Kau Harus Menjadi Milikku

Kau Harus Menjadi Milikku
Tak Menyangka


__ADS_3

Amanda seakan terpaku di tempat, dia sama sekali tidak menyangka akan melihat sosok pria yang pernah mengisi hidupnya, untuk beberapa saat Amanda hanya terpaku tanpa suara, matanya berkaca-kaca lidahnya terkunci menyadari di hadapannya adalah benar-benar Aksa, apakah dia sedang bermimpi atau yang paling menyeramkan adalah dia melihat hantu tapi mana mungkin Aksa bisa muncul disini dengan sangat nyata.


''Aksa.'' suara itu bergetar menyakitkan dari bibir Amanda.


Aksa berdiri di depannya dengan tatapan yang teramat mengerikan, ia sungguh tidak menyangka kalau Amanda justru telah menikah lagi dan meninggalkan statusnya sebagai istrinya.


Jemari Aksa terkepal dengan kuat ia mendekati Amanda, sementara wanita itu bergerak mundur menjauh, sebelaum bertemu Aksa sangat membenci Amanda yang dia anggap penghianat namun entah mengapa setelah bertemu perasaan itu sirna di ganti perasaan rindu luar biasa yang begitu besar, setelah hampir 3 bulan mereka tak bertemu Amanda semakin cantik, dan yang terutama adalah Amanda adalah miliknya sejak awal.


''Aaww....''


Amanda merintih ketika tubuhnya membentur pinggiran meja di belakangnya tatapannya berubah menjadi putus asa, dia terlihat gugup dan begitu ketakutan.


Harumnya tubuh Aksa masih sama dan terekam jelas di dalam ingatan Amanda hingga wanita muda itu memejamkan matanya ketika Aksa mendekatkan wajahnya.


''Amanda....istriku.''bisiknya dengan suara yang tegas.


Disaat itulah Amanda membuka matanya dan langsung bertemu dengan tatapan sedingin es milik Aksa, seketika itu juga dia sadar kalau ini tidak benar, bagaimana pun ia baru saja bertemu dengan Aksa dan situasi mereka berbeda sekarang, bagaimana bisa pria yang telah di tangisinya seakan bangkit dari kematian dan berdiri di hadapannya.


''Aksa.'' suara Amanda kembali terdengar merdu di telinga Aksa, mereka masih saling memenjara dalam tatapan mata.


''Yah....ini aku Amanda, aku Aksa suamimu aku telah kembali dan aku merindukanmu.''


Aksa merengkuh tubuh Amanda menariknya mendekat hingga terlalu dekat hingga mereka nyaris berciuman, Amanda merasa sesak nafas, hanya dengan kedekatan mereka dan ketika Aksa ingin menciumnya, Amanda mendorong tubuh Aksa menjauh darinya.


Wanita muda itu melangkah menjauh, memijit pelipisnya yang berdenyut, ini tidak mungkin, yah bagaimana mungkin Aksa masih hidup kalau benar, mengapa dia melakukannya, menyembunyikan kematiannya dan menimbulkan rasa sakit di dalam diri Amanda sekian lama, tak taukah Aksa betapa hancurnya perasaan yang dia rasakan 3 bulan lalu karna kehilangan Aksa.

__ADS_1


Airmata terbit dari sudut mata Amanda, ketika Aksa menyentuh bahunya dari belakang,


''Lepaskan aku ini tidak benar, aku harus pergi sekarang.''


Amanda melangkah ke arah pintu tanpa ingin melihat Aksa lagi, yah bagaimana pun ini hal tergila yang pernah dia alami bagaimana mungkin mantan suaminya masih hidup, tidak.


Amanda hampir sampai ke arah pintu ketika Aksa melangkah mendekatinya dengan cepat menggapai tubuh Amanda dan menekannya di belakang pintu,sinar mata Aksa membara,


''Apa maksudmu kau ingin pergi, bukankah tempatmu masih di sisihku bersamaku, kau adalah istriku Amanda..kau istriku.''teriak Aksa murka.


''Kau suamiku, apakah kau sedang bercanda suamiku Aksa telah meninggal 3 bulan lalu, dia telah meninggalkan aku dengan kesakitan yang teramat besar.''


''Kesakitan, jika kau tersakiti karna kepergiaanku kau tak akan menikah dalam hitungan bulan Amanda.''


Hening...


