Kau Harus Menjadi Milikku

Kau Harus Menjadi Milikku
Masih Keras Hati


__ADS_3

Syakira mematung di pertengahan pintu sambil memandang Zayden yang tampak siap dengan pernyataannya..


''Jangan bercanda Zayden..''


''Aku tidak bercanda kak....aku pikir Amanda adalah kekasih Nathan...karna selama ini kami tidak pernah bertemu...''


''Tunggu...tidak mungkin...kau sedang bercanda...kakak..''


Zayden mendekati Syakira yang tampak syok lalu menyentuh lengan Syakira...hingga keduanya saling menatap tajam..


''Di saat itulah aku juga sadar kalau aku menyukainya..''


Syakira memijit pelipisnya...dia menatap mata Zayden sekali lagi....


''Kau tidak membohongiku..''


''Itu bahkan tak pernah aku pikirkan kak..kau sudah seperti Mommy Sherin bagiku..''


Akhirnya Syakira menyerah...sedikit kecewa tapi tidak mengapa...setidaknya Amanda tidak jatuh ke pelukan orang lain...karna dia sungguh sayang pada Amanda,...jadi jika Amanda tidak menjadi menantunya tak apa...asal Amanda tetap menjadi bagian keluarga mereka..


''Zayden kau dan Nathan membuatku gila dalam sekejap..baiklah..kau meniduri calon menantu kesayanganku...jadi sekarang apa yang kau lakukan...''


Hening........


''Apa kakak tidak marah...''


''Sedikit tapi...aku lega Amanda tetap menjadi keluarga kita...tapi jangan membujuk ku tentang Nayla karna aku tidak akan menerimanya..''


Zayden hanya mengangkat bahu menyerah...


''Kakak....apakah kau yakin dengan keputusanmu tentang Nayla...dia gadis yang baik..''


''Tidak....Nathan harus putus dengannya apapun yang terjadi...aku tidak perduli..''


''Kakak terlalu kejam..''


''Zayden..percayalah aku hanya ingin melindungi keluarga kecilku.''


Syakira melangkah ke balkon dan langkahnya terhenti ketika melihat sosok Nayra di bawah sana sedang bicara dengan Amanda..di halaman belakang, karna memang rumah mereka berdekatan jadi dari kamar Syakira bisa langsung melihat ke taman belakang..


''Apakah gadis itu tinggal dirumah Amanda..''


''Yah..untuk sementara karna kakak tidak menerimanya dirumah ini kan..''


Syakira menganggukan kepalanya..ia tersenyum sinis...


''Tak ada yang bisa membujukku kali ini Zayden..tidak kau dan Nathan juga keluarga Marco Antonio..''

__ADS_1


Zayden menghela nafas..tak ada yang bisa membujuk kak Syakira kecuali dia berubah sendiri...pria itu hanya berharap,...hati Syakira bisa luluh..


''Baiklah....tapi kakak hanya belum mengenalnya saja...percayalah..Nayla gadis yang baik..''


Syakira tidak menjawab perkataan Zayden dan hanya memandang para gadis di bawah sana yang sedang berbicara serius..ia menyipitkan matanya dengan tajam..


**************


Sudah beberapa hari ini Nayla berada di rumah milik keluarga Amanda namun entah mengapa dia merasa begitu asing, memang keluarga Amanda memperlakukannya dengan baik..namun tetap saja..ada yang mengganjal ketika Mommy Nathan masih tak bisa menerimanya bahkan di berbagai kesempatan wanita itu terlihat memandangnya dengan tajam..bahkan membuang muka beberapa kali...Nathan sudah berusaha untuk mencairkan suasana tapi hanya mendapat tatapan tajam dari sang Mommy sendiri...entahlah...Nayla hanya merasa lelah dengan semua ini dia juga tak ingin membuat Nathan membenci dan di benci ibu kandungnya sendiri hanya karna dirinya...


Nayla bukanlah siapa-siapa...orang tuanya entah dimana dan dia benar-benar sebatang kara sekarang..


jadi dia mulai memikirkan jalan kalau dia akan menyerah...


Nayla keluar dari kamarnya, dan menuju taman belakang...namun langkahnya terhenti ketika melihat Mommy Syakira sedang berbicara dengan Mommy Serena...dan tak berapa lama kemudian tampak Nathan mendekati mereka dan mencoba berbicara dengan Mommynya...


Sementara Nayla memilih menguping pembicaraan mereka bertiga..


