Kau Harus Menjadi Milikku

Kau Harus Menjadi Milikku
Pelukan Orang tua


__ADS_3

Amanda melirik Nayla yang tampak begitu gugup bagaimana tidak di hadapannya ada banyak pasang mata yang memandangnya penasaran, apakah ini jumlah keluarga besar Nathan dan Amanda..sungguh luar biasa..mereka elegan dan kaya raya itu terlihat jelas dari penampilan mereka...


''Amanda.....Nathan...''


Suara melengking itu milik Nala...gadis itu berlari dan melompat ke tubuh Nathan dan memeluknya erat lalu mendekap Amanda dengan penuh kerinduan...


''Kau sudah feminim sekali Nala...''bisik Amanda senang..


''Kau tampak dewasa dan kalem...kau sangat cantik Amandaku sayang..''bisik Nala dengan mata yang basah...


Lalu giliran Ana dan Matteo yang mendekat....Matteo mendekap adiknya sementara Ana memeluk Nathan..


''Kakak...''tangis Amanda pecah saat itu juga..


''Sayangku....kakak merindukanmu..''bisik Matteo dengan mata berkaca-kaca...


''Aku juga merindukanmu..''suara serak Amanda terdengar lirih hingga Matteo kembali memeluknya untuk menenangkan..


''Selamat datang kembali dirumah sayangku..''


''Yah....akhirnya aku pulang.''balas Amanda tersenyum dalam tangis..


Pelukan itu terlepas dan pandangan Matteo beralih pada Zayden...


Pria itu tersenyum......


''Zayden...apa kabar..''


Amanda terkejut karna Matteo mengenal Zayden..yah usia mereka nyaris sama...


Keduanya berpelukan erat...


''Aku baik Matteo...lama tidak bertemu..''


''Yah....aku sudah menikah..bagaimana denganmu..''balas Matteo setengah mengejek..


''Kau akan terkejut nanti..'' Zayden tersenyum pasrah...


Zayden hanya mengangkat bahu lemah ketika seorang wanita muda mendekatinya...siapa lagi kalau bukan istri Matteo yaitu Ana yang tak lain keponakannya..


''Pamanku yang tampan..'' bisik Ana mendekap Zayden...


''Apa kabar...sayangku..''bisik Zayden memeluk Ana...


''Aku sangat baik...bagaimana kabar Zayn dan Zelina..''


''Sibuk dengan rumah tangga mereka...kau tau sendiri..''


''Aku tau..''balas Ana terkekeh...


Sementara itu Amanda mendekati kedua orang tuanya yang menatapnya dengan pandangan haru bercampur rindu..putri mahkota mereka yang cantik..akhirnya kembali ke pelukan mereka..


''Mommy....Daddy......''airmata Amanda mengalir dan segera menghambur memeluk kedua pasangan suami istri itu dan menangis haru..


''Putriku...sudah cukup Daddy jauh darimu....''

__ADS_1


''Mommy juga kesepian Amanda....''isak Serena mencium hampir seluruh wajah Amanda karna rasa rindu yang terlalu besar..hal yang sama juga di lakukan Marco..dia mendekap Amanda dengan begitu erat dan meneteskan airmatanya.


Beberapa bulan terpisah dari Amanda membuatnya sedih luar biasa..ternyata kesakitan orang tua terbesar adalah jauh dari anaknya...apalagi Amanda putri satu-satunya bagi dirinya..Marco tak ingin menukar apapun lagi..tak perduli Amanda setuju atau tidak...Amanda tidak akan pergi kemanapun setelah ini..


''Aku juga rindu Mommy dan Daddy..''isak Amanda sesegukan..


''Selamat datang kembali putri mahkota kami....kau selalu di rindukan dirumah..''bisik Serena lembut kepada anak bungsunya..


Zayden yang melihat peluang itu mendekati orang tua Amanda...


''Tuan Marco Antonio..dan nyonya Serena..''sapa Zayden yang membungkuk tanda hormat..


Marco dan Serena saling menatap..sementara Amanda mencibir kesal..lihatlah betapa liciknya Zayden mendekati orang tuanya...


''Kau adalah putra tuan Alex Steward..''tebak Marco tertawa..


''Benar tuan Marco..''


''Apa kau mengenal orang tuanya sayang..''tanya Serena penasaran..


Marco mengangguk..


''Siapa yang tidak mengenal tuan Alex Steward dalam dunia bisnis namanya bahkan di segani...oya...nama istrinya mirip denganmu sayang...kalau tidak salah namanya..''


''Mommy Sherin...''sambung Zayden yang melirik Amanda penuh kemenangan.


