
Indira yang terlihat 'dekat' dengan Elmo menarik perhatian mahasiswi lainnya. Rupanya seorang kenalan Indira yang bernama Tika dari fakultas teknik sipil naksir Elmo dan mencoba memanfaatkan kedekatan mereka. Setelah basa basi, Tika mulai masuk ke inti pembicaraan.
"Dir lo jadian ya sama cowok yang sering pake topi ungu itu, siapa namanya...?" tanya Tika.
"Siapa, yang mana?. Ooo..., itu si Elmo, Kakak kelas Kita, Anak semester tiga...," jawab Indira.
Tiba-tiba Elmo menyentuh pundak Indira bermaksud pamit pulang, karena ada urusan katanya. Sedikit berbincang tanpa menoleh ke arah Tika, akhirnya Elmo pun melangkah keluar kelas meninggalkan Indira dan Tika.
" Gilaaaa, Gue dicuekin. Kok Gue ga disapa, dia ga tau ya siapa Gue...?" kata Tika heran. Karena selama ini Tika termasuk dalam jajaran cewek teknik tercantik, maka pasti semua cowok di Fakultas Teknik mengenalnya dan menyanjungnya.
Indira cuma menggedikkan bahunya.
" Ya udah Dir..., tolong sampein salam kenal Gue ya buat Elmo..., Gue cabut dulu, daahh...," kata Tika sambil berlalu.
" Ya in sya Allah Gue sampein Tik...," kata Indira lagi.
Setelah kepergian Tika, Indira mulai berpikir untuk sedikit agresif, kan sekarang jaman emansipasi, tapi rasa malu lebih mendominasi Indira.
\=\=\=\=\=\=
Indira yang sedang mengamati pengumuman didepan ruang senat didekati Elmo. Indira tak menyadari kehadiran Elmo disampingnya.
"Serius amat sih Dirr..., dari tadi Gue disini ga ditengok barang dikit yak...," kata Elmo menyela.
"Eh sorry El..., ga ngeh Gue, sumpah. Lo ngapain disini? Bukannya ditungguin si Giant noh di depan...," kata Indira asal.
" Ga ah males Gue, paling pinjem duit lagi tuh Anak, mending kalo gampang balikinnya, susah nagihnya kaya Gue yang utang ke dia. Mending Gue disini sama Lo...," sahut Elmo lagi sambil nyengir.
"Lahh bisa gitu ya..., eh ngomong-ngomong Lo dapet salam El dari Tika, salam kenal katanya...," ujar Indira sambil menatap ke arah lain.
__ADS_1
" Tika yang mana sih...? Lagian ngapain pake salam segala...," kata Elmo datar.
"Tika yang kemaren ngobrol sama Gue di kelas, yang tinggi, putih, cantik pake kaca mata, rambut nya lurus. Masa Lo ga tau sih, padahal dia terkenal lho di angkatan Gue, semua senior cowok kenal sama dia...," kata Indira sebal.
"Masa...?. Emang harus ya semua senior kenal sama dia, kok Gue ga ngerasa ada untungnya ya kenal sama dia...," kata Elmo sinis.
"Sombong amat sih Lo El..., terserah Lo deh, yang penting amanah orang udah Gue sampein ke Lo. Gue cabut dulu ya...," kata Indira sambil memonyongkan bibirnya.
"Kok Lo sewot sihh Dirrr..., Gue emang ga suka sama cewek model gitu...!" teriak Elmo.
" Ya ya..., ga usah teriak juga kali Elll..., urusan Lo itu mah. Mau suka sama siapa kek, ribet amat...!" jawab Indira sebal sambil melangkah masuk kelas.
Di dalam kelas, Indira merenungkan apa yang baru saja terjadi dengannya dan Elmo. Indira merasa tak nyaman saat tahu ada cewek lain yang terang-terangan naksir Elmo, bahkan minta bantuannya jadi mak comblang.
Indira merasa marah, tapi dipikir lagi Elmo kan bukan miliknya, jadi siapa saja berhak menyukainya. Setelah lelah berdebat dengan pikirannya sendiri tentang Elmo, Indira mulai membuka buku catatannya.
\=\=\=\=\=\=
Seperti hari itu, saat Elmo & Indira jalan beriringan, dikejauhan seorang pria memanggil nama Indira berulang kali. Pria yang penampilannya agak sedikit urakan itu terus memanggilnya.Indira menoleh mencari asal suara, memastikan bahwa dirinyalah yang disebut.
