
Amanda menggeleng dengan cepat ketika tawaran itu datang kepadanya meski dia belum tau apa itu...tapi dia tak ingin ada hubungan apapun dengan Zayden..selain pria ini telah bercinta dengannya dengan paksa, Zayden adalah paman Nathan..dan lagi pula..usia mereka cukup jauh...dalam mimpi pun Amanda tak ingin ada hubungan dengan pria ini..
''Tidak...lupakan saja aku tak ingin berhubungan apapun denganmu tuan Zayden..jadi sebaiknya jangan menawarkan apapun.''ucap Amanda dengan tegas..
Zayden tak ingin menyerah...bagaimanapun dia juga sudah berada di atas rasa malunya, semua keluarganya bahkan tau kalau dia adalah pria kejam yang pemilih dan mustahil ada wanita yang bisa dekat dengannya buktinya Caroline sudah menghianatinya 3 hari sebelum pernikahan...Zayden butuh seseorang untuk membungkam pertanyaa semua orang bahwa dirinya kalah dengan dua adik kembarnya yang sudah lebih dahulu menikah..
jadi dia tak akan melepaskan Amanda sekarang.
''Kau tidak bisa menolakku..Amanda..''
Amanda tertawa dingin...
''Apa kau sedang bercanda...aku tak ingin ada hubungan apapun..''
''Kita akan menikah atau aku akan mengatakan segalanya...''
''Apa...''
Amanda merasa dejavu..perkataan ini pernah di katakan oleh Aksa dulu ketika memaksanya dan Amanda cukup kesal mendengar permintaan yang sama...yang dia dengar saat ini..
''Menikah...''ulang Amanda dengan suara tercekat..
''Yah...bedanya dengan pernikahan terdahulumu saat ini...aku akan meminta restu seluruh keluargamu..''
Amanda mengerang menahan amarahnya...
''Kau sudah gila...''desisnya kesal...
Zayden tersenyum...
''Aku anggap diam mu sebagai persetujuan dan kau akan melihat bagaimana aku akan meyakinkan keluargamu..''
Amanda menyadarkan tubuhnya sambil memejamkan matanya semua pernyataan Zayden tidak masuk akal baginya jadi..Amanda memilih tidak terlalu memikirkannya lagi pula...tidak mudah meyakinkan Daddy nya untuk mengijikan dia menikah sebelum lulus kuliah...
''Terserah..''balas Amanda menyudahi perdebatan mereka..
Zayden merasa puas seakan Amanda sudah menyerah kepadanya, pria itu menghidupkan mesin mobil dan senyuman lega...
Sampai di lokasi makam Amanda tidak lagi memperdulikan Zayden..wanita muda itu segera melangkah meninggalkan mobil untuk membeli banyak bunga dan mewangian segar sementara Zayden ikut turun dari mobil lalu melangkah di belakang Amanda yang memeluk bucket bunga besar mendekati makam...wanita itu tampak rapuh dan terdengar isakan pelan yang menyedihkan...dari jauh tampak sebuah makam yang terawat dengan baik....yang di yakini Zayden itu adalah makam suaminya..karna Amanda menghentikan langkahnya disana...daan Amanda terduduk di depan makam Aksa...
__ADS_1
Amanda tidak sendiri..karna...seorang wanita juga berada disana...dan menatapnya dengan tajam..
Amanda tau benar mantan ibu mertuanya sangat membencinya...jadi berada disini tidak mudah baginya...apalagi dia datang bersama Zayden..
Amanda memilih tidak terlalu menanggapi ibu mertuanya jika memang wanita itu mencari masalah dengannya..
''Selamat pagi ibu....aku datang menemui Aksa...''
Wanita paruh baya itu mengangkat wajahnya dia menatap Amanda dengan tajam,...
''Bahkan aku sudah memperingatkan kedua putraku untuk tidak mencintai Ular...tapi aku tak menyangka mereka malah membiarkan ular itu menancapkan bisanya dan menghancurkan mereka...''sindir wanita itu dengan tatapan beku...
Amanda menunduk sambil menyiram nisan Aksa dan mengusapnya pelan...lalu mengangkat wajahnya menatap lurus pada wanita yang menaruh dendam kepadanya ini..
''Ibu...aku sangat menghormatimu....aku sungguh tak ingin hubungan kita buruk karna bagaimana pun kau pernah menjadi orang tuaku juga....kita..''
