Kami Harus Lari

Kami Harus Lari
eps 57 ( Ini Tentang Kita )


__ADS_3

Pesta pernikahan Indira dan Aris telah usai lima bulan yang lalu. Mereka mulai memasuki kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya. Mereka tinggal di rumah kotrakan dekat dengan Coffee Shop milik Aris dan Garang.


Sebelum hari H pernikahan, atas persetujuan Indira, Aris memutuskan untuk resign dari pabrik tempatnya bekerja, tempat pertama kali bertemu Indira. Dan Aris mulai fokus mengelola Coffee Shop miliknya, apalagi Indira juga membuat menu baru makanan ringan untuk teman kopi di Coffe Shop milik suaminya.


Pekerjaan Indira sebagai kasir di mini market pun ditinggalkannya.


Coffe Shop mulai ramai. Setiap harinya mereka memperoleh keuntungan yang besar hingga bisa mengembangkan usaha.


Berbekal pengaruh Aris dan Garang di tempat itu, membuat tempat mereka ramai sekaligus aman. Lahan parkir dan keamanan diolah oleh anak buah Aris dan Garang.


Sesekali mereka berkumpul dengan para sahabat di tempat itu. Bernostalgia dan mengenang semua kekonyolan mereka dulu.


Dewi melahirkan seorang bayi yang cantik, seperti ibunya, empat bulan yang lalu. Walaupun melalui operasi cesar. Setelah kelahiran putri kecilnya, sikap ibu Dewi pun perlahan berubah. Kebenciannya yang tak beralasan pada Dewi perlahan memudar. Mereka kini saling menyayangi layaknya ibu dan anak.


Maya baru saja melahirkan anak laki-laki yang sehat. Wajahnya mirip dengan Abeng, papanya. Indira dan Aris baru dua hari yang lalu menjenguknya. Mereka tampak bahagia, meskipun kemanjaan Maya pada Abeng mengalahkan kemanjaan anak mereka pada papanya.


Sofia akhirnya menikah, dijodohkan dengan saudara jauh papinya. Sofia benar-benar membuktikan niatnya untuk menuruti apapun keinginan sang Mami, termasuk menjodohkannya dengan orang yang tak dikenalnya. Sekarang Sofia ikut suaminya yang seorang PNS, dan bertugas di Maluku. Kabar terakhir yang didengar Indira, Sofia sedang hamil anak pertama.


Sementara Garang yang baru saja bercerai dengan istrinya, memilih tetap sendiri. Ia bercerai karena tak bisa memenuhi keinginan sang istri yang ingin punya keturunan. Karena konsumsi alkohol dan narkoba yang terlalu banyak di masa mudanya, membuat Garang tak bisa membuahi istrinya, itu kata dokter spesialis kandungan yang mereka datangi. Dan Garang mulai menghentikan kebiasaannya minum alkohol dan mengkonsumsi narkoba.


Sedangkan Aris dan Indira harus sedikit bersabar. Indira baru saja mengalami keguguran akibat terlalu lelah dan kandungannya yang lemah.


" Sabar ya Sayang..., Kita masih bisa usaha lagi nanti. Yang penting Kamu sehat dulu...," bujuk Aris sambil menciumi wajah Indira.


" Tapi Aku pengen kaya temen-temen Kita Bang, langsung hamil dan melahirkan...," rengek Indira.


Aris meraih tubuh Indira dan memeluknya erat. Menghapus air mata yang masih mengalir di pipi Indira dengan jarinya. Membelai kepala Indira hingga istrinya itu tertidur di pelukannya karena lelah menangis. Aris pun membaringkan Indira dengan hati-hati di tempat tidur mereka. Lalu perlahan meninggalkannya untuk sholat Ashar.


Setelah hari pernikahan, mereka memutuskan merubah panggilan Indira pada suaminya. Ada beberapa pilihan panggilan, mulai dari kakak, mas, uda, sayang, abang, Aa, akang.


Akhirnya mereka sepakat memanggil Aris dengan sebutan Abang. Selain usia Aris yang selisih dua tahun lebih tua dari Indira, itu juga sebagai bentuk penghormatan istri pada suaminya.


Kedua orangtua dan ketiga saudara laki-laki Indira juga rutin menyambangi Indira.


Amar juga sudah memberi kepastian pada Airin kekasihnya, kapan mereka akan menikah. Yang sudah pasti membuat Airin gembira bukan kepalang.


Perjalanan hidup Indira ternyata tak sesederhana penampilannya. Kisahnya begitu berliku. Ada tawa, tangis, sedih, bahagia, semuanya mengiringinya hingga sampai di titik Indira menemukan cinta sejatinya, Aris.

__ADS_1


Ya, bersama Aris Indira tak perlu membohongi perasaannya, tak perlu jaim, tak perlu membuat sesuatu seolah terlihat sempurna.


Bersama Aris, Indira hanya perlu jadi diri sendiri, dengan kesederhanaannya, keluguannya, kejutekannya, dan yang terpenting cintanya yang tulus pada Aris.


Aris memberi warna tersendiri dalam hidup Indira. Cinta tulus Aris sejak awal mampu menggoyahkan dinding pembatas yang dibangunnya. Bahkan dinding itu perlahan pun runtuh.


