
Bagi Arron pemandangan yang dia liat di depannya sungguh membuatnya sakit, rasanya tak percaya kalau kekasih yang dia cintai justru menikah dengan saudara kembarnya..
Bagaimana mungkin terjadi, Arron tak bisa menerima apa yang di hadapannya..
''Tidak mungkin..''
''Apa maksudmu tidak mungkin Arron..mengapa kau seakan melihat hantu pada foto Aksa dan istrinya..''
''Bagaimana mungkin Aksa menikahi kekasihku..'' teriaknya dengan murka.
Wajah sang ibu memucat..
''Apa maksudmu..Arron...''
Arron tak dapat menahan kemarahannya dia tak ingin menjelaskan apapun juga karna dia terlalu marah, pria itu lantas keluar begiu saja meninggalkan rumah kediaman orang tuanya, sementara kedua orang tuanya hanya terdiam membeku, mereka bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan kedua anak kembar mereka..
''Apa yang terjadi pada putra kita ayah..''rintih sang ibu dengan wajah pucat..
''Sepertinya mereka mencintai wanita yang sama...dan entah apa yang akan terjadi...''
Keduanya hanya saling menatap dengan bingung...mereka tak tau cara menghadapi putra mereka sendiri..
******************
Situasi yang beku sekaligus mengherankan bagi Amanda juga Nayla dan Nathan..padahal semalam baik-baik saja namun pagi ini Aksa tidak terlihat di Hotel dan Nathan bilang mereka akan kembali ke kota hari ini juga tanpa mendatangi proyek..tentu hal ini cukup membuat Amanda terkejut..
''Nathan katakan ada apa....dimana Aksa..''
Nathan menoleh...dan membeku di tempatnya, menatap Nayla dan Amanda bergantian...
''Kita akan pulang ke kota sedangkan Aksa, dia akan meneruskan untuk mengerjakan proyek disini..''
Amanda mengerutkan kening, bukankah hal ini sangat aneh...
''Lalu mengapa Aksa menghilang dimana dia..''
''Mengapa kau perduli Amanda....kau membuatku curiga...''
''Aku.......''
Kata-kata Amanda menguap begitu saja, dia menjadi gugup sendiri..
''Aku hanya bertanya, apakah kalian berdua bertengkar...mengapa Aksa menghilang lalu rencana kita berubah..bukankah kau begitu bangga dengan proyek ini..''
Nathan mendekati Amanda dan menatapnya..
''Yah...seharusnya aku tidak melibatkanmu dalam proyek ini sejak awal...ini kesalahanku Amanda..''
''Apa maksudmu..''
__ADS_1
''Kau harus fokus dengan kuliahmu dan sekarang kita pulang...begitu juga dengan mu Nayla..''
Nathan melangkah melewati Amanda yang masih terdiam di tempatnya, dia menjadi gusar....apa yang sebenarnya terjadi, mengapa keadaan berubah mengerikan dalam semalam..tatapan Nathan seolah menyimpan kemarahan di dalamnya dan Amanda tidak sanggup bahkan untuk menatap matanya..
Lalu dimana Aksa...mengapa dia menghilang dengan cepat...Amanda mulai cemas sekarang..
''Amanda kita harus pergi sekarang..''
Amanda mengangguk lalu melangkah bersama Nayla ke luar dari Hotel...dia melangkah dengan hati yang di penuhi tanya, dimanakah Aksa...dimana pria itu sekarang..hoh..mengapa Amanda memikirkannya...??
Mereka akhirnya turun di loby dan langkah Amanda terhenti melihat Aksa baru masuk ke dalam Hotel dan berlari ke arahnya, senyum Amanda mengembang lega..dia tanpa sadar melangkah melewati Nayla mendekati Aksa..
''Amanda...''
''Apa yang terjadi...''tanya Amanda khawatir..
Aksa berdehem..
''Kau pulang dulu....disini cuacanya mudah berubah...dan aku tak ingin kau sampai sakit..''
Amanda mengangguk...
''Apa semua baik-baik saja antara kau dan Nathan...mengapa Nathan tampak marah..''
''Tak ada yang terjadi Amanda, aku akan menghubungimu nanti..apakah masih boleh..''
Amanda akhirnya mengangguk dengan senyuman..
''Kau harus hati-hati disini...''ucap Amanda memperingatkan..
''Baiklah istriku..''bisik Aksa pelan dan perkataan itu membuat Amanda membeku..