''Cih.....wanita itu melirik Zayden yang tak jauh dari Amanda dan tertawa dingin..
''Lihatlah putraku Aksa...istrimu datang membawa pria lain...ckckc....kau benar-benar wanita yang buruk..''
''Ibu cukup.....bisakah kau diam sebentar saja....aku sungguh tak ingin bertengkar denganmu kali ini...''ucap Amanda cukup tegas..
''Jadi kau...membentakku Amanda....apakah semua yang aku katakan salah...bahkan kau sudah bersama pria lain....perempuan tidak tau malu..makam suamimu belum juga kering....cih.......'' cerca ibunda Aksa tidak terima.
Mendengar suara tinggi seorang wanita kepada Amanda membuat Zayden mendekat dengan cepat..
''Apa yang terjadi ini...''suara Zayden yang tegas membungkam kedua wanita yang sedang bertengkar..
Wanita itu tersenyum sinis kepada Zayden..
''Apa kau benar ingin menikahi wanita pembawa sial ini....astaga kau akan bernasip sama dengan putraku yang meninggal setelah menikahinya.''
''Cukup ibu...apa yang kau katakan ini...mengapa kau kejam padaku hah...''
''Kau telah merampas hidup putraku Amanda...bagaimana aku melanjutkan hidupku sekarang...''jerit wanita itu dengan suara histeris...
''Apakah ibu saja yang berduka...aku pun sama bu...aku kehilangan Aksa namun bukan berarti kau menyalahkan aku.''jerit Amanda sedih..
''Lalu menyalahkan siapa...Arron di penjara entah sampai kapan...jika saja kedua putraku tidak mengenalmu ini semua pasti tak akan terjadi..''
__ADS_1
''Tidak...ini bukan salahku..''isak Amanda terlihat hancur.
'Ini adalah kesalahanmu Amanda..''tangis wanita itu masih tidak rela..
Amanda tak kuat menerima ucapan wanita itu..lalu membalikan tubuhnya melangkah meninggalkan makam dengan hati yang pedih sementara...Zayden masih berdiri disana berhadap-hadapan dengan wanita yang sedang menangis itu..
''Aku tau dukamu ibu...tapi yang pasti aku melihat rasa sakit dan penyesalan yang sama seperti di alami oleh Amanda..''
''Kau tidak tau apapun....kau tidak tau duka ku..''
''Semua orang pernah kehilangan dengan cara yang berbeda...kesedihan itu wajar namun bukan berarti kau dengan mudah menyalahkan orang lain atas rasa sakitmu...aku tau semua yang terjadi...antara kedua putramu dan Amanda...tak ada yang salah karna ini adalah takdir...''
Wanita itu tersungkur di makam Aksa dan kembali menangis..
'Aku tak bisa hidup tanpa putraku dan saat ini Arron masih di dalam penjara..lantas bagaimana aku tidak menyalahkan semua orang....aku seorang ibu yang malang..''
Bagaimana pun Zayden tak mampu melawan airmata seorang ibu yang kehilangan anaknya...dia tak bisa memakai kekerasan karna dia punya seorang ibu..
''Bagaimana kalau aku membantumu untuk membebaskan salah satu putramu tapi dengan satu syarat.....berhenti mengganggu kehidupan Amanda karna bagaimana pun dia juga terluka..''
Wanita itu mengangkat wajahnya..tangisnya seketika berhenti..kebebasan Arron adalah harga yang pantas...lambat-lambat wanita itu tersernyum...dan mengangguk.
''Tuan....apakah kau benar-benar serius...''
Zayden mengangguk....
''Aku pastikan putramu akan bebas tapi kau harus berjanji...''
''Yah...aku hanya wanita yang hancur karna kehilangan, jika Arron bebas maka aku berjanji akan memaafkan Amanda dan tidak akan pernah menyalahkannya..''isak wanita itu berjanji.
''Baiklah.....kau akan segera bertemu dengan anakmu ibu...jadi tenanglah..'' ucap Zayden tersenyum..
Wanita itu menangis penuh haru...
************************
Sementara Zayden kembali menuju mobil dan menemukan Amanda sedang meringkuk miring di kursi mobil sambil menangis...
Zayden menariknya mendekat dan menatapnya dengan dalam...
__ADS_1
''Amanda.....''