Aksa membeku ketika melihat airmata Amanda mengalir deras,


''Mengapa kau melakukan ini apa alasanmu Aksa, aku jelas melihatmu tertembak oleh Arron, aku melihatnya lalu dirumah sakit kau masih memelukku sebelum alat mengerikan itu berbunyi lama,...apapun alasannya kau egois karna mengabaikan aku istrimu, seharusnya kau tau kalau aku sangat terluka, aku menangis berhari-hari dan hampir gila karna memikirkanmu, kau tidak memikirkan itu semua Aksa.'' jerit Amanda menatap Aksa dengan tajam.


Pria itu juga meneteskan airmatanya,hal terbodoh yang dia lakukan adalah dia tidak memberitahu rencananya kepada Amanda, saat itu dia tau kedatangan Arron dan harus memalsukan kematiannya dengan rencana kalau setelah Arron di penjara dia akan membawa Amanda pergi dan hidup bebas bersamanya, saat itu Aksa juga menghindari beberapa musuh yang mengincarnya.


Jadi ketika hari penembakan dia memakai rompi anti peluru dan melapisinya dengan darah palsu demi membuat rencananya berhasil. juga tentang dokter dan segalanya di rumah sakit, Aksa telah merekayasanya namun dia tak menyangka kalau pada akhirnya Amanda akan meninggalkan kota ini lagi dan menikah sebelum dia mengatakan semuanya, pernikahan Amanda terlalu cepat.


''Amanda kalau itu maksudmu aku minta maaf, kesalahan terbesarku adalah aku tidak memberitahumu tentang rencanaku'' Aksa tampak menyesal pria itu juga meneteskan airmatanya ketika dia menemukan Amanda kembali, Aksa tidak perduli apapun karna pada dasarnya Amanda adalah istrinya yang sah.

__ADS_1


Amanda terkejut ketika Aksa menariknya ke dalam pelukan posesifnya,


Amanda memejamkan matanya ketika ia kembali lemah dan tenggelam ke dalam pelukan Aksa yang masih dia rindukan, sebagian hatinya bersyukur Aksa masih hidup dan baik-baik saja namun sebelah hatinya justru semakin terluka ketika sadar, mereka sudah terlepas dari ikatan.


Jemari Aksa bergerak mengelus punggung Amanda dan mengecup puncak kepalanya,


''Aku minta maaf Amanda, seharusnya aku memberitahumu tentang semua rencanaku, aku harus memastikan Arron di tangkap karna kami tak akan pernah bisa merelakan dirimu...aku merencanakan ini semua dengan matang tapi aku lupa bahwa istriku adalah hal terpenting yang harus aku jaga.''


''Aksa...melihatmu baik-baik saja itu cukup bagiku, setidaknya di dunia ini kita masih menghirup udara yang sama...aku merindukanmu Aksa dan terimakasih kau masih hidup dan itu cukup bagiku.''isak Amanda tenggelam dalam rasa sakitnya.


Sekarang bagaimana, dia telah menikah dengan Zayden dan sudah menjadi istrinya meski pernikahan mereka juga baru, tapi dia yakin Zayden tidak akan melepaskannya. Zayden butuh pernikahan ini untuk menyelamatkan nama baiknya hal yang sama juga di lakukan Amanda, kini nama baiknya terjaga di mata keluarganya dan terbukti Zayden benar-benar melindunginya dari berbagai rumor yang beredar, pernah ada berita yang sampai pada orang tuanya kalau dia sudah pernah menikah namun dengan tegas, Zayden langsung membelanya dengan mengatakan dia menikahi Amanda dalam keadaan seorang perawan atau masih suci, tindakan itu membuat Amanda cukup kagum karna jelas Zayden tidak mendapatkannya dalam keadaan suci, tapi pria itu melindunginya.


Sekarang Amanda tidak tau harus bagaimana, pria dari masa lalunya kembali setelah dia menjadi milik orang lain, dia harus bagaimana.


''Amanda, dimataku kau masih istriku dan pernikahanmu yang sekarang bisa di batalkan jika kau setuju denganku sayang.''


Aksa menjauhkan tubuh Amanda namun masih menahan bahunya dengan tangannya, Aksa mendekatkan bibirnya.


''Aku tau kau mencintaiku Amanda, kita bisa bersama selamanya jadi..tinggalkan suamimu sekarang dan kembalilah kepadaku.''ucap Aksa dengan ketegasan di wajahnya.


''Apa.'' desah Amanda terkejut.


Aksa mendekatkan bibirnya hendak mencium Amanda.


__ADS_1


__ADS_2