah, kalau begitu cepat kembali ke kota A, dan jangan memberikan informasi apapun kepada siapapun." Ucapnya tegas.


Royan mengangguk mengerti dan siap menerima semua titah yang dipercayakan padanya dari sang Kakak.


__ __ __ __


Royan sampai di Kota A pada siang hari menjelang sore.


Tubuhnya yang lelah ingin ia istirahatkan dirumah utama karena disana banyak pelayannya.


Florenza dan Martha menyambut kedatangannya dengan bahagia. Florenza mengira Clark masih dikota A, sehingga mereka bisa berkumpul bersama.


"Roy, nanti malam ajak Kakak mu makan malam disini ya. Ibu ada kejutan untuknya!" ujar Florenza antusias.


"Kakak? Tapi kan Kakak sudah dikota S, Bu. Dia baru berangkat kemarin, makanya aku disuruh kembali kesini."


"Apa? kenapa tidak berpamitan pada Ibunya dulu? Lama-lama Clark makin kurang ajar!" ujar Martha sambil mengusap punggung Florenza menguatkan.


"Mama, jangan mengompori Ibu begitu. Kakak sedang banyak pekerjaan, makanya dia tidak sempat bilang," bela Royan.


"Ah, kamu sama saja. Kamu juga lebih sering pergi tanpa pamit kan?" imbuh Marhta kesal.


"Ya tapi kan ..."


"Sudah, sudah. Jangan bertengkar. Kepalaku sakit, aku ingin beristirahat!" ujar Florenza beranjak pergi.


Wanita paruh baya itu terlihat sedih karena perubahan sikap anak kesayangannya.


Makan malam pun tiba, para pelayan sudah mempersiapkan berbagai menu spesial untuk malam ini.


Dan kejutan yang semula dipersiapkan untuk Clark pun akhirnya datang.

__ADS_1


"Tantee!!" seru seorang gadis dengan girang memeluk Florenza penuh kerinduan.


"Selamat datang sayang. Selamat ya atas keberhasilanmu!" ucap Florenza lalu mencium kening gadis cantik itu.


"Terima kasih Tante!" jawabnya kembali memeluk Florenza.


"Selamat ya Paula!" ucap Martha yang berdiri tepat disamping madunya.


"Makasih Tante," jawab gadis yang ternyata adik Selena itu datar.


Karena pada dasarnya, Paula tidak menyukai Martha karena Clark tidak menyukai wanita itu.


Didalam rumah utama yang megah itu, mata Paula menyapu seluruh ruangan mencari sesuatu yang sangat ingin ia lihat.


"Cari Clark ya?" goda Florenza dengan mencolek hidung mancungnya.


Paula tersipu malu, sebegitu kelihatnnya kah? Pikirnya.


"Iya Tante!" jawabnya malu.


"Maaf ya sayang, Clark baru saja pergi ke Kota S untuk bisnis." Sesal Florenza.


Dan wajah cantik didepannya itu berubah sendu.


"Tapi Royan ada, dia baru saja kembali," imbuh Florenza.


"Apa, Royan? Untuk apa aku bertemu makhluk paling menyebalkan itu? Aku selalu kesal setiap kali bertemu dengannya tante!" adunya pada Ibu Clark. "Dia itu playboy, ngeselin dan gak tau malu banget!"


Florenza tertawa melihat ketidaksukaan Paula pada Royan. Untung Martha sudah ke ruang makan duluan, jadi dia tidak dengar saat Paula mencibir putranya.


Bersamaan dengan itu, Royan menuruni tangga dan terkejut dengan kehadiran Paula dirumah utama.


"Kamu? Kapan kau kembali? Sudah lulus kah?" tanya Royan tersenyum mengejek


"Bukan urusanmu ya, aku kesini untuk bertemu Clark. Bukan kamu!" ujarnya percaya diri.


"Oh ya? Tapi sayang sekali Nona manja, yang kamu cari itu nggak ada, Dia ada diluar kota, wleek!" ejek Royan.


"Aku juga tau Clark ada dikota S kan? Besok aku akan memberinya kejutan dengan datang menyusulnya kesana, wleekk!" balas Paula tak mau kalah.


Apa? Menyusul Clark ke Kota S?


Waduh, bisa gawat ini!


"Nggak, nggak! Gak boleh!" larang Royan. "Memangnya mau ngapain nyusulin Clark? Nanti juga balik kok!" Royan beralasan.


"Bukan urusan kamu Roy, gak ngerepotin kamu juga kan?" ucap Paula dengan menyilangkan tangannya didepan dada.


Siapa bilang gak ngerepotin? Justru aku bakalan makin repot kalau kamu sampai kesana!


Saat makan malam, pikiran Royan berputar-putar mencari cara agar Paula tidak datang ke kota S.


Gadis ini sangat keras kepala dan juga selalu berusaha mendapatkan apa yang dia mau.


Bagaimana jadinya jika dia tau kalau sekarang Clark sudah berkeluarga?


Aduuuh, aku harus bagaimana ya? Batin Royan bertanya-tanya.


_______________________________


jangan pelit kasih Like nya dong..


kasih komentar biar aku kenal kalian..

__ADS_1


sedekah hadiahnya jg ditunggu ya, hehehe


__ADS_2