''Tunggu..jadi Sherin...aku seperti pernah mendengar namanya..'' Serena berpikir sebentar..


''Kalau tidak salah Mommy Sherin dan kak Syakira tergabung dalam arisan yang sama...''


Wajah Marco berubah tidak enak..sementara Amanda tertawa pecah hingga Marco dan Serena memandangnya cukup syok..ini pertama kalinya sang putri menertawakan kemalangan orang lain sementara Zayden hanya menatap pasrah..


''Amanda...mengapa kau tertawa..''tanya sang Mommy heran..


Amanda segera menutup mulutnya..


''Tidak....aku minta maaf Mommy..aku tidak sengaja..''


''Yah...memang aku batal menikah karna aku sedang mencari yang terbaik..karna itulah aku ke kota ini..''ucap Zayden melirik Amanda yang melotot seketika..


Marco dan Serena saling memandang....masing-masing dengan pikiran yang sama.


Sementara di lain pihak..


Nathan memeluk Nala dan menciumnya, kedua saudara kembar yang terpisah itu cukup terharu dengan pertemuan mereka...


''Kau semakin cantik saja Nala..''


''Dan kau semakin cantik kakak kembarku...''bisik Nala mengedipkan matanya...


Pelukan itu terlepas dan Nathan melirik Nayla,...


''Kenalkan Nala..dia kekasihku Nayla..''


Nala mengangguk sambil melirik Nayla yang tampak gugup..ketika Nayla ingin mengulurkan tangan, Nala malah memeluknya dengan akrab..

__ADS_1


''Tak perlu gugup...kau adalah calon kakak iparku..''ucap Nala sambil tersenyum..


Nayla tersenyum lega...


''Terimakasih..namaku Nayla..senang bertemu denganmu..''


''Aku Nala...selamat datang di keluarga kami..''balas Nala ramah.


Lalu Nayla di arahkan pada Ana untuk di kenalkan...Nathan menatap kakaknya penuh harap karna memang dia butuh dukungan kakaknya Ana kali ini...


''Kak Ana....'' Nathan tampak gugup...


Ana tersenyum melirik Nayla di samping Nathan yang tertunduk segan..bagaimana tidak, kakak Nathan sangat cantik, seperti seorang putri.


''Namaku Nayla...''


Nayla lebih dahulu mengulurkan tangannya hingga Ana tersenyum..


''Namaku Ana...aku adalah kakak pertama Nathan..kau cantik sekali Nayla...''


''Kakak juga sangat cantik..'' balas Nayla memuji..


Hati Nayla sesungguhnya belum lega betul karna dia tau Mommy Nathan tidak merestuinya dan hal itu cukup membuatnya frustasi...


setelah berkenalan dengan semua saudara Nathan termasuk dengan orang tua Amanda yang ramah..kini giliran Nayla di ajak Nathan mendekati orang tua Nathan yang berdiri sedikit jauh dari mereka..Nathan sedikit khawatir namun dia memilih nekat karna bagaimana pun dia harus memperjuangkan Nayla di depan orang tuanya meski itu tidak mudah..


Langkah Nathan terhenti dengan Nayla yang menunduk di depan orang tua Nathan...tatapan Syakira begitu tajam hingga Nathan tau kalau mengenalkan Nayla bukan hal yang mudah..


''Daddy....Mommy....aku pulang..''ucap Nathan mendekat..


Rive mengangguk menyambut pelukan putra kesayangannya,..sudah lama mereka tidak bertemu..


''Apa kabar putraku...''


''Aku baik Daddy...''


''Bagus...dan siapa yang kau bawa ini..''tanya Rive melirik Nayla yang tersenyum canggung kepadanya.


''Aku adalah Nayla tuan..om..Nayla menjadi bingung harus memanggil apa..''


''Kurasa kau boleh memanggil Om atau Daddy senyaman dirimu...Nayla..''


Nayla pun mengangguk lega...


''Mungkin aku akan memanggil Om..''


''Hey...kau harus berlatih memanggil Daddy...''bisik Nathan tersenyum..


Mereka tertawa....


Namun tawa Nathan menguap dengan cepat ketika mendekati sang Mommy Syakira yang bersedekap menatap mereka bergantian..


''Mommy........''


''Kau terlalu menganggap remeh perkataanku Nathan...jadi menjauhlah dariku...''desis Syakira membalikan tubuhnya melangkah menjauhi Nathan dan Nayla yang syok..

__ADS_1


Syakira lebih dahulu masuk ke mobil tanpa ingin menerima salah putra yang membuatnya kecewa..


__ADS_2