
Amanda membeku mendengar ucapan Zayden yang begitu tajam, mereka masih saling menatap sekarang dan wanita itu sungguh merasa hancur saat ini.
''Zayden..tidak aku mohon jangan melakukannya.''
Pria itu menoleh marah.
''Aku katakan padamu Amanda, kau atau siapapun tak bisa melindunginya apa kau mengerti.''
''Tidak....Zayden dengarkan aku, aku sedang hamil aku mohon.'' jerit Amanda dengan penuh rasa sesak di dadanya,
Dan ucapannya mampu menahan langkah seorang Zayden, pria itu seperti tersadar dari rencana gilanya, mendengar tentang anaknya membuat pria itu mengerang.
Zayden menoleh tajam ke arah Amanda yang masih menyentuh lengannya pria itu mendekat,
''Apa kau percaya semua perkataan Monica padaku, apakah kau menggunakan semua fitnahnya untuk membuat aku melepaskanmu.''
''Tidak....aku tidak seperti itu Zayden, isak Amanda sedih...semua ini juga membuatku bingung, bagaimana pun aku juga terkejut karna Aksa muncul dia juga..''
''Aksa bukanlah suamimu lagi Amanda, kau harus tanamkan itu di dalam kepalamu, semua cerita kalian sudah berakhir, dan satu-satunya alasan aku tidak membunuh mereka berdua karna anakku, kau sedang mengandung anakku tapi,....bukan berarti aku berhenti menghukum mereka, atas kelancangannya pada keluargaku Amanda, mereka harus tau dengan siapa mereka berhadapan saat ini.''
Zayden menatap Amanda lekat untuk sesaat kemudian melum** bibir Amanda sekilas, lalu menegakan tubuhnya.
''Nala akan sampai dalam hitungan menit dan aku peringatkan padamu, ini terakhir kalinya aku melihat kau membicarakan tentang Aksa..atau aku akan melupakan janjiku untuk tidak membunuhnya.''
Zayden lalu melangkah meninggalkan ruang rawat Amanda dengan cepat, meninggalkan Amanda yang hanya mampu menangis, Zayden keluar dengan ponsel di tangannya
*Apa kau sudah menemukan mereka, yah..awasi mereka sampai aku datang.''desis Zayden dingin.
Zayden lalu melangkah meninggalkan rumah sakit dengan cepat.
***********
Monica sedang minum di bar, hari ini hatinya puas sekali yah tentu saja kedatangannya di rumah sakit akhirnya membawa hasil karna Zayden bilang akan menemuinya disini, dan Monica tentu harus menyambutnya bukan. Dia sudah memakai baju terbuka, Monica tau sejak kehamilan Amanda membesar Zayden tidak pernah menyentuh istrinya bahkan wanita lain untuk memuaskannya dia sangat menjaga istrinya.
Tapi bukankah dengan Monica berbeda, mereka bahkan sudah pernah bersama dalam waktu yang lama, Monica sudah hafal kekurangan Zayden karna itu malam ini Monica harus bisa memanfaatkan situasi ini dan sekaligus mendapat maaf dari Zayden karna pernah meninggalkannya.
Minuman beberapa botol sudah habis tapi aneh karna Zayden belum datang, sampai akhirnya dia menemukan seseorang yang begitu tampan dan gagah, Zayden melangkah memasuki Bar dengan langkah tegas seperti biasa seorang Zayden yang dingin dan memukau, Monica kembali merasakan berdebar.
''Zayden.''
Pria itu menghentikan langkahnya dan tersenyum dingin.
''Monica.''
__ADS_1
Monica seketika berdiri dan mendekati Zayden dengan tatapan penuh gairah, dia benar-benar terpesona dengan Zayden yang semakin tampan dan matang, namun ketika jemarinya menyentuh dada Zayden,
''Aaaarrghh......''
Monica menjerit kesakitan ketika jemarinya di cengkram Zayden hingga menimbulkan bunyi, airmata Monica mengalir deras, dia tidak menyangka Zayden akan menyakitinya.
Zayden terlihat dingin dan tidak tersentuh, ia menggertakan gigi ketika membayangkan Monica sudah berani mengusiknya.
''Kau pikir aku akan memaafkanmu setelah apa yang kau lakukan.''
''Zayden aku mohon.....ini sakit.''
