Kau Harus Menjadi Milikku

Kau Harus Menjadi Milikku
Aku Adalah


__ADS_3

Arron mendorong tubuh Nala ke atas ranjang dan setengah menindih tubuhnya, Nala begitu ketakutan menyadari Arron tampak sangat buas, sinar matanya menajam dia terlihat sangat marah dan mencengkram lengan Nala sedikit kuat.


''Lepaskan aku...Arron.''


''Arron..'' Ulang pria itu dengan tatapan membunuh yang kentara.


''Arron..''


''Aku bukan Arron...aku adalah Aksa.''ucap Aksa dengan tatapan dingin.


Nala begitu terkejut ketika ia gemetar membayangkan di hadapannya justru adalah Aksa pria yang selama ini kejam,pria yang hampir membuat rumah tangga pamannya hancur berantakan, jemari Nala terkepal dengan kuat, entah bagaimana muncul kekuatan dari dalam dirinya, sekuat tenaga Nala mendorong tubuh Aksa menjauh darinya, Nala menendang Aksa dan membuat pria itu jatuh ke lantai dan gadis itu segera turun dari ranjang dan berlari keluar kamar meski dengan atasan yang telah robek, Nala berlari menuju pintu dan mencoba membuka pintu disana, namun tetap saja tidak terbuka hingga gadis itu menjadi histeris, ia melirik kesekitar dan mencoba mencari pertolongan,namun semua sia-sia


Sementara Aksa melangkah keluar dari kamar dan mengarahkan pistol ke arah Nala dan ingin menembaknya hingga tubuh Nala lemah disana,


Nala berdiri dengan tatapan pasrah ketika pria itu mendekatinya,


''Apa kau pikir kau akan lolos begitu saja.''


''Mengapa kau melakukan ini Aksa...kau tau jika semua ini tidak benar...jangan lakukan itu...dimana Arron.'' Nala mulai terisak dan langkah Aksa semakin dekat.


''Arron sudah mati.''


''Tidak.''


''Nala kau akan mendapatkan pembalasan atas perbuatan yang di lakukan Amanda dan Zayden kepadaku.


Aksa menarik Nala ke dalam cengkramannya dan menempelkan pistol di pelipis gadis itu dan mengancamnya...


''Kau akan membayar semua yang telah kau lakukan kepadaku Nala.''


''Tidak...Aksa tolong.''


Sekuat apapun perlaawanan Nala dia tak bisa melepaskan diri dari cengkraman seorang Aksa yang terlalu marah, Aksa terlihat begitu dingin dan tidak perduli tangisan Nala yang putus asa.


Pria itu kemudian menyeret Nala sampai ke kamar dan kali ini menutup pintu dengan rapat dan tidak terbuka lagi.


Sementara di luar apartemen,


Arron sudah berdiri bersama beberapa anak buahnya, pria itu mengeluarkan pistolnya dan menembak ke arah pintu, tentu saja tak ada bunyi yang di timbulkan jadi Aksa tak akan tau kedatangannya, Arron lalu melangkah masuk dan menyusuri ruangan sekitar pandangannya menyapu dengan dingin.


Aksa telah berani membohongi dirinya, Arron mengenang ketika mereka sampai di kapal dan setelah berbincang, Aksa kemudian memukul kepala Arron hingga dia jatuh pingsan, dan kini mengambil tempatnya Arron mengepalkan tangannya, pria itu melangkah menuju kamar.


************


Nala kembali menendang tubuh Aksa hingga pria itu terlempar di lantai, tubuh Nala sudah polos dan pria itu sudah meninggalkan beberapa tanda cumbuan di tubuhnya, meski mereka belum melakukannya.


''Aksa sadarlah aku mohon...''tangis Nala sesegukan.


Aksa berdiri dan menegakan tubuhnya,


''Aku akan menghancurkan kalian satu persatu Nala...mulai sekarang keluarga Steward adalah musuh abadiku.''


''Tidak...''tangis Nala pecah dia ketakutan setengah mati.


Dan ketika Aksa ingin naik ke ranjang, pintu kamar terbuka seketika dan sosok Arron muncul disana dan mengarahkan pistol ke arah Aksa..


Kedua kembaran itu saling menatap dengan tajam. sementara Arron membuang pandangan ke arah Nala yang sedang menundukan kepalanya dalam-dalam dan menangis.