Pria itu melambaikan tangannya mengajak Indira untuk ikut gabung dengannya, tapi Indira menolak dengan balas melambaikan tangan memberi kode bahwa ia masih ada kelas.
" Siapa Dirr..., Lo kenal sama dia...?" tanya Elmo.
" Ya, Gue kenal. Itu senior di Fakultas Seni. Rumah sodaranya deket rumah Gue katanya" jawab Indira.
" Terus Lo percaya dia ngomong gitu...?. Ati-ati Dirr..., penampilannya aja ga meyakinkan gitu. Ntar kalo Lo diapa-apain gimana...?" tanya Elmo lagi, hatinya mulai terasa ga nyaman melihat keakraban Indira dengan cowok lain.
Mungkin Elmo juga tak menyadari perasaannya yang lebih dari 'sekedar teman' terhadap Indira.
__ADS_1
Indira terkesiap mendengarnya. Mencoba menata jantungnya yang melompat-lompat senang karena mendengar kalimat kekawatiran dari Elmo. Bolehkah Indira berharap jika Elmo sedang cemburu?.
Tapi lagi-lagi Indira menepisnya. Merasa bodoh dengan perasaannya yang bertepuk sebelah tangan. Indira menikmati saja kedekatannya dengan Elmo tanpa berharap lebih. Indira sadar diri dengan 'wujud' nya yang agak tomboy & cuek, mustahil rasanya mendapatkan cinta Elmo.
Untuk menghibur diri dari 'cinta bertepuk sebelah tangan' nya kepada Elmo, Indira mulai melebarkan pandangannya. Mencoba menemukan sosok lain yang bisa mengalihkannya dari Elmo.
Binggo!!
Indira menemukannya, secepat itu? ya tentu saja. Sosok yang tak asing buat Indira, meski tak kenal dekat, Indira mulai memberi perhatian lebih intens pada pria itu. Kalian mau tahu siapa dia?
Pria itu adalah pak Arman. Pak?, apakah Indira jatuh hati pada seorang pria paruh baya ,yang sudah beristri,tua, gendut dan beruban ?.
Ternyata pak Arman yang dimaksud adalah Asisten Dosen dari mata kuliah Arsitektur.
Semula Indira yang memang menyukai mata kuliah itu, mencoba lebih fokus jika pak Arman sedang mengajar. Ternyata pak Arman merespon perubahan Indira dengan baik. Sekedar info, pak Arman mengajar sejak Indira semester satu lho. Dengan jumlah mahasiswi yang hanya tiga orang di angkatannya, membuat mereka sangat mudah diingat.
Yang mengejutkan lagi, pak Arman mulai merespon sikap Indira dengan 'agak' berbeda. Dan hal itu tertangkap mata oleh teman- teman sekelas Indira yang terkenal julit. Jangan tanya apa saja yang mereka katakan untuk membuat Indira malu. Bahkan Adang yang jarang bicara ikut memberi komentar.
" Dirrr..., Lo masih single kan ya..., mau ga kalo Gue jodohin sama seseorang, cakep Dirr, mapan lagi. Orangnya juga sholeh, ga genit sama cewek. Cocoklah sama lo...," kata Khaerul membuka obrolan.
" Apaan sih Rul, ga usah lah..., thanks atas perhatian Lo, Gue masih bisa cari sendiri. Lagian Gue juga ga jelek-jelek amat kan...," jawab Indira seadanya.
"Bukan gitu Dirrr, emang Lo ga nyadar gitu kalo ada yang merhatiin Lo belakangan ini...?" tanya Khaerul lagi.
"Siapa ya Rul...?, kayanya ga ada, paling Orangtua Gue sama Sodara Gue...," jawab indira sambil nyengir.
" Nih Anak, diajak ngomong serius malah kaya gini...!" kata Khaerul sambil menjitak kepala Indira.
" Aduhh..., sakit tau. Galak banget sih Lo. Kalo mau nyomblangin orang tuh kudu sopan Rul, bisa bubar jalan kalo mak comblangnya model Lo...!" ucap Indira cemberut sambil mengelus kepalanya yang sebenarnya tak sakit sama sekali.
__ADS_1
Tawa kembali terdengar diantara perdebatan Indira dan Khaerul.Terlihat seru melihat mereka yang tak mau saling mengalah. Sedangkan yang lain tak ada niat melerai, malah tertawa makin heboh. Hingga Adang memotong perdebatan tak berujung itu dengan kalimat yang mengejutkan....
bersambung