****


''Aku tak ingin datang kemari jika gadis itu masih ada disini..''ucap Syakira tetap tidak mau membuka hati..


''Dia gadis yang baik Syakira..lagi pula Nathan mencintainya..tidakkah kau mau melihat anak-anak bahagia..'' bujuk Serena..


Di depannya ada Nathan yang duduk dan menatapnya sejak kepulangannya hubungan mereka semakin memburuk...Mommy bahkan meninggalkan meja makan ketika Nathan turun untuk makan malam bersama..begitu pun kalau Nathan mencoba bicara ketika Mommy di kamar sampai beberapa jam kemudian Mommy juga tidak luluh..hal itu cukup membuat Nathan terpukul.


''Tapi Nayla berbeda Syakira...kau hanya perlu membuka hatimu...dia gadis yang baik..''


''Itu hanya tampilan luarnya saja...aku tidak bisa percaya dengan orang baru dalam waktu singkat...aku tak bisa...''


Serena mengaduk tehnya dan kemudian menyeruputnya,...dia memandang Nathan yang menatap sang Mommy dengan tatapan sedih luar biasa..


''Putramu mencintainya...setidaknya beri dia kesempatan untuk melihat siapa dirinya Syakira...''


Syakira menatap Nathan dengan tatapan beku..dia memajukan tubuhnya dan memandang Nathan dengan lekat..


''Mommy sudah membesarkanmu susah payah..tapi aku tak pernah membayangkan kau mampu menyakiti Mommy seperti ini..''


''Mengapa Mommy tak bisa menerimanya...apakah karna Nayla bukan keluarga kaya..apakah karna dia hanya anak panti asuhan..Mommy..bukankah hal ini sungguh keterlaluan...tak ada kasta dalam cinta..aku ingin memberitahumu kalau aku tak akan mundur..'' balas Nathan sedikit kasar..


Hal itu malah semakin memantik api kemarahan di dalam diri Syakira..wanita itu bangkit berdiri dan menatap Nathan dengan tajam..


''Lihatlah sikap pembangkangmu setelah mengenalnya..kau jadi buruk dan melawan orang tuamu sendiri...biar aku beritahu sesuatu...jika kau tidak terima maka pergilah sejauh mungkin..bawa pergi wanita itu dariku karna aku..tidak akan pernah menerimanya..apa kau mengerti..lebih baik aku menemani anak perempuanku dari pada denganmu..''ucap Syakira dengan tajam..


Wanita itu menghela nafas...memandang Serena dengan mata berkaca-kaca..


''Serena maaf...aku harus berteriak di rumahmu tapi...aku janji ini yang terakhir..''

__ADS_1


Syakira melangkah meninggalkan taman belakang dengan Nathan yang menyesal mengucapkan kata kejam pada Mommy nya..


Pria itu bangkit berdiri dan mengejar Syakira yang pergi kerumahnya....


Sementara Serena memejamkan matanya...bagaimana sekarang, Syakira terlanjur tersinggung dengan perkataan anaknya lalu bagaimana dengan Nayla...kasihan gadis itu..Serena menjadi ikut pusing..


Dan ketika dia memandang rerumputan, Serena terkejut melihat sepasang kaki yang mendekat..Serena mengangkat wajahnya dan terkejut..


''Nayla...''


Nayla mencoba tersenyum meski airmatanya menetes diwajahnya..


''Mommy Serena..''


''Duduklah sayang...''


Serena bersikap lembut sekali hingga Nayla menjadi nyaman..ia pun duduk..


''Katakan mengapa kau menangis...apa yang terjadi...''


Hening....


Airmata Nayla berubah menjadi isakan sedih...wajahnya tertunduk dia begitu terluka...


''Aku mendengar semuanya...''


''Apa....kau mendengar pembicaraan kami..''


Nayla menganggukan kepalanya dengan lemah..


''Aku rasa aku tau apa yang harus aku lakukan sekarang Mommy Serena..''


Nayla berusaha kuat menahan airmatanya...walau dia sedih sekali..


Serena pun ikut sedih...


''Jangan simpan perkataan Mommy Syakira di dalam hatimu dia hanya belum mengenalmu saja...''


''Tapi mengapa aku merasa aku sebaiknya menyerah Mommy Syakira...atau aku akan menjadi wanita yang kejam karna memisahkan anak lelaki dari cinta pertamanya yaitu Mommy nya..''


Serena mengerutkan keningnya..


''Nayla apa maksudmu...''


Nayla tersenyum dalam tangis,....


__ADS_1


__ADS_2