Monica benar-benar merasa nyeri ketika lengannya di patah ke belakang tubuhnya.
''Sakit...mengapa kau hanya selalu berfokus pada rasa sakitmu Monica jangan lupa kau sudah berani menemui istriku, kau membuat wanita yang aku cintai menangis dan kau pikir aku akan memaafkan mu.''
''Tidak Zayden...aku mohon, aku memohon padamu.'' isak Monica benar-benar sakit sekarang.
Krak!!!
Zayden mendorong tubuh Monica hingga wanita itu membentur meja Bar beruntung sudah tak ada orang disana, lengan Monica patah.
''Zayden teganya kau melakukan ini, tanganku patah.'' isak Monica sakit.
''Kau telah meninggalkan aku dengan rasa malu, kau tidur dengan sahabatku dan kau pikir aku akan memaafkanmu, apakah kau sudah gila, lalu dengan berani kau mendatangi istriku dan menyerahkan foto bodoh kita di masa lalu, kau pikir kau akan selamat setelah itu semua.'' teriak Zayden dengan keras.
''Mengapa kau tidak bertanya pada istrimu tentang Aksa...pria itu juga menemui istrimu.''
''Aku akan menghukumnya setelah aku menghukummu Monica.''
''Apa..maksudmu.'' desah Monica dengan ketakutan.
Zayden tersenyum dingin ketika dia mengangkat tangannya dan beberapa anak buahnya mendekati pria itu, mereka menatap dingin ke arah Monica yang pucat.
''Zayden...aku mohon...Zayden.''
Tangisan Monica tak ada artinya ketika Zayden melangkah meninggalkan dirinya tanpa rasa kasihan, Monica menjerit lemah ketika dia melihat beberapa pria mendekatinya.
''Apa yang kalian lakukan..pergi.''
***************
''Aku mohon padamu Nala, lakukan sesuatu sebelum Zayden membunuh Aksa.''isak Amanda menyentuh lengan Nala dengan putus asa.
__ADS_1
''Apa kau masih mencinta Aksa.''tanya Nala dengan tajam.
Amanda menggeleng,
''Aku tidak mencintainya Nala...aku sudah mengandung anak pamanmu, cinta itu sudah pergi dariku..airmata Amanda mengalir deras, tapi bukan berarti aku bisa membiarkan Zayden membunuh Aksa saat ini juga bagaimana bisa aku menerimanya,''
Nala meneteskan airmatanya ikut sedih dengan apa yang di alami Amanda.
''Tapi kau tau sendiri jika paman yang akan menghukum Aksa aku tidak bisa apa-apa''
''Kau bisa membantunya Nala..kau bisa.''
''Bagaimana caranya.''
Amanda terdiam sebentar, dia lalu mengambil ponselnya dan menunjukan wajah seseorang dan membuat Nala membeku..
''Amanda.''
''Aku tau kau mengenalnya Nala, hanya dia satu-satunya pria yang bisa menghentikan Aksa kali ini tolonglah.''isak Amanda merasa begitu bersalah,
Amanda tak ingin menyebabkan kematian bagi Aksa, walau bagaimana pun Aksa adalah pria yang pernah dia cintai dulu jadi Amanda akan lebih tenang jika Aksa pergi jauh dari sini namun dalam keadaan hidup dari pada mati di tangan Zayden, sungguh dia tak bisa menerima itu semua.
''Baiklah...kali ini aku akan menolongmu Amanda, tenang saja..jaga kandunganmu aku akan menemuinya segera.''
Amanda mengangguk patuh,
''Terimakasih Nala.''
''Yah..kau bibi ku.''desah Nala dengan senyuman di wajahnya.
*******
Aksa keluar dari dalam apartemennya, di saku jasnya ada dua pistol sebagai penjaganya, pria itu tersenyum ketika mendapatkan telp dari Zayden yang memintanya bertemu, Aksa tidak takut sama sekali jadi dia akan menghadapi Zayden walau nyawa menjadi taruhannya.
Namun ketika akan masuk mobil, Aksa terkejut ketika sebuah pukulan mengenai kepalanya.
Tubuhnya jatuh seketika, sementara di belakangnya Nala menghela nafas..
''Aaiish....mengapa kau lemah sekali.''desis Nala tajam,
Segera,
Nala meminta beberapa orang yang dia bayar untuk membawa tubuh Aksa pergi dari sana.
__ADS_1