Indira berkali-kali 'lari' dalam hidupnya.


Indira pernah lari dari kenyataan yang membuatnya terpuruk, akibat krisis moneter melanda Indonesia saat itu. Indira terpaksa 'cuti kuliah' bahkan tak pernah lanjut lagi.


Pelariannya membawanya terdampar di sebuah tempat di bagian lain Jakarta, yang mempertemukan dengan para sahabat.


Indira juga masih lari menghindari kejaran Aris yang mendamba cintanya.


Setelah mendapatkan cinta Aris, Indira masih tetap lari mengejar cita-cita dan karirnya di kota C.


Saat karirnya baru saja dimulai, Indira harus berjuang sekuat tenaga untuk lari, supaya bisa terhindar dari kejaran makhlus halus yang menginginkan dirinya sebagai tumbal.


Pelariannya menemukan tempat berlabuh ternyaman saat ia memutuskan lari dari masa lalu dengan berhijrah seutuhnya ke jalan Allah. Memakai hijab sesuai perintah Allah dan mendalami agama.


Semoga kebahagiaan akan terus menemani langkah mereka berdua dalam mengarungi hidup. Cinta tulus yang mereka miliki adalah salah satu bekal utama disamping keyakinannya pada Sang Maha Pencipta, Allah Swt.


\=\=\=\=\=\=


Setelah lima tahun berlalu....


Indira sedang mengejar seorang anak laki-laki berusia tiga tahun yang suka sekali berlari, seperti ibunya.


Anak bernama Albani itu adalah anak pertama Indira dan Aris.


Setelah mengalami keguguran dua kali berturut-turut, dokter menyarankan Indira untuk istirahat dan tidak ngebut mengejar kehamilan. Indira harus istirahat sampai kondisi rahimnya benar-benar siap. Aris yang mengerti kondisi istrinya pun harus menahan hasratnya sesuai saran dokter selama beberapa waktu.


Setahun lebih menunggu dengan sabar, ikhtiar dan doa kepada Allah, Alhamdulillah Indira dinyatakan hamil. Lebih menggembirakan lagi, Indira dinyatakan hamil janin kembar.


Tapi bayi kembaran Albani tak bisa bertahan hidup karena ada komplikasi yang menyertai kelahirannya. Kembaran Albani lahir dengan kondisi lemah, berat badan yang lebih kecil dari Albani, dengan penyakit jantung bawaan dan kesulitan bernafas. Kembaran Albani yang diberi nama Albaqqi pun dipanggil oleh Allah keharibaan Nya.


Meskipun kehilangan buah hati yang ketiga, Indira dan Aris tetap semangat menyambut kehadiran si kecil.

__ADS_1


Aris dan Indira meyakini tuntunan agama mereka, jika tiga anak mereka yang mendahului mereka akan menunggu mereka di akhirat untuk membawa mereka masuk ke surganya Allah bersama-sama.


Kini Indira tengah hamil adik Albani, kehamilannya memasuki usia enam bulan. Kehamilan yang sehat, setelah USG kemarin sore diketahui jenis kelamin sang bayi adalah perempuan.


" Hati-hati Nak..., Bunda capek banget nih ngejar kamu dari tadi...," kata Indira dengan nafas terengah-engah.


" Bunda capek ?, bial kakak aja yang buka pintunya ya, ntal kalo Bunda capek dimalahin Ayah lho...," kata Albani dengan suara cadelnya.


" Assalamualaikum..., Bunda..., Kakak Al..., daritadi ayah ga dibukain pintu sihh...," kata Aris pura-pura ngambek.


" Wa alaikumsalam..., eh Ayah udah masuk tuh Kak..., kelamaan sih buka pintunya...," kata Indira sambil mencium punggung tangan Aris.


Albani berlari memeluk ayahnya. Lalu mulai berceloteh riang di gendongan Aris. Suasana yang seperti ini yang selalu dirindukan Aris sepulang kerja. Rasa lelahnya langsung menguap entah kemana melihat senyum manis istri tercinta dan mendengar celotehan si kecil.


" Gimana kabar si Adik Bun...?" tanya Aris sambil mengecup kening Indira dan mengelus perutnya dengan sayang.


" Alhamdulillah ..., Adik baik-baik aja Yah...," kata Indira sambil bergelayut manja di lengan Aris.


" Tenang Ayah, Kakak jagain Bunda supaya ga lali-lali telus. Nanti kalo Bunda capek, kasian kan...," kata Albani dengan mimik lucu.


Mendengar ucapan Albani keduanya pun tertawa bahagia.


Hidup memang seperti air di laut yang kadang pasang kadang surut. Seperti hidup manusia yang juga sarat dengan pasang surut.


\=\= T A M A T \=\=


Assalamualaikum...


Makasih buat semua pembaca yang udah mampir baca & suport karya aq ini...


Jangan lupa like, bintang dan votenya yaaa...


Mampir juga ke karya aq lainnya yuk..., yang berjudul : 'CEPAT NYA' ( sudah tamat ), 'GENK ABJAD', ' GUNA-GUNA ', ' MAAF BUNGAKU', ' GANTUNG JODOH '.


Nama pena : ummiqu


Selamat membaca & semoga suka yaa...

__ADS_1


__ADS_2