''Hentikan semuanya Aksa.''desis Arron tajam.


Bersamaan dengan itu Arron mendekati Aksa dan menyeret pria itu keluar dari sana.


Aksa pun terkejut ketika dia tak bisa berbuat apapun,

__ADS_1


bagaimana bisa Arron lepas, bagaimana bisa.


Aksa pasrah ketika Arron menariknya keluar dari kamar dan sudah ada banyak polisi yang menunggu.


''Arron..'' teriak Aksa menggertakan gigi.


''Kau tidak akan pernah bisa melakukan apapun Aksa...kali ini kau harus merasakan bagaimana penjara bisa mengurungmu dengan lama.''desis Arron tajam.


''Awas kau Arron....aku akan kembali dan membalas semua orang termasuk dirimu.''ucap Aksa tajam.


Namun saat ini dia tak bisa melakukan apapun karna memang, Aksa tidak punya pilihan selain menyerah, dia menyerah ketika para polisi dan anak buah Arron menariknya keluar dari apartemen.


Sementara Arron lalu melangkah ke kamar dan menemui Nala yang sedang menangis, apa yang telah di lakukan Aksa kali ini..pria itu menghampiri Nala dan duduk di depannya.


''Nala.....semua sudah berakhir, Aksa sudah tertangkap.''bisik Arron dengan suara yang serak.


Disaat itulah Nala menghambur ke pelukan Arron dan menangis disana sampai tubuhnya bergetar hebat. Dia hampir di perkosa oleh Aksa..


''Jika kau tidak datang maka aku akan hancur Arron...''tangis Nala gemetar.


Arron menghela nafas, ia mengusap punggung Nala yang polos menutupnya dengan selimut lalu menenangkan Nala.


''Sssst.....semua akan baik-baik saja Nala, maafkan kembaranku, aku tak akan meninggalkanmu Nala.''bisik Aksa dengan suara yang tercekat di tenggorokannya.


Nala mengangguk lega..


''Aku mencintaimu Arron.'' bisik Nala lembut.


''Aku juga mencintaimu Nala.''


**************


Di kediaman Zayden dan Amanda, semua orang tua sedang berkumpul, mereka sedang berdebat tentang calon suami Nala yaitu Dava.


''Aku tidak setuju jika kau terus memaksakan kehendakmu sayang.''ucap Rive di setujui oleh yang lain.


Syakira menghela nafas, bagaimana pun dia sudah berjanji pada Maya sahabatnya mana mungkin dia bisa menolak.


''Cinta akan datang seiring waktu.''


''Bagaimana kalau kita bertanya langsung apa yang di inginkan oleh Nala kak.'' kali ini Zayden mencoba membujuk.


Syakira mau tidak mau harus mengalah semuanya membela Nala, karna saat ini hanya Nala satu-satunya yang belum menikah.


Tak berapa lama kemudian,


Ada suara mobil yang masuk dan semua mata tertuju di pintu ketika Nala masuk tidak sendiri namun bersama Arron, keduanya saling menggenggam tangan masing-masing dan melangkah bersama, tentu saja hal itu membuat Syakira panas dan tidak setuju apalagi melihat Arron.


''Kau menghilang dan malah membawa orang asing.''suara Syakira meninggi di tengah ruangan.


''Sayang, jangan berteriak biarkan mereka duduk dulu..ayo duduklah.''ucap Rive mencoba bijak.


Nala dan Arron melangkah bersama di tengah ruangan, dia enggan duduk.


''Aku minta maaf atas kelancanganku, untuk tuan Rive dan nyonya Syakira...aku Arron kemari aku ingin mengatakan dengan jujur bahwa aku sangat mencintai Nala...tapi aku tak akan memaksanya menikah.''


Semua tersenyum termasuk Matteo dia dan Arron memang bersahabat dekat, Serena juga lega karna Arron anak yang baik..


''Aku tidak setuju.''balas Syakira dingin.


Namun


Arron melepaskan genggaman tangannya, mendekati Syakira dan menjatuhkan tubuhnya dalam posisi berlutut, hal yang sama di lakukan Nala..mereka merendahkan diri di depan orang tua mereka.

__ADS_1


airmata Nala mengalir..


