
Amanda tidak menyangka ketika mendengar alat penunjang kehidupan itu berbunyi nyaring dan satu dalam satu nada. tubuhnya lemas seketika menyadari tangan Aksa yang tadi memeluknya jatuh kehilangan kekuatannya...
Amanda membeku...ia sama sekali tak bisa bergerak sedikitpun tidak melepaskan pegangan tangan Aksa dan hanya berdiri dengan tatapan kosong, sampai bunyi suara pintu yang terbuka paksa dan beberapa dokter masuk berhamburan...
Bulan hanya dokter tapi disana ada Nathan juga Arron dan orang tuanya yang tampak syok....
''Aksa.........'' suara melengking sang ibu memenuhi ruangan di ikuti tubuh paruh baya itu rubuh membentur tanah...
Arron meneteskan airmata nya ia sama sekali tak menyangka kalau ia sudah membunuh Aksa...
''Dokter....selamatkan kakak ku...dokter...''
Suara Arron mulai meraung di samping ranjang sementara dokter mulai melepaskan alat-alat di tubuhnya...Arron teramat menyesal...sungguh menyesal menembak saudaranya sendiri...hanya karna seorang wanita..
''Maaf tidak tuan Arron tapi peluru itu mengenai jantung pasien dan memang dia tak akan bisa bertahan..sebagai dokter kami juga heran mengapa dia tiba-tiba terbangun dan tampak baik-baik saja padahal dia sekarat..tapi sekarang kami sadar kalau yang di inginkan pasien adalah mengucapkan kata-kata perpisahan pada istrinya...tuan Aksa di nyatakan meninggal pada pukul 11.00...'' ucap sang dokter dengan berat hati.
''Tidak........''teriak Arron dengan histeris..
Arron menangis meraung-raung memeluk tubuh Aksa yang kaku sedangkan Amanda hanya memejamkan matanya ketika rasa sakit itu menyiksanya....
Aksa.......jangan tinggalkan aku..bagaimana bisa kau membuatku menjadi janda....Aksa....batin Amanda menjerit penuh rasa sakit...air matanya mengalir tanpa suara sementara Nathan di sampingnya dan siap memeluknya erat...
__ADS_1
''Amanda........kau harus sabar...''
Amanda tidak menjawab satu katapun dan masih terus menangis dalam diam hingga Nathan menariknya dalam pelukan....dan tangisan Amanda pun pecah di pelukan Nathan....
''Mengapa seperti ini Nathan....mengapa...''bisik Amanda dengan lemah...
Sebelum tubuhnya jatuh di dalam pelukan Nathan gadis itu jatuh pingsan...
Nathan menyipitkan matanya dengan tajam melihat Arron yang sedang menangis keras.....
''Kau liat ini Arron...semua kesedihan ini karna kau....pria pengecut....jika kau mencintai Amanda seharusnya kau berjuang untuknya kini kau bukan saja kehilangan Amanda tapi juga kehilangan satu-satunya saudara kembarmu.....bagaimana perasaanmu.'' desis Nathan penyakit emosi..
Nathan membawa tubuh Amanda keluar.....menuju ruang perawatan meninggalkan Arron yang menangis sendirian di depan tubuh Aksa yang kaku.. penyesalan selalu datang terlambat dan membuat luka besar di hati Arron...dia telah menghancurkan hatinya dan kedua orang tuanya...
Amanda membuka mata dan langsung di hadapkan dengan bau rumah sakit...gadis itu terbangun dan membeku melihat Nathan mendekatinya...
''Amanda......''
''Aksa......''
''Hari ini adalah pemakaman nya...aku pikir kau...''
__ADS_1
''Antarkan aku kesana Nathan..''
''Tapi Amanda kau masih....''
''Aku mohon....'' suara Amanda bergetar sedih.
Nathan akhirnya mengalah di bantu Nayla...dia membawa Amanda pergi menuju pemakaman....
Dari jauh tampak orang tua Aksa sedang menangis di makam sang putra yang masih basah...ketika dia melihat sosok Amanda yang mendekat maka emosinya memuncak....
Wanita paruh baya itu mendekati Amanda dengan wajah marah...
Plak!!!!!!
Sebuah tamparan keras membuat Amanda terkejut juga Nathan dan Nayla....
bahkan semua yang hadir tampak terkejut.....
''Ibu......'' usak Amanda syok..
''Aku bukan ibumu..kau wanita pembawa sial...aku kehilanga. kedua putraku yang mencintaimu..mereka mengalami musibah karna kau....''
__ADS_1
''Apa....'' jerit Amanda histeris.