''Semua orang akan mendengar kita..''
Aksa hanya tersenyum...
Disaat yang sama...Nathan mendekati mereka dan berdehem..
''Amanda ayolah...pesawat akan segera berangkat cuaca dapat berubah-ubah dengan cepat jadi jangan menunda waktu..''
Amanda pun mengangguk..
''Baiklah aku mengerti, Aksa...berhati-hatilah....''
''Yah...aku akan mengingat perkataanmu Amanda..''bisik Aksa mencoba sabar..
Nathan menatap Aksa dengan pandangan penuh arti..
''Aksa...jaga dirimu dan sampai jumpa..''ucap Nathan pamit...Nayla juga melakukannya, dia lalu melangkah bersama Nathan dan Nayla meninggalkan Hotel..sementara Aksa hanya diam di tempatnya menatap Amanda yang sesekali masih menoleh kepadanya, meski kemudian menghilang di balik tembok kokoh Hotel itu..
__ADS_1
Sementara Aksa tampak tak mampu menunjukan rasa sedihnya...ia telah menyelidiki keluarga besar Marco Antonio...dan akhirnya dia sadar sesuatu kalau Marco sebenarnya telah menerima Arron sebagai kekasih Amanda...dan meminta Arron untuk sabar menunggu Amanda lulus kuliah baru menikahinya, bukan itu saja Matteo kakak Amanda juga bersahabat baik dengan Arron...dan ketika dia yang menjadi suami Amanda akan menggemparkan keluarga besar itu..tapi Aksa tak akan menyerah...
Dia akan menemui tuan Marco Antonio dan mengakui segalanya...meski ada resiko besar yang menunggunya..
Aksa baru saja akan keluar dari Hotel namun, ia segera mendapat telp dari sang ibu..
Ada apa........??
**********
Setelah berada di udara selama 30 menit, Amanda akhirnya sampai ke kota tempat tinggal mereka, sepanjang perjalanan dia memilih diam...dia memikirkan Aksa..yah...tadi sebelum pesawat terbang ada pengumuman kalau ada badai besar yang akan melanda tempat itu, Amanda akhirnya tak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya..kalau terjadi sesuatu dengan Aksa...dia bahkan tak mampu berpikir apapun saat ini..
''Amanda....aku akan mengantar Nayla lebih dahulu bagaimana denganmu..apakah kau mau aku mengantarmu ke apartemen.''
Amanda menggeleng...
''Aku harus ke kampus lebih dahulu setelah itu aku akan pulang ke apartemen...kau anta Nayla saja aku akan baik-baik.''
''Tidak...ayo aku akan mengantarmu ke kampus lalu baru mengantar Nayla..''
Amanda akhirnya menyerah, lalu masuk ke dalam mobil..di jalan mereka hanya diam saja,...masing-masing dengan pikirannya..
''Apakah badai itu besar salju itu sangat besar disana,...''tanya Nayla basa-basi.
Nathan mengangguk...
''Aksa akan aman jika dia berada di Hotel jadi jangan khawatir...dia akan baik-baik saja..''
''Aku harap begitu, kasian tuan Aksa..''
Amanda memalingkan wajahnya keluar dari jendela dan Nathan menatapnya dengan dalam, bagaimanapun perpisahan yang terbaik bagi keduanya...demi kebaikan bersama karna bagaimanapun, mereka tak bisa terus bersama seperti suami istri.
''Aksa telah menguasai medan disana jadi jangan khawatir..''
''Yah...''
Mobil akhirnya sampai di kampus, dan Amanda turun, dia lalu melambaikan tangannya pada Nathan dan Nayla lalu melangkah ke dalam gedung kampus, dia harus mengambil beberapa tugas dari sang dosennya yang tadi mengirim pesan..
Setelah mengambil tugas,...Amanda keluar dari kampus dan mendekati jalan untuk memanggil taxi, hari ini dia ingin cepat sampai dirumah..yah..dia tidak sabar lagi...
Taxi akhirnya membawanya sampai di depan gedung apartemennya, Amanda lalu turun disana dan melangkah memasuki area apartemen namun langkahnya terhenti ketika seseorang menarik tangannya...
Amanda menjerit namun terlambat, pria itu menekan tubuhnya di tembok kokoh di belakangnya..
''Amanda.....''
Gadis itu terkejut setengah mati...
''Kau.....''
__ADS_1