''Mommy,.....aku tau Mommy ingin yang terbaik untukku dan aku selalu bersyukur, tapi memilih pria adalah yang harus aku pikir karna aku tidak mau gagal menikah Mommy, sejak dulu aku sudah menyukai Arron...aku bahagia dia tidak memaksaku menikah tapi akan selalu ada di sisihku dan mendukung.''ucap Nala sedih.


Syakira pun mulai terharu..dia memandang Arron sekali lagi ketika pria itu bicara kepadanya dan mendengarnya dengan serius.


''Nyonya Syakira dan tuan Rive....aku memohon kepadamu,ijinkan aku bersama Nala...aku berjanji aku tidak akan pernah menyakitinya seumur hidupku dan akan selalu bersama dirinya dalam keadaan apapun.''ucap Arron dengan tulus.


Hening....


Semua ikut terharu dengan ucapan Arron yang terlihat tegas, bahkan Amanda ikut terharu dia melihat sosok Arron yang berbeda sudah lebih dewasa dan kuat..ia melihat Arron sedikit berbeda dengan Aksa, kalau Aksa auranya begitu tegas itu bisa di rasakan di perjumpaan pertama namun Arron berbeda, ada ketenangan ketika menatap matanya.


''Baiklah.....aku akan mencoba melihat bagaimana kau bisa membuat putriku yang pembangkang ini jadi baik..jangan pernah menyakitinya karna kau akan berhadapan denganku.''ucap Syakira dengan mata berkaca-kaca.


Nala sungguh bahagia ketika Syakira memberi restu kepada mereka, tak ada yang lebih penting dari restu seorang ibu.


Nala dan Arron saling menatap penuh cinta semua keluarga berbahagia dan lega.Rive memeluk istrinya dan merasa lega, di detik terakhir Syakira mampu melakukan keputusan yang benar.


''Aku bangga padamu Syakira sayangku.'' balas Rive tersenyum.


Syakira pun mengangguk..


''Ketika Nala menjatuhkan airmatanya aku sedih, bagaimana pun dia putri yang aku lahirkan....aku mengalah pada pilihannya dan itu artinya Dava tidak akan menjadi suamimu Nala.''


''Terimakasih Mommy..''


Nala menghambur di dalam pelukan Syakira, mereka berpelukan dengan begitu erat, hingga hanya airmata yang mengalir deras disana.


''Aku mencintaimu Mommy..''


''Mommy juga mencintaimu dan hari ini Mommy melihat kau terlihat berbeda ketika bersama Arron, dia pria yang baik dan Mommy akan memberi kesempatan pada cinta kalian.''bisik Syakira lembut.


''Aku bahagia.''bisik Nala pelan.


Sementara itu Arron dan Nala saling menatap penuh cinta ada senyuman lega di wajah mereka..


**********


Setelah 3 bulan berpacaran, Arron akhirnya melamar Nala untuk di jadikan istrinya, dia sudah yatim piatu karna kedua orang tuanya meninggal karna kecelakaan di luar negri,


Aksa di tuntut hukuman berat karna dia terlibat kejahatan serius di dunia Mafia, hal itu akhirnya menjadi kelegaan sekaligus kesedihan bagi Amanda, namun bagaimana pun dia selalu mendoakan Aksa agar bisa berubah lebih baik di dalam penjara,


Kini Arron menggenggam tangan Nala di depan altar dengan penuh senyum kebanggaan ketika mereka berhasil melakukan pernikahan.


''Nala istriku sayang..'' bisik Arron setengah memeluk tubuh Nala.


''Arron suamiku, selamat datang di dunia pernikahan.''balas Nala dengan senyuman di wajahnya.


''Aku akan menghadapi badai denganmu Nala, meski badai itu akan datang nanti malam ketika malam pertama kita.''bisiknya tidak sabar.


''Kau membuatku malu Arron.''


''Aku mencintaimu sayang..''


''Aku juga mencintaimu.''balas Nala dengan mata berkaca-kaca karna haru.


Arron mendekatkan wajahnya untuk sesaat kemudian mencium bibir Nala dengan lembut hingga terdengar sorak tamu dan keluarga.


Semua keluarga berbahagia dan semua keluarga tampak senang, tentu saja tak ada yang lebih membahagiakan selain menikah dengan restu orang tua.


TAMAT.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


Jangan lupa mampir di Novel baru yah....😘😘😘



__ADS_2